Surat Al Munafiqun

Bacaan Surat Al Munafiqun dan artinya lengkap dengan bacaan tulisan alfabet/latin serta mp3 perayat surah Al Munafiun sebagai media untuk membantu sobat dalam memperbaiki bacaan Al Quran dengan baik dan benar seperti untuk membenarkan makhrojul huruf yang masih salah, untuk membenarkan tajwid perayat yang masih kurang baik serta audio disetiap ayat bisa sobat gunakan untuk panduan dalam membaca Al Quran dengan nada merdu.

Dan sebelum menuju bacaan surat ini, mari kita pelajari juga informasi atau keterangan terkait dari surat Al Munafiqun.

Secara bahasa kita dapat mengartikan surat ini dengan arti “Orang-Orang Munafik“.

Kemudian berdasarkan tempat dimana diturunkannya surat ini maka surat Al Munafiqun dapat digolongkan kedalam jajaran surat Madaniyah (Surat yang diturunkan di kawasan Madinah).

Dalam Al Quran, surat ini menempati urutan surat yang ke 63 atau lebih tepatnya diataran surat Al Jumu’ah dan surat At Taghabun.

Surat Al Munafiqun sendiri terdiri dari 11 ayat dan 2 ruku’, sehingga surat ini mudah sekali untuk kita hafalkan.

Dan dalam pengelompokana surat berdasarkan Juz Al Quran, maka surat ini masuk kedalam jajaran surat yang ada di Juz ke-28.

Supaya lebih mudah sobat semua dalam mempelajari informasi atau keterangan surat ini, berikut kami sudah membuatkan tabel rangkuman keterangan ayat berdasarkan penjabaran singkat diatas.

Tabel Surah Al Munafiqun
Arti SuratOrang-orang Munafik
Golongan SuratSurat Madaniyah
Jumlah Ruku2 Ruku’
Total Ayat11 Ayat
Nomor SuratSurat Ke-63
Latak JuzJuz ke-28
Surat SebelumnyaSurat Al Jumu’ah
Surat BerikutnyaSurat At Taghabun

Itu tadi sedikit informasi terkait surat Al Munafiqun yang bisa sobat pelajari sebagai tambahan keilmuan kita semuanya.

Untuk selanjutnya mari kita menuju bacaan surat Al Munafiqun dan artinya lengkap tulisan arab, latin dan mp3 murottal perayat sebagai panduan sobat dalam membaca Al Quran dengan baik dan benar serta dengan indah.

Bacaan Surat Al Munafiqun Dan Terjemahannya

Audio Surat Al Munafiqun Syaikh Mishary Rashid


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirahmaanirrahim (i)


QS. Al Munafiqun : 1

اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ

iza ja`akal munafiqụna qalụ nasy-hadu innaka larasụlullah, wallahu ya’lamu innaka larasụluh, wallahu yasy-hadu innal-munafiqina lakazibụn
Arti Terjemahan : Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.


QS. Al Munafiqun : 2

اِتَّخَذُوْٓا اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

ittakhazū aimanahum junnatan fa saddụ ‘an sabilillah, innahum sa`a ma kanụ ya’malụn
Arti Terjemahan : Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.


QS. Al Munafiqun : 3

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ

zalika bi`annahum amanụ ṡumma kafarụ fa ṭubi’a ‘ala qulụbihim fa hum la yafqahụn
Arti Terjemahan : Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti.


QS. Al Munafiqun : 4

۞ وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗيَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

wa iza ra`aitahum tu’jibuka ajsamuhum, wa iy yaqụlụ tasma’ liqaulihim, ka`annahum khusyubum musannadah, yaḥsabụna kulla saiḥatin ‘alaihim, humul-‘aduwwu faḥzar-hum, qatalahumullahu anna yu`fakụn
Arti Terjemahan : Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?


QS. Al Munafiqun : 5

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَيْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ

wa iza qila lahum ta’alau yastagfir lakum rasụlullahi lawwau ru`ụsahum wa ra`aitahum yasuddụna wa hum mustakbirụn
Arti Terjemahan : Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman), agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau lihat mereka berpaling dengan menyombongkan diri.


QS. Al Munafiqun : 6

سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ اَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ اَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ لَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

sawa`un ‘alaihim astagfarta lahum am lam tastagfir lahum, lay yagfirallahu lahum, innallaha la yahdil-qaumal-fasiqin
Arti Terjemahan : Sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


QS. Al Munafiqun : 7

هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْاۗ وَلِلّٰهِ خَزَاۤىِٕنُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ

humullazina yaqụlụna la tunfiqụ ‘ala man ‘inda rasụlillahi ḥatta yanfaḍḍụ, wa lillahi khaza`inus-samawati wal-arḍi wa lakinnal-munafiqina la yafqahụn
Arti Terjemahan : Mereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar), “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.


QS. Al Munafiqun : 8

يَقُوْلُوْنَ لَىِٕنْ رَّجَعْنَآ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ ۗوَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ

yaqụlụna la`ir raja’na ilal-madinati layukhrijannal-a’azzu min-hal-azall, wa lillahil-‘izzatu wa lirasụlihi wa lil-mu`minina wa lakinnal-munafiqina la ya’lamụn
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.


QS. Al Munafiqun : 9

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

ya ayyuhallazina amanụ la tul-hikum amwalukum wa la auladukum ‘an zikrillah, wa may yaf’al zalika fa ula`ika humul-khasirụn
Arti Terjemahan : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.


QS. Al Munafiqun : 10

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

wa anfiqụ mimma razaqnakum ming qabli ay ya`tiya aḥadakumul-mautu fa yaqụla rabbi lau la akhkhartani ila ajaling qaribin fa assaddaqa wa akum minas-saliḥin
Arti Terjemahan : Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”


QS. Al Munafiqun : 11

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

wa lay yu`akhkhirallahu nafsan iza ja`a ajaluha, wallahu khabirum bima ta’malụn
Arti Terjemahan : Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Surah Sebelumnya:
Surat Al Jumu’ah
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat At Taghabun
Surah 063