Surat Al Anbiya’

bacaan surat al anbiya’ dan arti terjemahannya lengkap mp3 surah perayat/perkata yang bisa untuk panduan hukum tajwid, makhrojul huruf. adapaun khasiat atau manfaat mp3 surat ini bisa sobat gunakan untuk pnduan ketika ingin ngaji dengan nada lagu merdu.

seperti pada tema sebelumnya yakni surat al kahfi, pada kesempatan kali ini kami akan sedikit mengulas informasi dari surat ini.

berdasarkan tempat turunnya, surat ini merupakan golongan surat makkiyah.

dan secara bahasa, arti atau makna al anbiyaa sendiri adalah “nabi-nabi”, adapun asbabun nuzul penamaan surat ini diambil dari isi surat yang menjelaskan kisah beberapa nabi yang menyampaikan wahyu serta mengajarkan tauhid kepada umatnya.

dan untuk sobat yang ingin mempelajarai fadhilah atau keutamaan dari sura ini silahkan belajar kepada ustadz ahli tafsir yang mampu jelaskan isi kandungan surat al anbiya’ dengan jelas dan benar.

Sehingga sobat nantinya bisa benar dalam pemahaman dan pengamalan isi kandungan surat al anbiya’ ini.

kemudian untuk sobat yang sudah mempelajari surat ini secara keseluruhan, silahkan pelajari juga tafsir surat lain misalnya surat al mu’minun dan lain sebagainya agar keilmuan kita semakin luas.

selain bacaan surat al anbiya’ arab latin dan artinya, disini sobat bisa memiliki audio tilawah surat al anbiya’ dengan cara download mp3 tilawha melalui link dibawah audio player.

kemudian untuk sobat yang ingin mempelajari informasi dari surat ini, berikut adalah tabel rangkuman keterangan surat al anbiya’.

informasi surat al anbiya’
arti namanabi nabi
golongan suratmakkiyah
nomor suratsurat ke 21
letak juzjuz ke 17
total ayat112 ayat
surat sebelumnyasurat taha
surat setelahnyasurat al hajj

Bacaan Surat Al Anbiya’ Dan Terjemahannya

Murottal Surah Al Anbiya Full


Basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Al Anbiya’ Ayat 1

 ۚاِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ

iqtaraba lin-nasi ḥisabuhum wa hum fī gaflatim mu’riḍụn
Arti Terjemahan : Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).


QS. Al Anbiya’ Ayat 2

 ۙمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّهِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ

ma ya`tīhim min żikrim mir rabbihim muḥdaṡin illastama’ụhu wa hum yal’abụn
Arti Terjemahan : Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main.


QS. Al Anbiya’ Ayat 3

لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَىۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۖ هَلْ هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ

lahiyatang qulụbuhum, wa asarrun-najwallażīna ẓalamụ hal haża illa basyarum miṡlukum, a fa ta`tụnas-siḥra wa antum tubṣirụn
Arti Terjemahan : Hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, “(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 4

قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

qala rabbī ya’lamul-qaula fis-sama`i wal-arḍi wa huwas-samī’ul-‘alīm
Arti Terjemahan : Dia (Muhammad) berkata, “Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui!”


QS. Al Anbiya’ Ayat 5

بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَآ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ

bal qalū aḍgaṡu aḥlam, baliftarahu bal huwa sya’ir, falya`tina bi`ayating kama ursilal-awwalụn
Arti Terjemahan : Bahkan mereka mengatakan, “(Al-Qur’an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 6

مَآ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ

ma amanat qablahum ming qaryatin ahlaknaha, a fa hum yu`minụn
Arti Terjemahan : Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?


QS. Al Anbiya’ Ayat 7

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

wa ma arsalna qablaka illa rijalan nụḥī ilaihim fas`alū ahlaż-żikri ing kuntum la ta’lamụn
Arti Terjemahan : Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.


QS. Al Anbiya’ Ayat 8

وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ

wa ma ja’alnahum jasadal la ya`kulụnaṭ-ṭa’ama wa ma kanụ khalidīn
Arti Terjemahan : Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan dan mereka tidak (pula) hidup kekal.


QS. Al Anbiya’ Ayat 9

ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَنْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَاۤءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ

ṡumma ṣadaqnahumul-wa’da fa anjainahum wa man nasya`u wa ahlaknal-musrifīn
Arti Terjemahan : Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.


QS. Al Anbiya’ Ayat 10

لَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

laqad anzalna ilaikum kitaban fīhi żikrukum, a fa la ta’qilụn
Arti Terjemahan : Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur’an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti?


QS. Al Anbiya’ Ayat 11

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ

wa kam qaṣamna ming qaryating kanat ẓalimataw wa ansya`na ba’daha qauman akharīn
Arti Terjemahan : Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).


QS. Al Anbiya’ Ayat 12

 ۗفَلَمَّآ اَحَسُّوْا بَأْسَنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَ

fa lamma aḥassụ ba`sana iża hum min-ha yarkuḍụn
Arti Terjemahan : Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu.


QS. Al Anbiya’ Ayat 13

لَا تَرْكُضُوْا وَارْجِعُوْٓا اِلٰى مَآ اُتْرِفْتُمْ فِيْهِ وَمَسٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـَٔلُوْنَ

la tarkuḍụ warji’ū ila ma utriftum fīhi wa masakinikum la’allakum tus`alụn
Arti Terjemahan : Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik), agar kamu dapat ditanya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 14

قَالُوْا يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

qalụ ya wailana inna kunna ẓalimīn
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 15

فَمَا زَالَتْ تِّلْكَ دَعْوٰىهُمْ حَتّٰى جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خَامِدِيْنَ

fa ma zalat tilka da’wahum ḥatta ja’alnahum ḥaṣīdan khamidīn
Arti Terjemahan : Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan, sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.


QS. Al Anbiya’ Ayat 16

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ

wa ma khalaqnas-sama`a wal-arḍa wa ma bainahuma la’ibīn
Arti Terjemahan : Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.


QS. Al Anbiya’ Ayat 17

لَوْ اَرَدْنَآ اَنْ نَّتَّخِذَ لَهْوًا لَّاتَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّآ ۖاِنْ كُنَّا فٰعِلِيْنَ

lau aradna an nattakhiża lahwal lattakhażnahu mil ladunna ing kunna fa’ilīn
Arti Terjemahan : Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian.


QS. Al Anbiya’ Ayat 18

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌۗ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ

bal naqżifu bil-ḥaqqi ‘alal-baṭili fa yadmaguhụ fa iża huwa zahiq, wa lakumul-wailu mimma taṣifụn
Arti Terjemahan : Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).


QS. Al Anbiya’ Ayat 19

 ۚوَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ

wa lahụ man fis-samawati wal-arḍ, wa man ‘indahụ la yastakbirụna ‘an ‘ibadatihī wa la yastaḥsirụn
Arti Terjemahan : Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.


QS. Al Anbiya’ Ayat 20

يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ

yusabbiḥụnal-laila wan-nahara la yafturụn
Arti Terjemahan : Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.


QS. Al Anbiya’ Ayat 21

اَمِ اتَّخَذُوْٓا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَرْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ

amittakhażū alihatam minal-arḍi hum yunsyirụn
Arti Terjemahan : Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?


QS. Al Anbiya’ Ayat 22

لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ

lau kana fīhima alihatun illallahu lafasadata, fa sub-ḥanallahi rabbil-‘arsyi ‘amma yaṣifụn
Arti Terjemahan : Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.


QS. Al Anbiya’ Ayat 23

لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُوْنَ

la yus`alu ‘amma yaf’alu wa hum yus`alụn
Arti Terjemahan : Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 24

اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً ۗقُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْۚ هٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَّعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِيْۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَۙ الْحَقَّ فَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

amittakhażụ min dụnihī alihah, qul hatụ bur-hanakum, haża żikru mam ma’iya wa żikru mang qablī, bal akṡaruhum la ya’lamụnal-ḥaqqa fa hum mu’riḍụn
Arti Terjemahan : Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), “Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur’an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang sebelumku.” Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling.


QS. Al Anbiya’ Ayat 25

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ

wa ma arsalna ming qablika mir rasụlin illa nụḥī ilaihi annahụ la ilaha illa ana fa’budụn
Arti Terjemahan : Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.


QS. Al Anbiya’ Ayat 26

 ۙوَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗبَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ

wa qaluttakhażar-raḥmanu waladan sub-ḥanah, bal ‘ibadum mukramụn
Arti Terjemahan : Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,


QS. Al Anbiya’ Ayat 27

لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِاَمْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ

la yasbiqụnahụ bil-qauli wa hum bi`amrihī ya’malụn
Arti Terjemahan : mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 28

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُوْنَۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَتِهٖ مُشْفِقُوْنَ

ya’lamu ma baina aidīhim wa ma khalfahum wa la yasyfa’ụna illa limanirtaḍa wa hum min khasy-yatihī musyfiqụn
Arti Terjemahan : Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 29

۞ وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْٓ اِلٰهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَنَّمَۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ

wa may yaqul min-hum innī ilahum min dụnihī fa żalika najzīhi jahannam, każalika najziẓ-ẓalimīn
Arti Terjemahan : Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah,” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.


QS. Al Anbiya’ Ayat 30

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

a wa lam yarallażīna kafarū annas-samawati wal-arḍa kanata ratqan fa fataqnahuma, wa ja’alna minal-ma`i kulla syai`in ḥayy, a fa la yu`minụn
Arti Terjemahan : Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?


QS. Al Anbiya’ Ayat 31

وَجَعَلْنَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ

wa ja’alna fil-arḍi rawasiya an tamīda bihim wa ja’alna fīha fijajan subulal la’allahum yahtadụn
Arti Terjemahan : Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.


QS. Al Anbiya’ Ayat 32

وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ

wa ja’alnas-sama`a saqfam maḥfụẓa, wa hum ‘an ayatiha mu’riḍụn
Arti Terjemahan : Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).


QS. Al Anbiya’ Ayat 33

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ

wa huwallażī khalaqal-laila wan-nahara wasy-syamsa wal-qamar, kullun fī falakiy yasbaḥụn
Arti Terjemahan : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 34

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَۗ اَفَا۟ىِٕنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰلِدُوْنَ

wa ma ja’alna libasyarim ming qablikal-khuld, a fa im mitta fa humul-khalidụn
Arti Terjemahan : Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi b


QS. Al Anbiya’ Ayat 35

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

kullu nafsin ża`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilaina turja’ụn
Arti Terjemahan : Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.


QS. Al Anbiya’ Ayat 36

وَاِذَا رَاٰكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًاۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَتَكُمْۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ

wa iża ra`akallażīna kafarū iy yattakhiżụnaka illa huzuwa, a hażallażī yażkuru alihatakum, wa hum biżikrir-raḥmani hum kafirụn
Arti Terjemahan : Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.


QS. Al Anbiya’ Ayat 37

خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍۗ سَاُورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ

khuliqal-insanu min ‘ajal, sa`urīkum ayatī fa la tasta’jilụn
Arti Terjemahan : Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 38

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

wa yaqụlụna mata hażal-wa’du ing kuntum ṣadiqīn
Arti Terjemahan : Dan mereka berkata, “Kapankah janji itu (akan datang), jika kamu orang yang benar?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 39

لَوْ يَعْلَمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا حِيْنَ لَا يَكُفُّوْنَ عَنْ وُّجُوْهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُوْرِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ

lau ya’lamullażīna kafarụ ḥīna la yakuffụna ‘aw wujụhihimun-nara wa la ‘an ẓuhụrihim wa la hum yunṣarụn
Arti Terjemahan : Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).


QS. Al Anbiya’ Ayat 40

بَلْ تَأْتِيْهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ

bal ta`tīhim bagtatan fa tab-hatuhum fa la yastaṭī’ụna raddaha wa la hum yunẓarụn
Arti Terjemahan : Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu).


QS. Al Anbiya’ Ayat 41

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِيْنَ سَخِرُوْا مِنْهُمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ

wa laqadistuhzi`a birusulim ming qablika fa ḥaqa billażīna sakhirụ min-hum ma kanụ bihī yastahzi`ụn
Arti Terjemahan : Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan.


QS. Al Anbiya’ Ayat 42

قُلْ مَنْ يَّكْلَؤُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمٰنِۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُّعْرِضُوْنَ

qul may yakla`ukum bil-laili wan-nahari minar-raḥman, bal hum ‘an żikri rabbihim mu’riḍụn
Arti Terjemahan : Katakanlah, “Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?” Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka.


QS. Al Anbiya’ Ayat 43

اَمْ لَهُمْ اٰلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِّنْ دُوْنِنَاۗ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَ اَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِّنَّا يُصْحَبُوْنَ

am lahum alihatun tamna’uhum min dụnina, la yastaṭī’ụna naṣra anfusihim wa la hum minna yuṣ-ḥabụn
Arti Terjemahan : Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami.


QS. Al Anbiya’ Ayat 44

بَلْ مَتَّعْنَا هٰٓؤُلَاۤءِ وَاٰبَاۤءَهُمْ حَتّٰى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُۗ اَفَلَا يَرَوْنَ اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاۗ اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ

bal matta’na ha`ula`i wa aba`ahum ḥatta ṭala ‘alaihimul-‘umur, a fa la yarauna anna na`til-arḍa nangquṣuha min aṭrafiha, a fa humul-galibụn
Arti Terjemahan : Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?


QS. Al Anbiya’ Ayat 45

قُلْ اِنَّمَآ اُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِۖ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاۤءَ اِذَا مَا يُنْذَرُوْنَ

qul innama unżirukum bil-waḥyi wa la yasma’uṣ-ṣummud-du’a`a iża ma yunżarụn
Arti Terjemahan : Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu.” Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan.


QS. Al Anbiya’ Ayat 46

وَلَىِٕنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

wa la`im massat-hum naf-ḥatum min ‘ażabi rabbika layaqụlunna ya wailana inna kunna ẓalimīn
Arti Terjemahan : Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).”


QS. Al Anbiya’ Ayat 47

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ

wa naḍa’ul-mawazīnal-qisṭa liyaumil-qiyamati fa la tuẓlamu nafsun syai`a, wa ing kana miṡqala ḥabbatim min khardalin ataina biha, wa kafa bina ḥasibīn
Arti Terjemahan : Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.


QS. Al Anbiya’ Ayat 48

ۙوَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاۤءً وَّذِكْرًا لِّلْمُتَّقِيْنَ

wa laqad ataina mụsa wa harụnal-furqana wa ḍiya`aw wa żikral lil-muttaqīn
Arti Terjemahan : Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.


QS. Al Anbiya’ Ayat 49

الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُوْنَ

allażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi wa hum minas-sa’ati musyfiqụn
Arti Terjemahan : (Yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat.


QS. Al Anbiya’ Ayat 50

وَهٰذَا ذِكْرٌ مُّبٰرَكٌ اَنْزَلْنٰهُۗ اَفَاَنْتُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ

wa haża żikrum mubarakun anzalnah, a fa antum lahụ mungkirụn
Arti Terjemahan : Dan ini (Al-Qur’an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?


QS. Al Anbiya’ Ayat 51

۞ وَلَقَدْ اٰتَيْنَآ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ

wa laqad ataina ibrahīma rusydahụ ming qablu wa kunna bihī ‘alimīn
Arti Terjemahan : Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia.


QS. Al Anbiya’ Ayat 52

اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا هٰذِهِ التَّمَاثِيْلُ الَّتِيْٓ اَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُوْنَ

iż qala li`abīhi wa qaumihī ma hażihit-tamaṡīlullatī antum laha ‘akifụn
Arti Terjemahan : (Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 53

قَالُوْا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا لَهَا عٰبِدِيْنَ

qalụ wajadna aba`ana laha ‘abidīn
Arti Terjemahan : Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 54

قَالَ لَقَدْ كُنْتُمْ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

qala laqad kuntum antum wa aba`ukum fī ḍalalim mubīn
Arti Terjemahan : Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 55

قَالُوْٓا اَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ اَمْ اَنْتَ مِنَ اللّٰعِبِيْنَ

qalū a ji`tana bil-ḥaqqi am anta minal-la’ibīn
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Apakah engkau da-tang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 56

قَالَ بَلْ رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ الَّذِيْ فَطَرَهُنَّۖ وَاَنَا۠ عَلٰى ذٰلِكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ

qala bar rabbukum rabbus-samawati wal-arḍillażī faṭarahunna wa ana ‘ala żalikum minasy-syahidīn
Arti Terjemahan : Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 57

وَتَاللّٰهِ لَاَكِيْدَنَّ اَصْنَامَكُمْ بَعْدَ اَنْ تُوَلُّوْا مُدْبِرِيْنَ

wa tallahi la`akīdanna aṣnamakum ba’da an tuwallụ mudbirīn
Arti Terjemahan : Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 58

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ

fa ja’alahum jużażan illa kabīral lahum la’allahum ilaihi yarji’ụn
Arti Terjemahan : Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 59

قَالُوْا مَنْ فَعَلَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَآ اِنَّهٗ لَمِنَ الظّٰلِمِيْنَ

qalụ man fa’ala haża bi`alihatina innahụ laminaẓ-ẓalimīn
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 60

 ۗقَالُوْا سَمِعْنَا فَتًى يَّذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهٗٓ اِبْرٰهِيْمُ

qalụ sami’na fatay yażkuruhum yuqalu lahū ibrahīm
Arti Terjemahan : Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 61

قَالُوْا فَأْتُوْا بِهٖ عَلٰٓى اَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ

qalụ fa`tụ bihī ‘ala a’yunin-nasi la’allahum yasy-hadụn
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 62

ۗقَالُوْٓا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَا يٰٓاِبْرٰهِيْمُ

qalū a anta fa’alta haża bi`alihatina ya ibrahīm
Arti Terjemahan : Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 63

قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ

qala bal fa’alahụ kabīruhum haża fas`alụhum ing kanụ yanṭiqụn
Arti Terjemahan : Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 64

 ۙفَرَجَعُوْٓا اِلٰٓى اَنْفُسِهِمْ فَقَالُوْٓا اِنَّكُمْ اَنْتُمُ الظّٰلِمُوْنَ

fa raja’ū ila anfusihim fa qalū innakum antumuẓ-ẓalimụn
Arti Terjemahan : Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, “Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri).”


QS. Al Anbiya’ Ayat 65

ثُمَّ نُكِسُوْا عَلٰى رُءُوْسِهِمْۚ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هٰٓؤُلَاۤءِ يَنْطِقُوْنَ

ṡumma nukisụ ‘ala ru`ụsihim, laqad ‘alimta ma ha`ula`i yanṭiqụn
Arti Terjemahan : Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 66

 ۗقَالَ اَفَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يَضُرُّكُمْ

qala a fa ta’budụna min dụnillahi ma la yanfa’ukum syai`aw wa la yaḍurrukum
Arti Terjemahan : Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?


QS. Al Anbiya’ Ayat 67

اُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗاَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

uffil lakum wa lima ta’budụna min dụnillah, a fa la ta’qilụn
Arti Terjemahan : Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 68

قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ

qalụ ḥarriqụhu wanṣurū alihatakum ing kuntum fa’ilīn
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 69

ۙقُلْنَا يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

qulna ya naru kụnī bardaw wa salaman ‘ala ibrahīm
Arti Terjemahan : Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”


QS. Al Anbiya’ Ayat 70

 ۚوَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَ

wa aradụ bihī kaidan fa ja’alnahumul-akhsarīn
Arti Terjemahan : Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.


QS. Al Anbiya’ Ayat 71

وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ

wa najjainahu wa lụṭan ilal-arḍillatī barakna fīha lil-‘alamīn
Arti Terjemahan : Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.


QS. Al Anbiya’ Ayat 72

وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ نَافِلَةً ۗوَكُلًّا جَعَلْنَا صٰلِحِيْنَ

wa wahabna lahū is-ḥaqa wa ya’qụba nafilah, wa kullan ja’alna ṣaliḥīn
Arti Terjemahan : Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh.


QS. Al Anbiya’ Ayat 73

 ۙوَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَ

wa ja’alnahum a`immatay yahdụna bi`amrina wa auḥaina ilaihim fi’lal-khairati wa iqamaṣ-ṣalati wa īta`az-zakah, wa kanụ lana ‘abidīn
Arti Terjemahan : Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.


QS. Al Anbiya’ Ayat 74

وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰۤىِٕثَ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَۙ

wa lụṭan atainahu ḥukmaw wa ‘ilmaw wa najjainahu minal-qaryatillatī kanat ta’malul-khaba`iṡ, innahum kanụ qauma sau`in fasiqīn
Arti Terjemahan : Kepada Lut, Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik.


QS. Al Anbiya’ Ayat 75

وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

wa adkhalnahu fī raḥmatina, innahụ minaṣ-ṣaliḥīn
Arti Terjemahan : Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh.


QS. Al Anbiya’ Ayat 76

 ۚوَنُوْحًا اِذْ نَادٰى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ

wa nụḥan iż nada ming qablu fastajabna lahụ fa najjainahu wa ahlahụ minal-karbil-‘aẓīm
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar.


QS. Al Anbiya’ Ayat 77

وَنَصَرْنٰهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَ

wa naṣarnahu minal-qaumillażīna każżabụ bi`ayatina, innahum kanụ qauma sau`in fa agraqnahum ajma’īn
Arti Terjemahan : Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 78

 ۖوَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ

wa dawụda wa sulaimana iż yaḥkumani fil-ḥarṡi iż nafasyat fīhi ganamul-qaụm, wa kunna liḥukmihim syahidīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.


QS. Al Anbiya’ Ayat 79

فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ

fa fahhamnaha sulaiman, wa kullan ataina ḥukmaw wa ‘ilmaw wa sakhkharna ma’a dawụdal-jibala yusabbiḥna waṭ-ṭaīr, wa kunna fa’ilīn
Arti Terjemahan : Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 80

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْۚ فَهَلْ اَنْتُمْ شَاكِرُوْنَ

wa ‘allamnahu ṣan’ata labụsil lakum lituhṣinakum mim ba`sikum, fa hal antum syakirụn
Arti Terjemahan : Dan Kami ajarkan (pula) kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperangan. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?


QS. Al Anbiya’ Ayat 81

وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ

wa lisulaimanar-rīḥa ‘aṣifatan tajrī bi`amrihī ilal-arḍillatī barakna fīha, wa kunna bikulli syai`in ‘alimīn
Arti Terjemahan : Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.


QS. Al Anbiya’ Ayat 82

 ۙوَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ

wa minasy-syayaṭīni may yagụṣụna lahụ wa ya’malụna ‘amalan dụna żalik, wa kunna lahum ḥafiẓīn
Arti Terjemahan : Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu.


QS. Al Anbiya’ Ayat 83

۞ ۚوَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

wa ayyụba iż nada rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-raḥimīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 84

ۚفَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ

fastajabna lahụ fa kasyafna ma bihī min ḍurriw wa atainahu ahlahụ wa miṡlahum ma’ahum raḥmatam min ‘indina wa żikra lil-‘abidīn
Arti Terjemahan : Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.


QS. Al Anbiya’ Ayat 85

 ۙوَاِسْمٰعِيْلَ وَاِدْرِيْسَ وَذَا الْكِفْلِۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيْنَ

wa isma’īla wa idrīsa wa żal-kifl, kullum minaṣ-ṣabirīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar.


QS. Al Anbiya’ Ayat 86

وَاَدْخَلْنٰهُمْ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهُمْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

wa adkhalnahum fī raḥmatina, innahum minaṣ-ṣaliḥīn
Arti Terjemahan : Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh.


QS. Al Anbiya’ Ayat 87

 ۚوَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

wa żan-nụni iż żahaba mugaḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nada fiẓ-ẓulumati al la ilaha illa anta sub-ḥanaka innī kuntu minaẓ-ẓalimīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 88

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

fastajabna lahụ wa najjainahu minal-gamm, wa każalika nunjil-mu`minīn
Arti Terjemahan : Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.


QS. Al Anbiya’ Ayat 89

ۚوَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

wa zakariyya iż nada rabbahụ rabbi la tażarnī fardaw wa anta khairul-wariṡīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.


QS. Al Anbiya’ Ayat 90

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ

fastajabna lahụ wa wahabna lahụ yaḥya wa aṣlaḥna lahụ zaujah, innahum kanụ yusari’ụna fil-khairati wa yad’ụnana ragabaw wa rahaba, wa kanụ lana khasyi’īn
Arti Terjemahan : Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.


QS. Al Anbiya’ Ayat 91

وَالَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

wallatī aḥṣanat farjaha fa nafakhna fīha mir rụḥina wa ja’alnaha wabnaha ayatal lil-‘alamīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.


QS. Al Anbiya’ Ayat 92

اِنَّ هٰذِهٖٓ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةًۖ وَّاَنَا۠ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ

inna hażihī ummatukum ummataw waḥidataw wa ana rabbukum fa’budụn
Arti Terjemahan : Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.


QS. Al Anbiya’ Ayat 93

وَتَقَطَّعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْۗ كُلٌّ اِلَيْنَا رَاجِعُوْنَ

wa taqaṭṭa’ū amrahum bainahum, kullun ilaina raji’ụn
Arti Terjemahan : Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami.


QS. Al Anbiya’ Ayat 94

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖۚ وَاِنَّا لَهٗ كَاتِبُوْنَ

fa may ya’mal minaṣ-ṣaliḥati wa huwa mu`minun fa la kufrana lisa’yih, wa inna lahụ katibụn
Arti Terjemahan : Barangsiapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 95

وَحَرَامٌ عَلٰى قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَآ اَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ

wa ḥaramun ‘ala qaryatin ahlaknaha annahum la yarji’ụn
Arti Terjemahan : Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).


QS. Al Anbiya’ Ayat 96

حَتّٰىٓ اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ

ḥatta iża futiḥat ya`jụju wa ma`jụju wa hum ming kulli ḥadabiy yansilụn
Arti Terjemahan : Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.


QS. Al Anbiya’ Ayat 97

وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَاِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ اَبْصَارُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

waqtarabal-wa’dul-ḥaqqu fa iża hiya syakhiṣatun abṣarullażīna kafarụ, ya wailana qad kunna fī gaflatim min haża bal kunna ẓalimīn
Arti Terjemahan : Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), ”Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 98

اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَنَّمَۗ اَنْتُمْ لَهَا وَارِدُوْنَ

innakum wa ma ta’budụna min dụnillahi ḥaṣabu jahannam, antum laha waridụn
Arti Terjemahan : Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 99

لَوْ كَانَ هٰٓؤُلَاۤءِ اٰلِهَةً مَّا وَرَدُوْهَاۗ وَكُلٌّ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

lau kana ha`ula`i alihatam ma waradụha, wa kullun fīha khalidụn
Arti Terjemahan : Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 100

لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّهُمْ فِيْهَا لَا يَسْمَعُوْنَ

lahum fīha zafīruw wa hum fīha la yasma’ụn
Arti Terjemahan : Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka), dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar.


QS. Al Anbiya’ Ayat 101

 ۙاِنَّ الَّذِيْنَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِّنَّا الْحُسْنٰىٓۙ اُولٰۤىِٕكَ عَنْهَا مُبْعَدُوْنَ

innallażīna sabaqat lahum minnal-ḥusna ula`ika ‘an-ha mub’adụn
Arti Terjemahan : Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka).


QS. Al Anbiya’ Ayat 102

ۚلَا يَسْمَعُوْنَ حَسِيْسَهَاۚ وَهُمْ فِيْ مَا اشْتَهَتْ اَنْفُسُهُمْ خٰلِدُوْنَ

la yasma’ụna ḥasīsaha, wa hum fī masytahat anfusuhum khalidụn
Arti Terjemahan : Mereka tidak mendengar bunyi desis (api neraka), dan mereka kekal dalam (menikmati) semua yang mereka ingini.


QS. Al Anbiya’ Ayat 103

لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْاَكْبَرُ وَتَتَلَقّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُۗ هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

la yaḥzunuhumul-faza’ul-akbaru wa tatalaqqahumul-mala`ikah, haża yaumukumullażī kuntum tụ’adụn
Arti Terjemahan : Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 104

يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِۗ كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗۗ وَعْدًا عَلَيْنَاۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ

yauma naṭwis-sama`a kaṭayyis-sijilli lil-kutub, kama bada`na awwala khalqin nu’īduh, wa’dan ‘alaina, inna kunna fa’ilīn
Arti Terjemahan : (Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya.


QS. Al Anbiya’ Ayat 105

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ

wa laqad katabna fiz-zabụri mim ba’diż-żikri annal-arḍa yariṡuha ‘ibadiyaṣ-ṣaliḥụn
Arti Terjemahan : Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.


QS. Al Anbiya’ Ayat 106

 ۗاِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ

inna fī haża labalagal liqaumin ‘abidīn
Arti Terjemahan : Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur’an) ini, benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah).


QS. Al Anbiya’ Ayat 107

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

wa ma arsalnaka illa raḥmatal lil-‘alamīn
Arti Terjemahan : Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.


QS. Al Anbiya’ Ayat 108

قُلْ اِنَّمَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

qul innama yụḥa ilayya annama ilahukum ilahuw waḥid, fa hal antum muslimụn
Arti Terjemahan : Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?”


QS. Al Anbiya’ Ayat 109

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ اٰذَنْتُكُمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ وَاِنْ اَدْرِيْٓ اَقَرِيْبٌ اَمْ بَعِيْدٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ

fa in tawallau fa qul ażantukum ‘ala sawa`, wa in adrī a qarībun am ba’īdum ma tụ’adụn
Arti Terjemahan : Maka jika mereka berpaling, maka katakanlah (Muhammad), “Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.”


QS. Al Anbiya’ Ayat 110

اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُوْنَ

innahụ ya’lamul-jahra minal-qauli wa ya’lamu ma taktumụn
Arti Terjemahan : Sungguh, Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan.


QS. Al Anbiya’ Ayat 111

وَاِنْ اَدْرِيْ لَعَلَّهٗ فِتْنَةٌ لَّكُمْ وَمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ

wa in adrī la’allahụ fitnatul lakum wa mata’un ila ḥīn
Arti Terjemahan : Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan.


QS. Al Anbiya’ Ayat 112

قَالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

qala rabbiḥkum bil-ḥaqq, wa rabbunar-raḥmanul-musta’anu ‘ala ma taṣifụn
Arti Terjemahan : Dia (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”

Surah Sebelumnya:
Surat Taha
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat al hajj
Surah 021