Surat Al Isra’

bacaan surat al isra’ dan terjemahan artinya lengkap mp3 per ayat atau perkata surah untuk panduan tajwid atau bisa untuk panduan makhrojul huruf yang benar di setiap ayat, kemudian manfaat atau khasiat dari audio ini bukan hanya itu saja, sobat bisa pergunakan sebagai panduan ketika ingin baca al quran dengan nada merdu.

seperti pada surat surat sebelumnya yang menjelaskan sedikit informasi surat, contohnya pada pembahasan surat ibrahim.

disini kami akan sedikit membahas info dari surat al isra’ untuk sobat ketahui.

dalam bahasa indonesia, arti atau makna dari surat al isra’ adalah “perjalanan diwaktu malam”, asbabun nuzul nama surat ini diambil dari kisah isra terhadap riwayat bani israel.

dalam surat ini terdapat banyak sekali fadhilah atau keutamaan yang bisa kita petik sebagai pelajaran, dan untuk selengkapnya silahkan sobat pelajari tafsir surat ini dengan bimbingan para ustadz ahli tafsir yang mampu jelaskan kandungan surat ini.

tujuannya agar nantinya sobat tidak salah dalam pengartian atau pengamalan isi kandungan surat.

kemudian sobat jangan berhenti belajar ilmu tafsir al quran disatu surat saja, melainkan pelajari juga untuk surat lainnya seperti surat ar rad, surat yusuf dan lain sebagainya agar keilmuan kita semakin banyak serta luas.

selain bacaan surat al isra’ arab latin dan terjemahannya, disini kami akan memberikan audio murottal kepada sobat yang bisa anda download melalui link dibawah pemutar suara.

dan berikut ini adalah tabel rangkuman keterangan atau informasi dari surat al isra’ yang bisa sobat pelajari sebagai tambahan ilmu pada kesempatan kali ini.

informasi surat al isra
arti namaperjalanan malam
golongan suratmakkiyah
nama lainnyabani israel (keturunan isra’il)
nomor suratsurat ke 17
letak juzjuz ke 15
total ayat111 ayat
ayat sajdah107
surat sebelumnyasurat an nahl
surat setelahnyasurat al kahfi

Bacaan Surat Al Isra’ Dan Terjemahannya

Murottal Surah Al Isra’ Full


Basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Al Isra’ Ayat 1

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

sub-ḥanallażi asra bi’abdihi lailam minal-masjidil-ḥarami ilal-masjidil-aqṣallażi barakna ḥaulahụ linuriyahụ min ayatina, innahụ huwas-sami’ul-baṣir
Arti Terjemahannya : Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.


QS. Al Isra’ Ayat 2

وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ

wa ataina mụsal-kitaba wa ja’alnahu hudal libani isra`ila alla tattakhiżụ min dụni wakila
Arti Terjemahannya : Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku.


QS. Al Isra’ Ayat 3

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۗ اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا

żurriyyata man ḥamalna ma’a nụḥ, innahụ kana ‘abdan syakụra
Arti Terjemahannya : (Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”


QS. Al Isra’ Ayat 4

وَقَضَيْنَآ اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ فِى الْكِتٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى الْاَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيْرًا

wa qaḍaina ila bani isra`ila fil-kitabi latufsidunna fil-arḍi marrataini wa lata’lunna ‘uluwwang kabira
Arti Terjemahannya : Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”


QS. Al Isra’ Ayat 5

فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا

fa iża ja`a wa’du ụlahuma ba’aṡna ‘alaikum ‘ibadal lana uli ba`sin syadidin fa jasụ khilalad-diyar, wa kana wa’dam maf’ụla
Arti Terjemahannya : Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.


QS. Al Isra’ Ayat 6

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَاَمْدَدْنٰكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا

ṡumma radadna lakumul-karrata ‘alaihim wa amdadnakum bi`amwaliw wa banina wa ja’alnakum akṡara nafira
Arti Terjemahannya : Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.


QS. Al Isra’ Ayat 7

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

in aḥsantum aḥsantum li`anfusikum, wa in asa`tum fa laha, fa iża ja`a wa’dul-akhirati liyasū`ụ wujụhakum wa liyadkhulul-masjida kama dakhalụhu awwala marratiw wa liyutabbirụ ma ‘alau tatbira
Arti Terjemahannya : Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.


QS. Al Isra’ Ayat 8

عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْۚ وَاِنْ عُدْتُّمْ عُدْنَاۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا

‘asa rabbukum ay yar-ḥamakum, wa in ‘uttum ‘udna, wa ja’alna jahannama lil-kafirina ḥaṣira
Arti Terjemahannya : Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang kafir.


QS. Al Isra’ Ayat 9

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

inna hażal-qur`ana yahdi lillati hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu`mininallażina ya’malụnaṣ-ṣaliḥati anna lahum ajrang kabira
Arti Terjemahannya : Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,


QS. Al Isra’ Ayat 10

وَّاَنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا

wa annallażina la yu`minụna bil-akhirati a’tadna lahum ‘ażaban alima
Arti Terjemahannya : dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.


QS. Al Isra’ Ayat 11

وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا

wa yad’ul-insanu bisy-syarri du’a`ahụ bil-khair, wa kanal-insanu ‘ajụla
Arti Terjemahannya : Dan Manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa.


QS. Al Isra’ Ayat 12

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا

wa ja’alnal-laila wan-nahara ayataini fa maḥauna ayatal-laili wa ja’alna ayatan-nahari mubṣiratal litabtagụ faḍlam mir rabbikum wa lita’lamụ ‘adadas-sinina wal-ḥisab, wa kulla syai`in faṣṣalnahu tafṣila
Arti Terjemahannya : Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.


QS. Al Isra’ Ayat 13

وَكُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنٰهُ طٰۤىِٕرَهٗ فِيْ عُنُقِهٖۗ وَنُخْرِجُ لَهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ كِتٰبًا يَّلْقٰىهُ مَنْشُوْرًا

wa kulla insanin alzamnahu ṭa`irahụ fi ‘unuqih, wa nukhriju lahụ yaumal-qiyamati kitabay yalqahu mansyụra
Arti Terjemahannya : Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.


QS. Al Isra’ Ayat 14

اِقْرَأْ كِتَابَكَۗ كَفٰى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًاۗ

iqra` kitabak, kafa binafsikal-yauma ‘alaika ḥasiba
Arti Terjemahannya : “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.”


QS. Al Isra’ Ayat 15

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا

manihtada fa innama yahtadi linafsih, wa man ḍalla fa innama yaḍillu ‘alaiha, wa la taziru waziratuw wizra ukhra, wa ma kunna mu’ażżibina ḥatta nab’aṡa rasụla
Arti Terjemahannya : Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.


QS. Al Isra’ Ayat 16

وَاِذَآ اَرَدْنَآ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا

wa iża aradna an nuhlika qaryatan amarna mutrafiha fa fasaqụ fiha fa ḥaqqa ‘alaihal-qaulu fa dammarnaha tadmira
Arti Terjemahannya : Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).


QS. Al Isra’ Ayat 17

وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْۢ بَعْدِ نُوْحٍۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا

wa kam ahlakna minal-qurụni mim ba’di nụḥ, wa kafa birabbika biżunụbi ‘ibadihi khabiram baṣira
Arti Terjemahannya : Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.


QS. Al Isra’ Ayat 18

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَاۤءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَۚ يَصْلٰىهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا

mang kana yuridul-‘ajilata ‘ajjalna lahụ fiha ma nasya`u liman nuridu ṡumma ja’alna lahụ jahannam, yaṣlaha mażmụmam mad-ḥụra
Arti Terjemahannya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.


QS. Al Isra’ Ayat 19

وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا

wa man aradal-akhirata wa sa’a laha sa’yaha wa huwa mu`minun fa ula`ika kana sa’yuhum masykụra
Arti Terjemahannya : Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.


QS. Al Isra’ Ayat 20

كُلًّا نُّمِدُّ هٰٓؤُلَاۤءِ وَهٰٓؤُلَاۤءِ مِنْ عَطَاۤءِ رَبِّكَ ۗوَمَا كَانَ عَطَاۤءُ رَبِّكَ مَحْظُوْرًا

kullan numiddu ha`ula`i wa ha`ula`i min ‘aṭa`i rabbik, wa ma kana ‘aṭa`u rabbika maḥẓụra
Arti Terjemahannya : Kepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.


QS. Al Isra’ Ayat 21

اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ وَلَلْاٰخِرَةُ اَكْبَرُ دَرَجٰتٍ وَّاَكْبَرُ تَفْضِيْلًا

unẓur kaifa faḍḍalna ba’ḍahum ‘ala ba’ḍ, wa lal-akhiratu akbaru darajatiw wa akbaru tafḍila
Arti Terjemahannya : Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaan.


QS. Al Isra’ Ayat 22

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوْمًا مَّخْذُوْلًا

la taj’al ma’allahi ilahan akhara fa taq’uda mażmụmam makhżụla
Arti Terjemahannya : Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina.


QS. Al Isra’ Ayat 23

 وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا

۞تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

wa qaḍa rabbuka alla ta’budū illa iyyahu wa bil-walidaini iḥsana, imma yabluganna ‘indakal-kibara aḥaduhuma au kilahuma fa la taqul lahuma uffiw wa la tan-har-huma wa qul lahuma qaulang karima
Arti Terjemahannya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.


QS. Al Isra’ Ayat 24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

wakhfiḍ lahuma janaḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-huma kama rabbayani ṣagira
Arti Terjemahannya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”


QS. Al Isra’ Ayat 25

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا

rabbukum a’lamu bima fi nufụsikum, in takụnụ ṣaliḥina fa innahụ kana lil-awwabina gafụra
Arti Terjemahannya : Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.


QS. Al Isra’ Ayat 26

وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا

wa ati żal-qurba ḥaqqahụ wal-miskina wabnas-sabili wa la tubażżir tabżira
Arti Terjemahannya : Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.


QS. Al Isra’ Ayat 27

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

innal-mubażżirina kanū ikhwanasy-syayaṭin, wa kanasy-syaiṭanu lirabbihi kafụra
Arti Terjemahannya : Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.


QS. Al Isra’ Ayat 28

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا

wa imma tu’riḍanna ‘an-humubtiga`a raḥmatim mir rabbika tarjụha fa qul lahum qaulam maisụra
Arti Terjemahannya : Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.


QS. Al Isra’ Ayat 29

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا

wa la taj’al yadaka maglụlatan ila ‘unuqika wa la tabsuṭ-ha kullal-basṭi fa taq’uda malụmam maḥsụra
Arti Terjemahannya : Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.


QS. Al Isra’ Ayat 30

اِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا

inna rabbaka yabsuṭur-rizqa limay yasya`u wa yaqdir, innahụ kana bi’ibadihi khabiram baṣira
Arti Terjemahannya : Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.


QS. Al Isra’ Ayat 31

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا

wa la taqtulū auladakum khasy-yata imlaq, naḥnu narzuquhum wa iyyakum, inna qatlahum kana khiṭ`ang kabira
Arti Terjemahannya : Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.


QS. Al Isra’ Ayat 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

wa la taqrabuz-zina innahụ kana faḥisyah, wa sa`a sabila
Arti Terjemahannya : Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.


QS. Al Isra’ Ayat 33

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهٖ سُلْطٰنًا فَلَا يُسْرِفْ فِّى الْقَتْلِۗ اِنَّهٗ كَانَ مَنْصُوْرًا

wa la taqtulun-nafsallati ḥarramallahu illa bil-ḥaqq, wa mang qutila maẓlụman fa qad ja’alna liwaliyyihi sulṭanan fa la yusrif fil-qatl, innahụ kana manṣụra
Arti Terjemahannya : Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.


QS. Al Isra’ Ayat 34

وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗۖ وَاَوْفُوْا بِالْعَهْدِۖ اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔوْلًا

wa la taqrabụ malal-yatimi illa billati hiya aḥsanu ḥatta yabluga asyuddahụ wa aufụ bil-‘ahdi innal-‘ahda kana mas`ụla
Arti Terjemahannya : Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.


QS. Al Isra’ Ayat 35

وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

wa auful-kaila iża kiltum wazinụ bil-qisṭasil-mustaqim, żalika khairuw wa aḥsanu ta`wila
Arti Terjemahannya : Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.


QS. Al Isra’ Ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

wa la taqfu ma laisa laka bihi ‘ilm, innas-sam’a wal-baṣara wal-fu`ada kullu ula`ika kana ‘an-hu mas`ụla
Arti Terjemahannya : Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.


QS. Al Isra’ Ayat 37

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

wa la tamsyi fil-arḍi maraḥa, innaka lan takhriqal-arḍa wa lan tablugal-jibala ṭụla
Arti Terjemahannya : Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.


QS. Al Isra’ Ayat 38

كُلُّ ذٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهٗ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوْهًا

kullu żalika kana sayyi`uhụ ‘inda rabbika makrụha
Arti Terjemahannya : Semua itu kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu.


QS. Al Isra’ Ayat 39

ذٰلِكَ مِمَّآ اَوْحٰٓى اِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتُلْقٰى فِيْ جَهَنَّمَ مَلُوْمًا مَّدْحُوْرًا

żalika mimma auḥa ilaika rabbuka minal-ḥikmah, wa la taj’al ma’allahi ilahan akhara fa tulqa fi jahannama malụmam mad-ḥụra
Arti Terjemahannya : Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).


QS. Al Isra’ Ayat 40

اَفَاَصْفٰىكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِيْنَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنَاثًاۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا

a fa aṣfakum rabbukum bil-banina wattakhaża minal-mala`ikati inaṡa, innakum lataqụlụna qaulan ‘aẓima
Arti Terjemahannya : Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya).


QS. Al Isra’ Ayat 41

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِيَذَّكَّرُوْاۗ وَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا نُفُوْرًا

wa laqad ṣarrafna fi hażal-qur`ani liyażżakkarụ, wa ma yaziduhum illa nufụra
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, dalam Al-Qur’an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran).


QS. Al Isra’ Ayat 42

قُلْ لَّوْ كَانَ مَعَهٗ ٓ اٰلِهَةٌ كَمَا يَقُوْلُوْنَ اِذًا لَّابْتَغَوْا اِلٰى ذِى الْعَرْشِ سَبِيْلًا

qul lau kana ma’ahū alihatung kama yaqụlụna iżal labtagau ila żil-‘arsyi sabila
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”


QS. Al Isra’ Ayat 43

سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يَقُوْلُوْنَ عُلُوًّا كَبِيْرًا

sub-ḥanahụ wa ta’ala ‘amma yaqụlụna ‘uluwwang kabira
Arti Terjemahannya : Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, luhur dan agung (tidak ada bandingannya).


QS. Al Isra’ Ayat 44

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

tusabbiḥu lahus-samawatus-sab’u wal-arḍu wa man fihinn, wa im min syai`in illa yusabbiḥu biḥamdihi wa lakil la tafqahụna tasbiḥahum, innahụ kana ḥaliman gafụra
Arti Terjemahannya : Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.


QS. Al Isra’ Ayat 45

وَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُوْرًاۙ

wa iża qara`tal-qur`ana ja’alna bainaka wa bainallażina la yu`minụna bil-akhirati ḥijabam mastụra
Arti Terjemahannya : Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur’an, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,


QS. Al Isra’ Ayat 46

وَّجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًاۗ وَاِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى الْقُرْاٰنِ وَحْدَهٗ وَلَّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِهِمْ نُفُوْرًا

wa ja’alna ‘ala qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fi ażanihim waqra, wa iża żakarta rabbaka fil-qur`ani waḥdahụ wallau ‘ala adbarihim nufụra
Arti Terjemahannya : Dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur’an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).


QS. Al Isra’ Ayat 47

نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُوْنَ بِهٖٓ اِذْ يَسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ وَاِذْ هُمْ نَجْوٰٓى اِذْ يَقُوْلُ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا

naḥnu a’lamu bima yastami’ụna bihi iż yastami’ụna ilaika wa iż hum najwa iż yaqụluẓ-ẓalimụna in tattabi’ụna illa rajulam mas-ḥụra
Arti Terjemahannya : Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”


QS. Al Isra’ Ayat 48

اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا

unẓur kaifa ḍarabụ lakal-amṡala fa ḍallụ fa la yastaṭi’ụna sabila
Arti Terjemahannya : Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).


QS. Al Isra’ Ayat 49

وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا

wa qalū a iża kunna ‘iẓamaw wa rufatan a inna lamab’ụṡụna khalqan jadida
Arti Terjemahannya : Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”


QS. Al Isra’ Ayat 50

۞ قُلْ كُوْنُوْا حِجَارَةً اَوْ حَدِيْدًاۙ

qul kụnụ ḥijaratan au ḥadida
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Jadilah kamu batu atau besi,


QS. Al Isra’ Ayat 51

اَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِيْ صُدُوْرِكُمْ ۚفَسَيَقُوْلُوْنَ مَنْ يُّعِيْدُنَاۗ قُلِ الَّذِيْ فَطَرَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۗ فَسَيُنْغِضُوْنَ اِلَيْكَ رُءُوْسَهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هُوَۗ قُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ قَرِيْبًا

au khalqam mimma yakburu fi ṣudụrikum, fa sayaqụlụna may yu’iduna, qulillażi faṭarakum awwala marrah, fa sayun-giḍụna ilaika ru`ụsahum wa yaqụlụna mata huw, qul ‘asa ay yakụna qariba
Arti Terjemahannya : atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, “Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barang kali waktunya sudah dekat,”


QS. Al Isra’ Ayat 52

يَوْمَ يَدْعُوْكُمْ فَتَسْتَجِيْبُوْنَ بِحَمْدِهٖ وَتَظُنُّوْنَ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا

yauma yad’ụkum fa tastajibụna biḥamdihi wa taẓunnụna il labiṡtum illa qalila
Arti Terjemahannya : yaitu pada hari (ketika) Dia memanggil kamu, dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, (rasanya) hanya sebentar saja kamu berdiam (di dalam kubur).


QS. Al Isra’ Ayat 53

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

wa qul li’ibadi yaqụlullati hiya aḥsan, innasy-syaiṭana yanzagu bainahum, innasy-syaiṭana kana lil-insani ‘aduwwam mubina
Arti Terjemahannya : Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.


QS. Al Isra’ Ayat 54

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِكُمْ اِنْ يَّشَأْ يَرْحَمْكُمْ اَوْ اِنْ يَّشَأْ يُعَذِّبْكُمْۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ وَكِيْلًا

rabbukum a’lamu bikum iy yasya` yar-ḥamkum au iy yasya` yu’ażżibkum, wa ma arsalnaka ‘alaihim wakila
Arti Terjemahannya : Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia menghendaki, pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka.


QS. Al Isra’ Ayat 55

وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا

wa rabbuka a’lamu biman fis-samawati wal-arḍ, wa laqad faḍḍalna ba’ḍan-nabiyyina ‘ala ba’ḍiw wa ataina dawụda zabụra
Arti Terjemahannya : Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.


QS. Al Isra’ Ayat 56

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ فَلَا يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيْلًا

qulid’ullażina za’amtum min dụnihi fa la yamlikụna kasyfaḍ-ḍurri ‘angkum wa la taḥwila
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya.”


QS. Al Isra’ Ayat 57

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهٗ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهٗۗ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا

ula`ikallażina yad’ụna yabtagụna ila rabbihimul-wasilata ayyuhum aqrabu wa yarjụna raḥmatahụ wa yakhafụna ‘ażabah, inna ‘ażaba rabbika kana maḥżụra
Arti Terjemahannya : Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.”


QS. Al Isra’ Ayat 58

وَاِنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوْهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ اَوْ مُعَذِّبُوْهَا عَذَابًا شَدِيْدًاۗ كَانَ ذٰلِكَ فىِ الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا

wa im ming qaryatin illa naḥnu muhlikụha qabla yaumil-qiyamati au mu’ażżibụha ‘ażaban syadida, kana żalika fil-kitabi masṭụra
Arti Terjemahannya : Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh).


QS. Al Isra’ Ayat 59

وَمَا مَنَعَنَآ اَنْ نُّرْسِلَ بِالْاٰيٰتِ اِلَّآ اَنْ كَذَّبَ بِهَا الْاَوَّلُوْنَۗ وَاٰتَيْنَا ثَمُوْدَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوْا بِهَاۗ وَمَا نُرْسِلُ بِالْاٰيٰتِ اِلَّا تَخْوِيْفًا

wa ma mana’ana an nursila bil-ayati illa ang każżaba bihal-awwalụn, wa ataina ṡamụdan-naqata mubṣiratan fa ẓalamụ biha, wa ma nursilu bil-ayati illa takhwifa
Arti Terjemahannya : Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.


QS. Al Isra’ Ayat 60

وَاِذْ قُلْنَا لَكَ اِنَّ رَبَّكَ اَحَاطَ بِالنَّاسِۗ وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِيْٓ اَرَيْنٰكَ اِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُوْنَةَ فِى الْقُرْاٰنِ ۗ وَنُخَوِّفُهُمْۙ فَمَا يَزِيْدُهُمْ اِلَّا طُغْيَانًا كَبِيْرًا

wa iż qulna laka inna rabbaka aḥaṭa bin-nas, wa ma ja’alnar-ru`yallati arainaka illa fitnatal lin-nasi wasy-syajaratal-mal’ụnata fil-qur`an, wa nukhawwifuhum fa ma yaziduhum illa ṭugyanang kabira
Arti Terjemahannya : Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, “Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.


QS. Al Isra’ Ayat 61

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ قَالَ ءَاَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِيْنًاۚ

wa iż qulna lil-mala`ikatisjudụ li`adama fa sajadū illa iblis, qala a asjudu liman khalaqta ṭina
Arti Terjemahannya : Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” lalu mereka sujud, kecuali Iblis. Ia (Iblis) berkata, “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”


QS. Al Isra’ Ayat 62

قَالَ اَرَاَيْتَكَ هٰذَا الَّذِيْ كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَىِٕنْ اَخَّرْتَنِ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَاَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهٗٓ اِلَّا قَلِيْلًا

qala a ra`aitaka hażallażi karramta ‘alayya la`in akhkhartani ila yaumil-qiyamati la`aḥtanikanna żurriyyatahū illa qalila
Arti Terjemahannya : Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.”


QS. Al Isra’ Ayat 63

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَاِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاۤؤُكُمْ جَزَاۤءً مَّوْفُوْرًا

qalaż-hab fa man tabi’aka min-hum fa inna jahannama jaza`ukum jaza`am maufụra
Arti Terjemahannya : Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup.


QS. Al Isra’ Ayat 64

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَاَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ وَعِدْهُمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا

wastafziz manistaṭa’ta min-hum biṣautika wa ajlib ‘alaihim bikhailika wa rajilika wa syarik-hum fil-amwali wal-auladi wa ‘id-hum, wa ma ya’iduhumusy-syaiṭanu illa gurụra
Arti Terjemahannya : Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.


QS. Al Isra’ Ayat 65

اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا

inna ‘ibadi laisa laka ‘alaihim sulṭan, wa kafa birabbika wakila
Arti Terjemahannya : “Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.”


QS. Al Isra’ Ayat 66

رَبُّكُمُ الَّذِيْ يُزْجِيْ لَكُمُ الْفُلْكَ فِى الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

rabbukumullażi yuzji lakumul-fulka fil-baḥri litabtagụ min faḍlih, innahụ kana bikum raḥima
Arti Terjemahannya : Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu.


QS. Al Isra’ Ayat 67

وَاِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُوْنَ اِلَّآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ اِلَى الْبَرِّ اَعْرَضْتُمْۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ كَفُوْرًا

wa iża massakumuḍ-ḍurru fil-baḥri ḍalla man tad’ụna illa iyyah, fa lamma najjakum ilal-barri a’raḍtum, wa kanal-insanu kafụra
Arti Terjemahannya : Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (bi-asa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).


QS. Al Isra’ Ayat 68

 ۙاَفَاَمِنْتُمْ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ اَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوْا لَكُمْ وَكِيْلًا

a fa amintum ay yakhsifa bikum janibal-barri au yursila ‘alaikum ḥaṣiban ṡumma la tajidụ lakum wakila
Arti Terjemahannya : Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun,


QS. Al Isra’ Ayat 69

اَمْ اَمِنْتُمْ اَنْ يُّعِيْدَكُمْ فِيْهِ تَارَةً اُخْرٰى فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِّنَ الرِّيْحِ فَيُغْرِقَكُمْ بِمَا كَفَرْتُمْۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوْا لَكُمْ عَلَيْنَا بِهٖ تَبِيْعًا

am amintum ay yu’idakum fihi taratan ukhra fa yursila ‘alaikum qaṣifam minar-riḥi fa yugriqakum bima kafartum ṡumma la tajidụ lakum ‘alaina bihi tabi’a
Arti Terjemahannya : ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami.


QS. Al Isra’ Ayat 70

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

wa laqad karramna bani adama wa ḥamalnahum fil-barri wal-baḥri wa razaqnahum minaṭ-ṭayyibati wa faḍḍalnahum ‘ala kaṡirim mim man khalaqna tafḍila
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.


QS. Al Isra’ Ayat 71

يَوْمَ نَدْعُوْا كُلَّ اُنَاسٍۢ بِاِمَامِهِمْۚ فَمَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ يَقْرَءُوْنَ كِتٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا

yauma nad’ụ kulla unasim bi`imamihim, fa man ụtiya kitabahụ biyaminihi fa ula`ika yaqra`ụna kitabahum wa la yuẓlamụna fatila
Arti Terjemahannya : (Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.


QS. Al Isra’ Ayat 72

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا

wa mang kana fi hażihi a’ma fa huwa fil-akhirati a’ma wa aḍallu sabila
Arti Terjemahannya : Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).


QS. Al Isra’ Ayat 73

وَاِنْ كَادُوْا لَيَفْتِنُوْنَكَ عَنِ الَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهٗۖ وَاِذًا لَّاتَّخَذُوْكَ خَلِيْلًا

wa ing kadụ layaftinụnaka ‘anillażi auḥaina ilaika litaftariya ‘alaina gairahụ wa iżal lattakhażụka khalila
Arti Terjemahannya : Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.


QS. Al Isra’ Ayat 74

ۙوَلَوْلَآ اَنْ ثَبَّتْنٰكَ لَقَدْ كِدْتَّ تَرْكَنُ اِلَيْهِمْ شَيْـًٔا قَلِيْلًا

walau la an ṡabbatnaka laqad kitta tarkanu ilaihim syai`ang qalila
Arti Terjemahannya : Dan sekiranya Kami tidak memperteguh (hati)mu, niscaya engkau hampir saja condong sedikit kepada mereka.


QS. Al Isra’ Ayat 75

اِذًا لَّاَذَقْنٰكَ ضِعْفَ الْحَيٰوةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيْرًا

iżal la`ażaqnaka ḍi’fal-ḥayati wa ḍi’fal-mamati ṡumma la tajidu laka ‘alaina naṣira
Arti Terjemahannya : Jika demikian, tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) dua kali lipat di dunia ini dan dua kali lipat setelah mati, dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.


QS. Al Isra’ Ayat 76

وَاِنْ كَادُوْا لَيَسْتَفِزُّوْنَكَ مِنَ الْاَرْضِ لِيُخْرِجُوْكَ مِنْهَا وَاِذًا لَّا يَلْبَثُوْنَ خِلٰفَكَ اِلَّا قَلِيْلًا

wa ing kadụ layastafizzụnaka minal-arḍi liyukhrijụka min-ha wa iżal la yalbaṡụna khilafaka illa qalila
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja.


QS. Al Isra’ Ayat 77

سُنَّةَ مَنْ قَدْ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُّسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيْلًا

sunnata mang qad arsalna qablaka mir rusulina wa la tajidu lisunnatina taḥwila
Arti Terjemahannya : (Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.


QS. Al Isra’ Ayat 78

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

aqimiṣ-ṣalata lidulụkisy-syamsi ila gasaqil-laili wa qur`anal-fajr, inna qur`anal-fajri kana masy-hụda
Arti Terjemahannya : Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).


QS. Al Isra’ Ayat 79

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

wa minal-laili fa taḥajjad bihi nafilatal laka ‘asa ay yab’aṡaka rabbuka maqamam maḥmụda
Arti Terjemahannya : Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.


QS. Al Isra’ Ayat 80

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

wa qur rabbi adkhilni mudkhala ṣidqiw wa akhrijni mukhraja ṣidqiw waj’al li mil ladungka sulṭanan naṣira
Arti Terjemahannya : Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).


QS. Al Isra’ Ayat 81

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

wa qul ja`al-ḥaqqu wa zahaqal-baṭilu innal-baṭila kana zahụqa
Arti Terjemahannya : Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.


QS. Al Isra’ Ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

wa nunazzilu minal-qur`ani ma huwa syifa`uw wa raḥmatul lil-mu`minina wa la yaziduẓ-ẓalimina illa khasara
Arti Terjemahannya : Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.


QS. Al Isra’ Ayat 83

وَاِذَآ اَنْعَمْنَا عَلَى الْاِنْسَانِ اَعْرَضَ وَنَاٰ بِجَانِبِهٖۚ وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَـُٔوْسًا

wa iża an’amna ‘alal-insani a’raḍa wa na`a bijanibih, wa iża massahusy-syarru kana ya`ụsa
Arti Terjemahannya : Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.


QS. Al Isra’ Ayat 84

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا

qul kulluy ya’malu ‘ala syakilatih, fa rabbukum a’lamu biman huwa ahda sabila
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.


QS. Al Isra’ Ayat 85

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

wa yas`alụnaka ‘anir-rụḥ, qulir-rụḥu min amri rabbi wa ma ụtitum minal-‘ilmi illa qalila
Arti Terjemahannya : Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”


QS. Al Isra’ Ayat 86

وَلَىِٕنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًاۙ

wa la`in syi`na lanaż-habanna billażi auḥaina ilaika ṡumma la tajidu laka bihi ‘alaina wakila
Arti Terjemahannya : Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,


QS. Al Isra’ Ayat 87

اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَۗ اِنَّ فَضْلَهٗ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيْرًا

illa raḥmatam mir rabbik, inna faḍlahụ kana ‘alaika kabira
Arti Terjemahannya : kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, karunia-Nya atasmu (Muhammad) sangat besar.


QS. Al Isra’ Ayat 88

قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا

qul la`inijtama’atil-insu wal-jinnu ‘ala ay ya`tụ bimiṡli hażal-qur`ani la ya`tụna bimiṡlihi walau kana ba’ḍuhum liba’ḍin ẓahira
Arti Terjemahannya : Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”


QS. Al Isra’ Ayat 89

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍۖ فَاَبٰىٓ اَكْثَرُ النَّاسِ اِلَّا كُفُوْرًا

wa laqad ṣarrafna lin-nasi fi hażal-qur`ani ming kulli maṡalin fa aba akṡarun-nasi illa kufụra
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).


QS. Al Isra’ Ayat 90

وَقَالُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ لَكَ حَتّٰى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْاَرْضِ يَنْۢبُوْعًاۙ

wa qalụ lan nu`mina laka ḥatta tafjura lana minal-arḍi yambụ’a
Arti Terjemahannya : Dan mereka berkata, “Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,


QS. Al Isra’ Ayat 91

اَوْ تَكُوْنَ لَكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًاۙ

au takụna laka jannatum min nakhiliw wa ‘inabin fa tufajjiral-an-hara khilalaha tafjira
Arti Terjemahannya : atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya,


QS. Al Isra’ Ayat 92

اَوْ تُسْقِطَ السَّمَاۤءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا اَوْ تَأْتِيَ بِاللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ قَبِيْلًاۙ

au tusqiṭas-sama`a kama za’amta ‘alaina kisafan au ta`tiya billahi wal-mala`ikati qabila
Arti Terjemahannya : atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,


QS. Al Isra’ Ayat 93

اَوْ يَكُوْنَ لَكَ بَيْتٌ مِّنْ زُخْرُفٍ اَوْ تَرْقٰى فِى السَّمَاۤءِ ۗوَلَنْ نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتّٰى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتٰبًا نَّقْرَؤُهٗۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّيْ هَلْ كُنْتُ اِلَّا بَشَرًا رَّسُوْلًا

au yakụna laka baitum min zukhrufin au tarqa fis-sama`, wa lan nu`mina liruqiyyika ḥatta tunazzila ‘alaina kitaban naqra`uh, qul sub-ḥana rabbi hal kuntu illa basyarar rasụla
Arti Terjemahannya : atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Muhammad), “Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”


QS. Al Isra’ Ayat 94

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰٓى اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اَبَعَثَ اللّٰهُ بَشَرًا رَّسُوْلًا

wa ma mana’an-nasa ay yu`minū iż ja`ahumul-huda illa ang qalū a ba’aṡallahu basyarar rasụla
Arti Terjemahannya : Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya, selain perkataan mereka, “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”


QS. Al Isra’ Ayat 95

قُلْ لَّوْ كَانَ فِى الْاَرْضِ مَلٰۤىِٕكَةٌ يَّمْشُوْنَ مُطْمَىِٕنِّيْنَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَلَكًا رَّسُوْلًا

qul lau kana fil-arḍi mala`ikatuy yamsyụna muṭma`innina lanazzalna ‘alaihim minas-sama`i malakar rasụla
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat, yang berjalan-jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”


QS. Al Isra’ Ayat 96

قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا

qul kafa billahi syahidam baini wa bainakum, innahụ kana bi’ibadihi khabiram baṣira
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”


QS. Al Isra’ Ayat 97

وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّاۗ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا

wa may yahdillahu fa huwal-muhtad, wa may yuḍlil fa lan tajida lahum auliya`a min dụnih, wa naḥsyuruhum yaumal-qiyamati ‘ala wujụhihim ‘umyaw wa bukmaw wa ṣumma, ma`wahum jahannam, kullama khabat zidnahum sa’ira
Arti Terjemahannya : Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.


QS. Al Isra’ Ayat 98

ذٰلِكَ جَزَاۤؤُهُمْ بِاَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا

żalika jaza`uhum bi`annahum kafarụ bi`ayatina wa qalū a iża kunna ‘iẓamaw wa rufatan a inna lamab’ụṡụna khalqan jadida
Arti Terjemahannya : Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”


QS. Al Isra’ Ayat 99

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ قَادِرٌ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ اَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيْهِۗ فَاَبَى

۞الظّٰلِمُوْنَ اِلَّا كُفُوْرًا

a wa lam yarau annallahallażi khalaqas-samawati wal-arḍa qadirun ‘ala ay yakhluqa miṡlahum wa ja’ala lahum ajalal la raiba fih, fa abaẓ-ẓalimụna illa kufụra
Arti Terjemahannya : Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran.


QS. Al Isra’ Ayat 100

قُلْ لَّوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَاۤىِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّيْٓ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِنْفَاقِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ قَتُوْرًا

qul lau antum tamlikụna khaza`ina raḥmati rabbi iżal la`amsaktum khasy-yatal-infaq, wa kanal-insanu qatụra
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir.


QS. Al Isra’ Ayat 101

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى تِسْعَ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ فَسْـَٔلْ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِذْ جَاۤءَهُمْ فَقَالَ لَهٗ فِرْعَوْنُ اِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰمُوْسٰى مَسْحُوْرًا

wa laqad ataina mụsa tis’a ayatim bayyinatin fas`al bani isra`ila iż ja`ahum fa qala lahụ fir’aunu inni la`aẓunnuka ya mụsa mas-ḥụra
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya, “Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir.”


QS. Al Isra’ Ayat 102

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ اَنْزَلَ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ بَصَاۤىِٕرَۚ وَاِنِّيْ لَاَظُنُّكَ يٰفِرْعَوْنُ مَثْبُوْرًا

qala laqad ‘alimta ma anzala ha`ula`i illa rabbus-samawati wal-arḍi baṣa`ir, wa inni la`aẓunnuka ya fir’aunu maṡbụra
Arti Terjemahannya : Dia (Musa) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.”


QS. Al Isra’ Ayat 103

فَاَرَادَ اَنْ يَّسْتَفِزَّهُمْ مِّنَ الْاَرْضِ فَاَغْرَقْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ جَمِيْعًاۙ

fa arada ay yastafizzahum minal-arḍi fa agraqnahu wa mam ma’ahụ jami’a
Arti Terjemahannya : Kemudian dia (Fir‘aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir), maka Kami tenggelamkan dia (Fir‘aun) beserta orang yang bersama dia seluruhnya.


QS. Al Isra’ Ayat 104

وَّقُلْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ لِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اسْكُنُوا الْاَرْضَ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيْفًاۗ

wa qulna mim ba’dihi libani isra`ilaskunul-arḍa fa iża ja`a wa’dul-akhirati ji`na bikum lafifa
Arti Terjemahannya : Dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, “Tinggallah di negeri ini, tetapi apabila masa berbangkit datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur.”


QS. Al Isra’ Ayat 105

وَبِالْحَقِّ اَنْزَلْنٰهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَۗ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا مُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۘ

wa bil-ḥaqqi anzalnahu wa bil-ḥaqqi nazal, wa ma arsalnaka illa mubasysyiraw wa nażira
Arti Terjemahannya : Dan Kami turunkan (Al-Qur’an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur’an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.


QS. Al Isra’ Ayat 106

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

wa qur`anan faraqnahu litaqra`ahụ ‘alan-nasi ‘ala mukṡiw wa nazzalnahu tanzila
Arti Terjemahannya : Dan Al-Qur’an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.


QS. Al Isra’ Ayat 107

۩ قُلْ اٰمِنُوْا بِهٖٓ اَوْ لَا تُؤْمِنُوْاۗ اِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهٖٓ اِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ سُجَّدًاۙ

qul aminụ bihi au la tu`minụ, innallażina ụtul-‘ilma ming qablihi iża yutla ‘alaihim yakhirrụna lil-ażqani sujjada
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur’an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud,”


QS. Al Isra’ Ayat 108

وَّيَقُوْلُوْنَ سُبْحٰنَ رَبِّنَآ اِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُوْلًا

wa yaqụlụna sub-ḥana rabbina ing kana wa’du rabbina lamaf’ụla
Arti Terjemahannya : dan mereka berkata, “Mahasuci Tuhan kami; sungguh, janji Tuhan kami pasti dipenuhi.”


QS. Al Isra’ Ayat 109

وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا

wa yakhirrụna lil-ażqani yabkụna wa yaziduhum khusyụ’a
Arti Terjemahannya : Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.


QS. Al Isra’ Ayat 110

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا

qulid’ullaha awid’ur-raḥman, ayyam ma tad’ụ fa lahul-asma`ul-ḥusna, wa la taj-har biṣalatika wa la tukhafit biha wabtagi baina żalika sabila
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma‘ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”


QS. Al Isra’ Ayat 111

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا

wa qulil-ḥamdu lillahillażi lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahụ syarikun fil-mulki wa lam yakul lahụ waliyyum minaż-żulli wa kabbir-hu takbira
Arti Terjemahannya : Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.

Surah Sebelumnya:
Surat An nahl
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat al kahfi
Surah 017