Surat Al Kahfi

Bacaan quran surat al kahfi dan arti terjemahannya lengkap latin dan mp3 full surah al kahfi per ayat, keutamaan nya untuk panduan tajwid, khasiat lainnya adalah untuk panduan belajar makhrojul huruf serta bisa juga untuk dijadikan panduan bagi sobat yang ingin memperindah bacaan Al Qurannya.

seperti pada pembahasan di surat lain misalnya pada surat al hajjsurat al furqan yang didalamnya terdapat ulasan informasi surat maka pada kali ini islambl juga akan memberikan informasi dari surat al kahfi.

Surat al kahfi adalah salah satu surat yang disunnahkan untuk dibaca dimalam Jum’at, ada hadits yang menyebutkan manfaat membaca bacaan al kahfi 1-10 adalah akan dilindungi dari fitnah dajjal.

Selain membagikan tulisan arab, latin dan terjemahan surat Al Kahfi, sobat bisa download mp3 surat al kahfi yang akan dibagikan pada kesempatan kali ini.

Adapun arti atau makna surat Al Kahfi dalam bahasa Indonesia adalah “Goa/Gua”, sedangkan nama lain surat al kahfi sendiri adalah “Ashabul Khaf (Penghuni-Penghuni Gua)”.

asbabun nuzul Dinamakan Al Kahfi, karena isi kandungan surat ini berisikan kisah pemuda-pemuda beriman penghuni gua yang Allah Ta’ala tidurkan bertahun tahun dalam gua.

Untuk sobat yang ingin belajar tafsir dari surat al kahfi silahkan belajar dengan para ustadz yang bisa jelaskan isi kandungan surat ini kepada anda.

agar nantinya sobat tidak salah dalam cara mengamalkan kandungan surat serta salah dalam pemahaman.

setelah anda selesai mempelajari tafsir surat al kahfi silahkan pelajari juga surat lain misalnya surat an naml atau yang lain agar keilmuan kita semakin luas dan mendalam dalam beragama.

selain tulisan arab latin dan artinya, disini sobat bisa download mp3 tilawah quran surat al kahfi sebagai panduan belajar offline.

Dan berikut ini tabel informasi surat Al Kahfi yang bisa sobat pelajari.

Informasi Surat Al Kahfi
Arti NamaGua/Goa
Nama LainAshabul Khaf (Penghuni-Penghuni Gua)
GolonganMakkiyah
Nomor SuratSurat ke 18
Nomor JuzJuz ke 15 (ayat 1-74)
Juz ke 16 (ayat ke 75-110)
Total Ayat110 Ayat
Surat SebelumnyaSurat Al Isra’
Surat SetelahnyaSurat Maryam

Bacaan Surat Al Kahfi Arab Latin Dan Terjemahannya

Murottal Surat Al Kahfi Full


Basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Al Kahfi Ayat 1

 ۜ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا

al-hamdu lillahillażī anzala ‘ala ‘abdihil-kitaba wa lam yaj’al lahụ ‘iwaja
Arti Terjemahannya : Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;


QS. Al Kahfi Ayat 2

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣalihati anna lahum ajran hasana
Arti Terjemahannya : sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,


QS. Al Kahfi Ayat 3

مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ

makiṡīna fīhi abada
Arti Terjemahannya : mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.


QS. Al Kahfi Ayat 4

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

wa yunżirallażīna qaluttakhażallahu walada
Arti Terjemahannya : Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”


QS. Al Kahfi Ayat 5

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

ma lahum bihī min ‘ilmiw wa la li`aba`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwahihim, iy yaqụlụna illa każiba
Arti Terjemahannya : Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.


QS. Al Kahfi Ayat 6

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

fa la’allaka bakhi’un nafsaka ‘ala aṡarihim il lam yu`minụ bihażal-hadīṡi asafa
Arti Terjemahannya : Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).


QS. Al Kahfi Ayat 7

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

inna ja’alna ma ‘alal-arḍi zīnatal laha linabluwahum ayyuhum ahsanu ‘amala
Arti Terjemahannya : Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.


QS. Al Kahfi Ayat 8

وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

wa inna laja’ilụna ma ‘alaiha ṣa’īdan juruza
Arti Terjemahannya : Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.


QS. Al Kahfi Ayat 9

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

am hasibta anna aṣ-habal-kahfi war-raqīmi kanụ min ayatina ‘ajaba
Arti Terjemahannya : Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?


QS. Al Kahfi Ayat 10

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qalụ rabbana atina mil ladungka rahmataw wa hayyi` lana min amrina rasyada
Arti Terjemahannya : (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”


QS. Al Kahfi Ayat 11

فَضَرَبْنَا عَلٰٓى اٰذَانِهِمْ فِى الْكَهْفِ سِنِيْنَ عَدَدًاۙ

fa ḍarabna ‘ala ażanihim fil-kahfi sinīna ‘adada
Arti Terjemahannya : Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun.


QS. Al Kahfi Ayat 12

ثُمَّ بَعَثْنٰهُمْ لِنَعْلَمَ اَيُّ الْحِزْبَيْنِ اَحْصٰى لِمَا لَبِثُوْٓا اَمَدًا

ṡumma ba’aṡnahum lina’lama ayyul-hizbaini ahṣa lima labiṡū amada
Arti Terjemahannya : Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).


QS. Al Kahfi Ayat 13

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ

nahnu naquṣṣu ‘alaika naba`ahum bil-haqq, innahum fityatun amanụ birabbihim wa zidnahum huda
Arti Terjemahannya : Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.


QS. Al Kahfi Ayat 14

وَّرَبَطْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اِذْ قَامُوْا فَقَالُوْا رَبُّنَا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَنْ نَّدْعُوَا۟ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِلٰهًا لَّقَدْ قُلْنَآ اِذًا شَطَطًا

wa rabaṭna ‘ala qulụbihim iż qamụ fa qalụ rabbuna rabbus-samawati wal-arḍi lan nad’uwa min dụnihī ilahal laqad qulna iżan syaṭaṭa
Arti Terjemahannya : Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.”


QS. Al Kahfi Ayat 15

هٰٓؤُلَاۤءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةًۗ لَوْلَا يَأْتُوْنَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطٰنٍۢ بَيِّنٍۗ فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۗ

ha`ula`i qaumunattakhażụ min dụnihī alihah, lau la ya`tụna ‘alaihim bisulṭanim bayyin, fa man aẓlamu mim maniftara ‘alallahi każiba
Arti Terjemahannya : Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?


QS. Al Kahfi Ayat 16

وَاِذِ اعْتَزَلْتُمُوْهُمْ وَمَا يَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ فَأْوٗٓا اِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ رَّحْمَتِهٖ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِّنْ اَمْرِكُمْ مِّرْفَقًا

wa iżi’tazaltumụhum wa ma ya’budụna illallaha fa`wū ilal-kahfi yansyur lakum rabbukum mir rahmatihī wa yuhayyi` lakum min amrikum mirfaqa
Arti Terjemahannya : Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.


QS. Al Kahfi Ayat 17

وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَاِذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُۗ ۞

ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

wa tarasy-syamsa iża ṭala’at tazawaru ‘ang kahfihim żatal-yamīni wa iża garabat taqriḍuhum żatasy-syimali wa hum fī fajwatim min-h, żalika min ayatillah, may yahdillahu fa huwal-muhtadi wa may yuḍlil fa lan tajida lahụ waliyyam mursyida
Arti Terjemahannya : Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.


QS. Al Kahfi Ayat 18

وَتَحْسَبُهُمْ اَيْقَاظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ ۖوَّنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖوَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

wa tahsabuhum aiqaẓaw wa hum ruqụduw wa nuqallibuhum żatal-yamīni wa żatasy-syimali wa kalbuhum basiṭun żira’aihi bil-waṣīd, lawiṭṭala’ta ‘alaihim lawallaita min-hum firaraw wa lamuli`ta min-hum ru’ba
Arti Terjemahannya : Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.


QS. Al Kahfi Ayat 19

وَكَذٰلِكَ بَعَثْنٰهُمْ لِيَتَسَاۤءَلُوْا بَيْنَهُمْۗ قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْۗ قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالُوْا رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْۗ فَابْعَثُوْٓا اَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هٰذِهٖٓ اِلَى الْمَدِيْنَةِ فَلْيَنْظُرْ اَيُّهَآ اَزْكٰى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ اَحَدًا

wa każalika ba’aṡnahum liyatasa`alụ bainahum, qala qa`ilum min-hum kam labiṡtum, qalụ labiṡna yauman au ba’ḍa yaụm, qalụ rabbukum a’lamu bima labiṡtum, fab’aṡū ahadakum biwariqikum hażihī ilal-madīnati falyanẓur ayyuha azka ṭa’aman falya`tikum birizqim min-hu walyatalaṭṭaf wa la yusy’iranna bikum ahada
Arti Terjemahannya : Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi), “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun.


QS. Al Kahfi Ayat 20

اِنَّهُمْ اِنْ يَّظْهَرُوْا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوْكُمْ اَوْ يُعِيْدُوْكُمْ فِيْ مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوْٓا اِذًا اَبَدًا

innahum iy yaẓ-harụ ‘alaikum yarjumụkum au yu’īdụkum fī millatihim wa lan tuflihū iżan abada
Arti Terjemahannya : Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”


QS. Al Kahfi Ayat 21

وَكَذٰلِكَ اَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوْٓا اَنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّاَنَّ السَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيْهَاۚ اِذْ يَتَنَازَعُوْنَ بَيْنَهُمْ اَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوْا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًاۗ رَبُّهُمْ اَعْلَمُ بِهِمْۗ قَالَ الَّذِيْنَ غَلَبُوْا عَلٰٓى اَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَّسْجِدًا

wa każalika a’ṡarna ‘alaihim liya’lamū anna wa’dallahi haqquw wa annas-sa’ata la raiba fīha, iż yatanaza’ụna bainahum amrahum fa qalubnụ ‘alaihim bun-yana, rabbuhum a’lamu bihim, qalallażīna galabụ ‘ala amrihim lanattakhiżanna ‘alaihim masjida
Arti Terjemahannya : Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya.”


QS. Al Kahfi Ayat 22

سَيَقُوْلُوْنَ ثَلٰثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْۚ وَيَقُوْلُوْنَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًاۢ بِالْغَيْبِۚ وَيَقُوْلُوْنَ سَبْعَةٌ وَّثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۗقُلْ رَّبِّيْٓ اَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَّا يَعْلَمُهُمْ اِلَّا قَلِيْلٌ ەۗ فَلَا تُمَارِ فِيْهِمْ اِلَّا مِرَاۤءً ظَاهِرًا ۖوَّلَا تَسْتَفْتِ فِيْهِمْ مِّنْهُمْ اَحَدًا

sayaqụlụna ṡalaṡatur rabi’uhum kalbuhum, wa yaqụlụna khamsatun sadisuhum kalbuhum rajmam bil-gaīb, wa yaqụlụna sab’atuw wa ṡaminuhum kalbuhum, qur rabbī a’lamu bi’iddatihim ma ya’lamuhum illa qalīl, fa la tumari fīhim illa mira`an ẓahiraw wa la tastafti fīhim min-hum ahada
Arti Terjemahannya : Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ”(Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.


QS. Al Kahfi Ayat 23

وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ

wa la taqụlanna lisyai`in innī fa’ilun żalika gada
Arti Terjemahannya : Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,”


QS. Al Kahfi Ayat 24

اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۖوَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا

illa ay yasya`allahu ważkur rabbaka iża nasīta wa qul ‘asa ay yahdiyani rabbī li`aqraba min haża rasyada
Arti Terjemahannya : kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”


QS. Al Kahfi Ayat 25

وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلٰثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ وَازْدَادُوْا تِسْعًا

wa labiṡụ fī kahfihim ṡalaṡa mi`atin sinīna wazdadụ tis’a
Arti Terjemahannya : Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.


QS. Al Kahfi Ayat 26

قُلِ اللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوْا ۚ لَهٗ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَبْصِرْ بِهٖ وَاَسْمِعْۗ مَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّۗ وَلَا يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهٖٓ اَحَدًا

qulillahu a’lamu bima labiṡụ, lahụ gaibus-samawati wal-arḍ, abṣir bihī wa asmi’, ma lahum min dụnihī miw waliyy, wa la yusyriku fī hukmihī ahada
Arti Terjemahannya : Katakanlah, “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan.”


QS. Al Kahfi Ayat 27

وَاتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖۗ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا

watlu ma ụhiya ilaika ming kitabi rabbik, la mubaddila likalimatih, wa lan tajida min dụnihī multahada
Arti Terjemahannya : Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur’an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.


QS. Al Kahfi Ayat 28

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

waṣbir nafsaka ma’allażīna yad’ụna rabbahum bil-gadati wal-‘asyiyyi yurīdụna waj-hahụ wa la ta’du ‘ainaka ‘an-hum, turīdu zīnatal-hayatid-dun-ya, wa la tuṭi’ man agfalna qalbahụ ‘an żikrina wattaba’a hawahu wa kana amruhụ furuṭa
Arti Terjemahannya : Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.


QS. Al Kahfi Ayat 29

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا

wa qulil-haqqu mir rabbikum, fa man sya`a falyu`miw wa man sya`a falyakfur, inna a’tadna liẓ-ẓalimīna naran ahaṭa bihim suradiquha, wa iy yastagīṡụ yugaṡụ bima`ing kal-muhli yasywil-wujụh, bi`sasy-syarab, wa sa`at murtafaqa
Arti Terjemahannya : Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.


QS. Al Kahfi Ayat 30

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ مَنْ اَحْسَنَ عَمَلًاۚ

innallażīna amanụ wa ‘amiluṣ-ṣalihati inna la nuḍī’u ajra man ahsana ‘amala
Arti Terjemahannya : Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.


QS. Al Kahfi Ayat 31

اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّيَلْبَسُوْنَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّنْ سُنْدُسٍ وَّاِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِىِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِۗ نِعْمَ الثَّوَابُۗ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

ula`ika lahum jannatu ‘adnin tajrī min tahtihimul-an-haru yuhallauna fīha min asawira min żahabiw wa yalbasụna ṡiyaban khuḍram min sundusiw wa istabraqim muttaki`īna fīha ‘alal-ara`ik, ni’maṡ-ṡawab, wa hasunat murtafaqa
Arti Terjemahannya : Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.


QS. Al Kahfi Ayat 32

 وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِاَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ اَعْنَابٍ وَّحَفَفْنٰهُمَا بِنَخْلٍ وَّجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًاۗ ۞

waḍrib lahum maṡalar rajulaini ja’alna li`ahadihima jannataini min a’nabiw wa hafafnahuma binakhliw wa ja’alna bainahuma zar’a
Arti Terjemahannya : Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang.


QS. Al Kahfi Ayat 33

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـًٔاۙ وَّفَجَّرْنَا خِلٰلَهُمَا نَهَرًاۙ

kiltal-jannataini atat ukulaha wa lam taẓlim min-hu syai`aw wa fajjarna khilalahuma nahara
Arti Terjemahannya : Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,


QS. Al Kahfi Ayat 34

وَّكَانَ لَهٗ ثَمَرٌۚ فَقَالَ لِصَاحِبِهٖ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَنَا۠ اَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَّاَعَزُّ نَفَرًا

wa kana lahụ ṡamar, fa qala liṣahibihī wa huwa yuhawiruhū ana akṡaru mingka malaw wa a’azzu nafara
Arti Terjemahannya : dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”


QS. Al Kahfi Ayat 35

وَدَخَلَ جَنَّتَهٗ وَهُوَ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖۚ قَالَ مَآ اَظُنُّ اَنْ تَبِيْدَ هٰذِهٖٓ اَبَدًاۙ

wa dakhala jannatahụ wa huwa ẓalimul linafsih, qala ma aẓunnu an tabīda hażihī abada
Arti Terjemahannya : Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri (karena angkuh dan kafir); dia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,


QS. Al Kahfi Ayat 36

وَّمَآ اَظُنُّ السَّاعَةَ قَاۤىِٕمَةً وَّلَىِٕنْ رُّدِدْتُّ اِلٰى رَبِّيْ لَاَجِدَنَّ خَيْرًا مِّنْهَا مُنْقَلَبًا

wa ma aẓunnus-sa’ata qa`imataw wa la`ir rudittu ila rabbī la`ajidanna khairam min-ha mungqalaba
Arti Terjemahannya : dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini.”


QS. Al Kahfi Ayat 37

قَالَ لَهٗ صَاحِبُهٗ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَكَفَرْتَ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ سَوّٰىكَ رَجُلًاۗ

qala lahụ ṣahibuhụ wa huwa yuhawiruhū a kafarta billażī khalaqaka min turabin ṡumma min nuṭfatin ṡumma sawwaka rajula
Arti Terjemahannya : Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?


QS. Al Kahfi Ayat 38

لٰكِنَّا۠ هُوَ اللّٰهُ رَبِّيْ وَلَآ اُشْرِكُ بِرَبِّيْٓ اَحَدًا

lakinna huwallahu rabbī wa la usyriku birabbī ahada
Arti Terjemahannya : Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.


QS. Al Kahfi Ayat 39

وَلَوْلَآ اِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۙ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ ۚاِنْ تَرَنِ اَنَا۠ اَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَّوَلَدًاۚ

walau la iż dakhalta jannataka qulta ma sya`allahu la quwwata illa billah, in tarani ana aqalla mingka malaw wa walada
Arti Terjemahannya : Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.


QS. Al Kahfi Ayat 40

فَعَسٰى رَبِّيْٓ اَنْ يُّؤْتِيَنِ خَيْرًا مِّنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِّنَ السَّمَاۤءِ فَتُصْبِحَ صَعِيْدًا زَلَقًاۙ

fa asa rabbī ay yu`tiyani khairam min jannatika wa yursila ‘alaiha husbanam minas-sama`i fa tuṣbiha ṣa’īdan zalaqa
Arti Terjemahannya : Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin,


QS. Al Kahfi Ayat 41

اَوْ يُصْبِحَ مَاۤؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيْعَ لَهٗ طَلَبًا

au yuṣbiha ma`uha gauran fa lan tastaṭī’a lahụ ṭalaba
Arti Terjemahannya : atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.”


QS. Al Kahfi Ayat 42

وَاُحِيْطَ بِثَمَرِهٖ فَاَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلٰى مَآ اَنْفَقَ فِيْهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا وَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُشْرِكْ بِرَبِّيْٓ اَحَدًا

wa uhīṭa biṡamarihī fa aṣbaha yuqallibu kaffaihi ‘ala ma anfaqa fīha wa hiya khawiyatun ‘ala ‘urụsyiha wa yaqụlu ya laitanī lam usyrik birabbī ahada
Arti Terjemahannya : Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”


QS. Al Kahfi Ayat 43

وَلَمْ تَكُنْ لَّهٗ فِئَةٌ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًاۗ

wa lam takul lahụ fi`atuy yanṣurụnahụ min dụnillahi wa ma kana muntaṣira
Arti Terjemahannya : Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.


QS. Al Kahfi Ayat 44

هُنَالِكَ الْوَلَايَةُ لِلّٰهِ الْحَقِّۗ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ عُقْبًا

hunalikal-walayatu lillahil-haqq, huwa khairun ṡawabaw wa khairun ‘uqba
Arti Terjemahannya : Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik.


QS. Al Kahfi Ayat 45

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا

waḍrib lahum maṡalal-hayatid-dun-ya kama`in anzalnahu minas-sama`i fakhtalaṭa bihī nabatul-arḍi fa aṣbaha hasyīman tażrụhur-riyah, wa kanallahu ‘ala kulli syai`im muqtadira
Arti Terjemahannya : Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.


QS. Al Kahfi Ayat 46

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا

al-malu wal-banụna zīnatul-hayatid-dun-ya, wal-baqiyatuṣ-ṣalihatu khairun ‘inda rabbika ṡawabaw wa khairun amala
Arti Terjemahannya : Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.


QS. Al Kahfi Ayat 47

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ

wa yauma nusayyirul-jibala wa taral-arḍa barizataw wa hasyarnahum fa lam nugadir min-hum ahada
Arti Terjemahannya : Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.


QS. Al Kahfi Ayat 48

وَعُرِضُوْا عَلٰى رَبِّكَ صَفًّاۗ لَقَدْ جِئْتُمُوْنَا كَمَا خَلَقْنٰكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍۢ ۖبَلْ زَعَمْتُمْ اَلَّنْ نَّجْعَلَ لَكُمْ مَّوْعِدًا

wa ‘uriḍụ ‘ala rabbika ṣaffa, laqad ji`tumụna kama khalaqnakum awwala marratim bal za’amtum allan naj’ala lakum mau’ida
Arti Terjemahannya : Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), “Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.”


QS. Al Kahfi Ayat 49

وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا

wa wuḍi’al kitabu fa taral-mujrimīna musyfiqīna mimma fīhi wa yaqụlụna ya wailatana mali hażal-kitabi la yugadiru ṣagīrataw wa la kabīratan illa ahṣaha, wa wajadụ ma ‘amilụ haḍira, wa la yaẓlimu rabbuka ahada
Arti Terjemahannya : Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.


QS. Al Kahfi Ayat 50

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ اَفَتَتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗٓ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۗ بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا

wa iż qulna lil-mala`ikatisjudụ li`adama fa sajadū illa iblīs, kana minal-jinni fa fasaqa ‘an amri rabbih, a fa tattakhiżụnahụ wa żurriyyatahū auliya`a min dụnī wa hum lakum ‘aduww, bi`sa liẓ-ẓalimīna badala
Arti Terjemahannya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.


QS. Al Kahfi Ayat 51

مَآ اَشْهَدْتُّهُمْ خَلْقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَا خَلْقَ اَنْفُسِهِمْۖ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّيْنَ عَضُدًا ۞

ma asy-hattuhum khalqas-samawati wal-arḍi wa la khalqa anfusihim wa ma kuntu muttakhiżal-muḍillīna ‘aḍuda
Arti Terjemahannya : Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.


QS. Al Kahfi Ayat 52

وَيَوْمَ يَقُوْلُ نَادُوْا شُرَكَاۤءِيَ الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ مَّوْبِقًا

wa yauma yaqụlu nadụ syuraka`iyallażīna za’amtum fa da’auhum fa lam yastajībụ lahum wa ja’alna bainahum maubiqa
Arti Terjemahannya : Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman, “Panggillah olehmu sekutu-sekutu-Ku yang kamu anggap itu.” Mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (seruan) mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).


QS. Al Kahfi Ayat 53

وَرَاَ الْمُجْرِمُوْنَ النَّارَ فَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مُّوَاقِعُوْهَا وَلَمْ يَجِدُوْا عَنْهَا مَصْرِفًا

wa ra`al-mujrimụnan-nara fa ẓannū annahum muwaqi’ụha wa lam yajidụ ‘an-ha maṣrifa
Arti Terjemahannya : Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.


QS. Al Kahfi Ayat 54

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

wa laqad ṣarrafna fī hażal-qur`ani lin-nasi ming kulli maṡal, wa kanal-insanu akṡara syai`in jadala
Arti Terjemahannya : Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah.


QS. Al Kahfi Ayat 55

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰى وَيَسْتَغْفِرُوْا رَبَّهُمْ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا

wa ma mana’an-nasa ay yu`minū iż ja`ahumul-huda wa yastagfirụ rabbahum illa an ta`tiyahum sunnatul-awwalīna au ya`tiyahumul-‘ażabu qubula
Arti Terjemahannya : Dan tidak ada (sesuatu pun) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.


QS. Al Kahfi Ayat 56

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَۚ وَيُجَادِلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوْا بِهِ الْحَقَّ وَاتَّخَذُوْٓا اٰيٰتِيْ وَمَآ اُنْذِرُوْا هُزُوًا

wa ma nursilul-mursalīna illa mubasysyirīna wa munżirīn, wa yujadilullażīna kafarụ bil-baṭili liyud-hiḍụ bihil-haqqa wattakhażū ayatī wa ma unżirụ huzuwa
Arti Terjemahannya : Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan.


QS. Al Kahfi Ayat 57

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ فَاَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُۗ اِنَّا جَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًاۗ وَاِنْ تَدْعُهُمْ اِلَى الْهُدٰى فَلَنْ يَّهْتَدُوْٓا اِذًا اَبَدًا

wa man aẓlamu mim man żukkira bi`ayati rabbihī fa a’raḍa ‘an-ha wa nasiya ma qaddamat yadah, inna ja’alna ‘ala qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fī ażanihim waqra, wa in tad’uhum ilal-huda fa lay yahtadū iżan abada
Arti Terjemahannya : Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.


QS. Al Kahfi Ayat 58

وَرَبُّكَ الْغَفُوْرُ ذُو الرَّحْمَةِۗ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوْا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَۗ بَلْ لَّهُمْ مَّوْعِدٌ لَّنْ يَّجِدُوْا مِنْ دُوْنِهٖ مَوْىِٕلًا

wa rabbukal-gafụru żur-rahmah, lau yu`akhiżuhum bima kasabụ la’ajjala lahumul-‘ażab, bal lahum mau’idul lay yajidụ min dụnihī mau`ila
Arti Terjemahannya : Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya.


QS. Al Kahfi Ayat 59

وَتِلْكَ الْقُرٰٓى اَهْلَكْنٰهُمْ لَمَّا ظَلَمُوْا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَّوْعِدًا

wa tilkal-qura ahlaknahum lamma ẓalamụ wa ja’alna limahlikihim mau’ida
Arti Terjemahannya : Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.


QS. Al Kahfi Ayat 60

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِفَتٰىهُ لَآ اَبْرَحُ حَتّٰٓى اَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ اَوْ اَمْضِيَ حُقُبًا

wa iż qala mụsa lifatahu la abrahu hatta abluga majma’al-bahraini au amḍiya huquba
Arti Terjemahannya : Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”


QS. Al Kahfi Ayat 61

فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوْتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ سَرَبًا

fa lamma balaga majma’a bainihima nasiya hụtahuma fattakhaża sabīlahụ fil-bahri saraba
Arti Terjemahannya : Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.


QS. Al Kahfi Ayat 62

فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتٰىهُ اٰتِنَا غَدَاۤءَنَاۖ لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا

fa lamma jawaza qala lifatahu atina gada`ana laqad laqīna min safarina haża naṣaba
Arti Terjemahannya : Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”


QS. Al Kahfi Ayat 63

قَالَ اَرَاَيْتَ اِذْ اَوَيْنَآ اِلَى الصَّخْرَةِ فَاِنِّيْ نَسِيْتُ الْحُوْتَۖ وَمَآ اَنْسٰىنِيْهُ اِلَّا الشَّيْطٰنُ اَنْ اَذْكُرَهٗۚ وَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ عَجَبًا

qala a ra`aita iż awaina ilaṣ-ṣakhrati fa innī nasītul-hụta wa ma ansanīhu illasy-syaiṭanu an ażkurah, wattakhaża sabīlahụ fil-bahri ‘ajaba
Arti Terjemahannya : Dia (pembantunya) menjawab, “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”


QS. Al Kahfi Ayat 64

قَالَ ذٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِۖ فَارْتَدَّا عَلٰٓى اٰثَارِهِمَا قَصَصًاۙ

qala żalika ma kunna nabgi fartadda ‘ala aṡarihima qaṣaṣa
Arti Terjemahannya : Dia (Musa) berkata, “Itulah (tempat) yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.


QS. Al Kahfi Ayat 65

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ اٰتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّا عِلْمًا

fa wajada ‘abdam min ‘ibadina atainahu rahmatam min ‘indina wa ‘allamnahu mil ladunna ‘ilma
Arti Terjemahannya : Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.


QS. Al Kahfi Ayat 66

قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

qala lahụ mụsa hal attabi’uka ‘ala an tu’allimani mimma ‘ullimta rusyda
Arti Terjemahannya : Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”


QS. Al Kahfi Ayat 67

قَالَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا

qala innaka lan tastaṭī’a ma’iya ṣabra
Arti Terjemahannya : Dia menjawab, “Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.


QS. Al Kahfi Ayat 68

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ خُبْرًا

wa kaifa taṣbiru ‘ala ma lam tuhiṭ bihī khubra
Arti Terjemahannya : Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”


QS. Al Kahfi Ayat 69

قَالَ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ صَابِرًا وَّلَآ اَعْصِيْ لَكَ اَمْرًا

qala satajidunī in sya`allahu ṣabiraw wa la a’ṣī laka amra
Arti Terjemahannya : Dia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”


QS. Al Kahfi Ayat 70

قَالَ فَاِنِ اتَّبَعْتَنِيْ فَلَا تَسْـَٔلْنِيْ عَنْ شَيْءٍ حَتّٰٓى اُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا

qala fa inittaba’tanī fa la tas`alnī ‘an syai`in hatta uhdiṡa laka min-hu żikra
Arti Terjemahannya : Dia berkata, “Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu.”


QS. Al Kahfi Ayat 71

فَانْطَلَقَاۗ حَتّٰٓى اِذَا رَكِبَا فِى السَّفِيْنَةِ خَرَقَهَاۗ قَالَ اَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ اَهْلَهَاۚ لَقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا اِمْرًا

fanṭalaqa, hatta iża rakiba fis-safīnati kharaqaha, qala a kharaqtaha litugriqa ahlaha, laqad ji`ta syai`an imra
Arti Terjemahannya : Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?” Sungguh, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.


QS. Al Kahfi Ayat 72

قَالَ اَلَمْ اَقُلْ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا

qala a lam aqul innaka lan tastaṭī’a ma’iya ṣabra
Arti Terjemahannya : Dia berkata, “Bukankah sudah aku katakan, bahwa sesungguhnya engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?”


QS. Al Kahfi Ayat 73

قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا نَسِيْتُ وَلَا تُرْهِقْنِيْ مِنْ اَمْرِيْ عُسْرًا

qala la tu`akhiżnī bima nasītu wa la tur-hiqnī min amrī ‘usra
Arti Terjemahannya : Dia (Musa) berkata, “Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan suatu kesulitan dalam urusanku.”


QS. Al Kahfi Ayat 74

فَانْطَلَقَا ۗحَتّٰٓى اِذَا لَقِيَا غُلٰمًا فَقَتَلَهٗ ۙقَالَ اَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً؈ۢبِغَيْرِ نَفْسٍۗ لَقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُكْرًا ۔

fanṭalaqa, hatta iża laqiya gulaman fa qatalahụ qala a qatalta nafsan zakiyyatam bigairi nafs, laqad ji`ta syai`an nukra
Arti Terjemahannya : Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.”


QS. Al Kahfi Ayat 75

قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا ۞

qala a lam aqul laka innaka lan tastaṭī’a ma’iya ṣabra
Arti Terjemahannya : Dia berkata, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?”


QS. Al Kahfi Ayat 76

قَالَ اِنْ سَاَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍۢ بَعْدَهَا فَلَا تُصٰحِبْنِيْۚ قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَّدُنِّيْ عُذْرًا

qala in sa`altuka ‘an syai`im ba’daha fa la tuṣahibnī, qad balagta mil ladunnī ‘użra
Arti Terjemahannya : Dia (Musa) berkata, “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku.”


QS. Al Kahfi Ayat 77

فَانْطَلَقَا ۗحَتّٰىٓ اِذَآ اَتَيَآ اَهْلَ قَرْيَةِ ِۨاسْتَطْعَمَآ اَهْلَهَا فَاَبَوْا اَنْ يُّضَيِّفُوْهُمَا فَوَجَدَا فِيْهَا جِدَارًا يُّرِيْدُ اَنْ يَّنْقَضَّ فَاَقَامَهٗ ۗقَالَ لَوْ شِئْتَ لَتَّخَذْتَ عَلَيْهِ اَجْرًا

fanṭalaqa, hatta iża ataya ahla qaryatinistaṭ’ama ahlaha fa abau ay yuḍayyifụhuma fa wajada fīha jidaray yurīdu ay yangqaḍḍa fa aqamah, qala lau syi`ta lattakhażta ‘alaihi ajra
Arti Terjemahannya : Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, “Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.”


QS. Al Kahfi Ayat 78

قَالَ هٰذَا فِرَاقُ بَيْنِيْ وَبَيْنِكَۚ سَاُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيْلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَّلَيْهِ صَبْرًا

qala haża firaqu bainī wa bainik, sa`unabbi`uka bita`wīli ma lam tastaṭi’ ‘alaihi ṣabra
Arti Terjemahannya : Dia berkata, “Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.


QS. Al Kahfi Ayat 79

اَمَّا السَّفِيْنَةُ فَكَانَتْ لِمَسٰكِيْنَ يَعْمَلُوْنَ فِى الْبَحْرِ فَاَرَدْتُّ اَنْ اَعِيْبَهَاۗ وَكَانَ وَرَاۤءَهُمْ مَّلِكٌ يَّأْخُذُ كُلَّ سَفِيْنَةٍ غَصْبًا

ammas-safīnatu fa kanat limasakīna ya’malụna fil-bahri fa arattu an a’ībaha, wa kana wara`ahum malikuy ya`khużu kulla safīnatin gaṣba
Arti Terjemahannya : Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.


QS. Al Kahfi Ayat 80

ۚ وَاَمَّا الْغُلٰمُ فَكَانَ اَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَآ اَنْ يُّرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَّكُفْرًا

wa ammal-gulamu fa kana abawahu mu`minaini fa khasyīna ay yur-hiqahuma ṭugyanaw wa kufra
Arti Terjemahannya : Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.


QS. Al Kahfi Ayat 81

فَاَرَدْنَآ اَنْ يُّبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِّنْهُ زَكٰوةً وَّاَقْرَبَ رُحْمًا

fa aradna ay yubdilahuma rabbuhuma khairam min-hu zakataw wa aqraba ruhma
Arti Terjemahannya : Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak) lain yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).


QS. Al Kahfi Ayat 82

وَاَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيْمَيْنِ فِى الْمَدِيْنَةِ وَكَانَ تَحْتَهٗ كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَانَ اَبُوْهُمَا صَالِحًا ۚفَاَرَادَ رَبُّكَ اَنْ يَّبْلُغَآ اَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَۚ وَمَا فَعَلْتُهٗ عَنْ اَمْرِيْۗ ذٰلِكَ تَأْوِيْلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَّلَيْهِ صَبْرًاۗ

wa ammal-jidaru fa kana ligulamaini yatīmaini fil-madīnati wa kana tahtahụ kanzul lahuma wa kana abụhuma ṣaliha, fa arada rabbuka ay yabluga asyuddahuma wa yastakhrija kanzahuma rahmatam mir rabbik, wa ma fa’altuhụ ‘an amrī, żalika ta`wīlu ma lam tasṭi’ ‘alaihi ṣabra
Arti Terjemahannya : Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.”


QS. Al Kahfi Ayat 83

ۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنْ ذِى الْقَرْنَيْنِۗ قُلْ سَاَتْلُوْا عَلَيْكُمْ مِّنْهُ ذِكْرًا

wa yas`alụnaka ‘an żil-qarnaīn, qul sa`atlụ ‘alaikum min-hu żikra
Arti Terjemahannya : Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, “Akan kubacakan kepadamu kisahnya.”


QS. Al Kahfi Ayat 84

ۙ اِنَّا مَكَّنَّا لَهٗ فِى الْاَرْضِ وَاٰتَيْنٰهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا

inna makkanna lahụ fil-arḍi wa atainahu ming kulli syai`in sababa
Arti Terjemahannya : Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu,


QS. Al Kahfi Ayat 85

فَاَتْبَعَ سَبَبًا

fa atba’a sababa
Arti Terjemahannya : maka dia pun menempuh suatu jalan.


QS. Al Kahfi Ayat 86

حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِيْ عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَّوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ەۗ قُلْنَا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِمَّآ اَنْ تُعَذِّبَ وَاِمَّآ اَنْ تَتَّخِذَ فِيْهِمْ حُسْنًا

hatta iża balaga magribasy-syamsi wajadaha tagrubu fī ‘ainin hami`atiw wa wajada ‘indaha qauma, qulna ya żal-qarnaini imma an tu’ażżiba wa imma an tattakhiża fīhim husna
Arti Terjemahannya : Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, “Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.”


QS. Al Kahfi Ayat 87

قَالَ اَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهٗ ثُمَّ يُرَدُّ اِلٰى رَبِّهٖ فَيُعَذِّبُهٗ عَذَابًا نُّكْرًا

qala amma man ẓalama fa saufa nu’ażżibuhụ ṡumma yuraddu ila rabbihī fa yu’ażżibuhụ ‘ażaban nukra
Arti Terjemahannya : Dia (Zulkarnain) berkata, “Barangsiapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.


QS. Al Kahfi Ayat 88

ۗ وَاَمَّا مَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهٗ جَزَاۤءً ۨالْحُسْنٰىۚ وَسَنَقُوْلُ لَهٗ مِنْ اَمْرِنَا يُسْرًا

wa amma man amana wa ‘amila ṣalihan fa lahụ jaza`anil-husna, wa sanaqụlu lahụ min amrina yusra
Arti Terjemahannya : Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah.”


QS. Al Kahfi Ayat 89

ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا

ṡumma atba’a sababa
Arti Terjemahannya : Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain).


QS. Al Kahfi Ayat 90

ۙ حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلٰى قَوْمٍ لَّمْ نَجْعَلْ لَّهُمْ مِّنْ دُوْنِهَا سِتْرًا

hatta iża balaga maṭli’asy-syamsi wajadaha taṭlu’u ‘ala qaumil lam naj’al lahum min dụniha sitra
Arti Terjemahannya : Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu,


QS. Al Kahfi Ayat 91

كَذٰلِكَۗ وَقَدْ اَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا

każalik, wa qad ahaṭna bima ladaihi khubra
Arti Terjemahannya : demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain).


QS. Al Kahfi Ayat 92

ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا

ṡumma atba’a sababa
Arti Terjemahannya : Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).


QS. Al Kahfi Ayat 93

حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًاۙ لَّا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا

hatta iża balaga bainas-saddaini wajada min dụnihima qaumal la yakadụna yafqahụna qaula
Arti Terjemahannya : Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.


QS. Al Kahfi Ayat 94

قَالُوْا يٰذَا الْقَرْنَيْنِ اِنَّ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ مُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلٰٓى اَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

qalụ ya żal-qarnaini inna ya`jụja wa ma`jụja mufsidụna fil-arḍi fa hal naj’alu laka kharjan ‘ala an taj’ala bainana wa bainahum sadda
Arti Terjemahannya : Mereka berkata, “Wahai Zulkarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?”


QS. Al Kahfi Ayat 95

ۙ قَالَ مَا مَكَّنِّيْ فِيْهِ رَبِّيْ خَيْرٌ فَاَعِيْنُوْنِيْ بِقُوَّةٍ اَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

qala ma makkannī fīhi rabbī khairun fa a’īnụnī biquwwatin aj’al bainakum wa bainahum radma
Arti Terjemahannya : Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.


QS. Al Kahfi Ayat 96

ۗ اٰتُوْنِيْ زُبَرَ الْحَدِيْدِۗ حَتّٰىٓ اِذَا سَاوٰى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوْا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَعَلَهٗ نَارًاۙ قَالَ اٰتُوْنِيْٓ اُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا

atụnī zubaral-hadīd, hatta iża sawa bainaṣ-ṣadafaini qalanfukhụ, hatta iża ja’alahụ narang qala atụnī ufrig ‘alaihi qiṭra
Arti Terjemahannya : Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).”


QS. Al Kahfi Ayat 97

فَمَا اسْطَاعُوْٓا اَنْ يَّظْهَرُوْهُ وَمَا اسْتَطَاعُوْا لَهٗ نَقْبًا

fa masṭa’ū ay yaẓ-harụhu wa mastaṭa’ụ lahụ naqba
Arti Terjemahannya : Maka mereka (Yakjuj dan Makjuj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.


QS. Al Kahfi Ayat 98

ۗ قَالَ هٰذَا رَحْمَةٌ مِّنْ رَّبِّيْۚ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ رَبِّيْ جَعَلَهٗ دَكَّاۤءَۚ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّيْ حَقًّا

qala haża rahmatum mir rabbī, fa iża ja`a wa’du rabbī ja’alahụ dakka`, wa kana wa’du rabbī haqqa
Arti Terjemahannya : Dia (Zulkarnain) berkata, “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.”


QS. Al Kahfi Ayat 99

 ۙ وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ يَّمُوْجُ فِيْ بَعْضٍ وَّنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَجَمَعْنٰهُمْ جَمْعًا ۞

wa tarakna ba’ḍahum yauma`iżiy yamụju fī ba’ḍiw wa nufikha fiṣ-ṣụri fa jama’nahum jam’a
Arti Terjemahannya : Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Yakjuj dan Makjuj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya.


QS. Al Kahfi Ayat 100

ۙ وَّعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَىِٕذٍ لِّلْكٰفِرِيْنَ عَرْضًا

wa ‘araḍna jahannama yauma`iżil lil-kafirīna ‘arḍa
Arti Terjemahannya : Dan Kami perlihatkan (neraka) Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir,


QS. Al Kahfi Ayat 101

ۨالَّذِيْنَ كَانَتْ اَعْيُنُهُمْ فِيْ غِطَاۤءٍ عَنْ ذِكْرِيْ وَكَانُوْا لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَمْعًا

allażīna kanat a’yunuhum fī giṭa`in ‘an żikrī wa kanụ la yastaṭī’ụna sam’a
Arti Terjemahannya : (yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.


QS. Al Kahfi Ayat 102

اَفَحَسِبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنْ يَّتَّخِذُوْا عِبَادِيْ مِنْ دُوْنِيْٓ اَوْلِيَاۤءَ ۗاِنَّآ اَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ نُزُلًا

a fa hasiballażīna kafarū ay yattakhiżụ ‘ibadī min dụnī auliya`, inna a’tadna jahannama lil-kafirīna nuzula
Arti Terjemahannya : Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.


QS. Al Kahfi Ayat 103

ۗ قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا

qul hal nunabbi`ukum bil-akhsarīna a’mala
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?”


QS. Al Kahfi Ayat 104

اَلَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

allażīna ḍalla sa’yuhum fil-hayatid-dun-ya wa hum yahsabụna annahum yuhsinụna ṣun’a
Arti Terjemahannya : (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.


QS. Al Kahfi Ayat 105

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَاۤىِٕهٖ فَحَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًا

ula`ikallażīna kafarụ bi`ayati rabbihim wa liqa`ihī fa habiṭat a’maluhum fa la nuqīmu lahum yaumal-qiyamati wazna
Arti Terjemahannya : Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.


QS. Al Kahfi Ayat 106

ذٰلِكَ جَزَاۤؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوْا وَاتَّخَذُوْٓا اٰيٰتِيْ وَرُسُلِيْ هُزُوًا

żalika jaza`uhum jahannamu bima kafarụ wattakhażū ayatī wa rusulī huzuwa
Arti Terjemahannya : Demikianlah, balasan mereka itu neraka Jahanam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok.


QS. Al Kahfi Ayat 107

ۙ اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

innallażīna amanụ wa ‘amiluṣ-ṣalihati kanat lahum jannatul-firdausi nuzula
Arti Terjemahannya : Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,


QS. Al Kahfi Ayat 108

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلًا

khalidīna fīha la yabgụna ‘an-ha hiwala
Arti Terjemahannya : mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.


QS. Al Kahfi Ayat 109

قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

qul lau kanal-bahru midadal likalimati rabbī lanafidal-bahru qabla an tanfada kalimatu rabbī walau ji`na bimiṡlihī madada
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”


QS. Al Kahfi Ayat 110

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا

qul innama ana basyarum miṡlukum yụha ilayya annama ilahukum ilahuw wahid, fa mang kana yarjụ liqa`a rabbihī falya’mal ‘amalan ṣalihaw wa la yusyrik bi’ibadati rabbihī ahada
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

Surah Sebelumnya:
Surat Al Isra
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat Maryam
Surah 018