Surat Sad

bacaan quran surat sad dan arti terjemahannya lengkap beserta mp3 surah sad per ayat full untuk panduan hukum bacaan (tajwid), makhrojul huruf serta untuk sobat yang ingin memperindah bacaan Al Qurannya.

silahkan sobat pelajari tafsir surat sad dengan para ustadz yang bisa untuk jelaskan isi kandungan surah sad dengan mudah dan jelas.

arti atau makna surat sad sendiri dalam bahasa Indonesia adalah “Sad”, sama halnya seperti surat yasin yang memiliki arti “yasin” dan surat surat sejenisnya yang hanya Allah Ta’ala yang tahu artinya. Surat ini merupakan golongan surat Makkiyah dengan 88 ayat dan 5 ruku,

Selain membagikan bacaan surat Sad arab latin dan terjemahannya, sobat bisa download mp3 surat sad untuk didengarkan di perangkat pemutar suara anda secara offline, dan untuk audio kami juga membagikan untuk semua jenis bacaan seperti pada surat al mu’min, atau al fatihah sampai an-nas.

Dan berikut ini informasi terkait surat Sad yang bisa sobat pelajari.

informasi surat Sad
arti namaSad
golonganMakkiyah
nomor suratsurat ke 38
nomor juzjuzke-23
total ayat88 ayat
jumlah ruku’5 ruku’
surat sebelumnyasurat as saffat
surat setelahnyasurat az zumar

Bacaan Surat Sad Dan Terjemahannya

Murottal Surat Sad Lengkap


Basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Sad : 1

صۤ ۗوَالْقُرْاٰنِ ذِى الذِّكْرِۗ

shād, wal-qur`āni ziz-zikr
Arti Terjemahannya : Shad, demi Al-Qur’an yang mengandung peringatan.


QS. Sad : 2

بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ عِزَّةٍ وَّشِقَاقٍ

balillazīna kafarụ fī ‘izzatiw wa syiqāq
Arti Terjemahannya : Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.


QS. Sad : 3

كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَّلَاتَ حِيْنَ مَنَاصٍ

kam ahlaknā ming qablihim ming qarnin fa nādaw wa lāta hīna manāṣ
Arti Terjemahannya : Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.


QS. Sad : 4

وَعَجِبُوْٓا اَنْ جَاۤءَهُمْ مُّنْذِرٌ مِّنْهُمْ ۖوَقَالَ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌۚ

wa ‘ajibū an jā`ahum munzirum min-hum wa qālal-kāfirụna hāzā sāhirung kazzāb
Arti Terjemahannya : Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta.”


QS. Sad : 5

اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

a ja’alal-ālihata ilāhaw wāhidan inna hāzā lasyai`un ‘ujāb
Arti Terjemahannya : Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.


QS. Sad : 6

ۖ وَانْطَلَقَ الْمَلَاُ مِنْهُمْ اَنِ امْشُوْا وَاصْبِرُوْا عَلٰٓى اٰلِهَتِكُمْ ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ يُّرَادُ

wanṭalaqal-mala`u min-hum animsyụ waṣbirụ ‘alā ālihatikum inna hāzā lasyai`uy yurād
Arti Terjemahannya : Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.


QS. Sad : 7

مَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِى الْمِلَّةِ الْاٰخِرَةِ ۖاِنْ هٰذَآ اِلَّا اخْتِلَاقٌۚ

mā sami’nā bihāzā fil-millatil-ākhirati in hāzā illakhtilāq
Arti Terjemahannya : Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,


QS. Sad : 8

ۗ اَؤُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْۢ بَيْنِنَا ۗبَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ ذِكْرِيْۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوْقُوْا عَذَابِ

a unzila ‘alaihiz-zikru mim baininā, bal hum fī syakkim min zikrī, bal lammā yazụqụ ‘azāb
Arti Terjemahannya : mengapa Al-Qur’an itu diturunkan kepada dia di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur’an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).


QS. Sad : 9

اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيْزِ الْوَهَّابِۚ

am ‘indahum khazā`inu rahmati rabbikal-‘azīzil wahhāb
Arti Terjemahannya : Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?]


QS. Sad : 10

اَمْ لَهُمْ مُّلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗفَلْيَرْتَقُوْا فِى الْاَسْبَابِ

am lahum mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, falyartaqụ fil-asbāb
Arti Terjemahannya : Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).


QS. Sad : 11

جُنْدٌ مَّا هُنَالِكَ مَهْزُوْمٌ مِّنَ الْاَحْزَابِ

jundum mā hunālika mahzụmum minal-ahzāb
Arti Terjemahannya : (Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan.


QS. Sad : 12

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّفِرْعَوْنُ ذُو الْاَوْتَادِۙ

kazzabat qablahum qaumu nụhiw wa ‘āduw wa fir’aunu zul-autād
Arti Terjemahannya : Sebelum mereka itu, kaum Nuh, ‘Ad dan Fir’aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),


QS. Sad : 13

وَثَمُوْدُ وَقَوْمُ لُوْطٍ وَّاَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الْاَحْزَابُ

wa ṡamụdu wa qaumu lụṭiw wa aṣ-hābul-aikah, ulā`ikal-ahzāb
Arti Terjemahannya : dan (begitu juga) Samud, kaum Lut dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).


QS. Sad : 14

اِنْ كُلٌّ اِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ

ing kullun illā kazzabar-rusula fa haqqa ‘iqāb
Arti Terjemahannya : Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.


QS. Sad : 15

وَمَا يَنْظُرُ هٰٓؤُلَاۤءِ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً مَّا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ

wa mā yanẓuru hā`ulā`i illā ṣaihataw wāhidatam mā lahā min fawāq
Arti Terjemahannya : Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja, yang tidak ada selanya.


QS. Sad : 16

وَقَالُوْا رَبَّنَا عَجِّلْ لَّنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ

wa qālụ rabbanā ‘ajjil lanā qiṭṭanā qabla yaumil-hisāb
Arti Terjemahannya : Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari perhitungan.”


QS. Sad : 17

اِصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوٗدَ ذَا الْاَيْدِۚ اِنَّهٗٓ اَوَّابٌ

iṣbir ‘alā mā yaqụlụna wazkur ‘abdanā dāwụda zal-aīd, innahū awwāb
Arti Terjemahannya : Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).


QS. Sad : 18

اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ

innā sakhkharnal-jibāla ma’ahụ yusabbihna bil-‘asyiyyi wal-isyrāq
Arti Terjemahannya : Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi,


QS. Sad : 19

وَالطَّيْرَمَحْشُوْرَةً ۗ كُلٌّ لَهٗٓ اَوَّابٌ

waṭ-ṭaira mahsyụrah, kullul lahū awwāb
Arti Terjemahannya : dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah).


QS. Sad : 20

وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

wa syadadnā mulkahụ wa ātaināhul-hikmata wa faṣlal-khiṭāb
Arti Terjemahannya : Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.


QS. Sad : 21

وَهَلْ اَتٰىكَ نَبَؤُ الْخَصْمِۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَۙ

wa hal atāka naba`ul khaṣm, iz tasawwarul-mihrāb
Arti Terjemahannya : Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?


QS. Sad : 22

اِذْ دَخَلُوْا عَلٰى دَاوٗدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوْا لَا تَخَفْۚ خَصْمٰنِ بَغٰى بَعْضُنَا عَلٰى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَآ اِلٰى سَوَاۤءِ الصِّرَاطِ

iz dakhalụ ‘alā dāwụda fa fazi’a min-hum qālụ lā takhaf, khaṣmāni bagā ba’ḍunā ‘alā ba’ḍin fahkum bainanā bil-haqqi wa lā tusyṭiṭ wahdinā ilā sawā`iṣ-ṣirāṭ
Arti Terjemahannya : ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.


QS. Sad : 23

اِنَّ هٰذَآ اَخِيْ ۗ لَهٗ تِسْعٌ وَّتِسْعُوْنَ نَعْجَةً وَّلِيَ نَعْجَةٌ وَّاحِدَةٌ ۗفَقَالَ اَكْفِلْنِيْهَا وَعَزَّنِيْ فِى الْخِطَابِ

inna hāzā akhī, lahụ tis’uw wa tis’ụna na’jataw wa liya na’jatuw wāhidah, fa qāla akfilnīhā wa ‘azzanī fil-khiṭāb
Arti Terjemahannya : Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, “Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.”


QS. Sad : 24

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ اِلٰى نِعَاجِهٖۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْخُلَطَاۤءِ لَيَبْغِيْ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا

۩ الصّٰلِحٰتِ وَقَلِيْلٌ مَّا هُمْۗ وَظَنَّ دَاوٗدُ اَنَّمَا فَتَنّٰهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهٗ وَخَرَّ رَاكِعًا وَّاَنَابَ 

qāla laqad ẓalamaka bisu`āli na’jatika ilā ni’ājih, wa inna kaṡīram minal-khulaṭā`i layabgī ba’ḍuhum ‘alā ba’ḍin illallazīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣālihāti wa qalīlum mā hum, wa ẓanna dāwụdu annamā fatannāhu fastagfara rabbahụ wa kharra rāki’aw wa anāb
Arti Terjemahannya : Dia (Dawud) berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.


QS. Sad : 25

فَغَفَرْنَا لَهٗ ذٰلِكَۗ وَاِنَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰبٍ

fa gafarnā lahụ zālik, wa inna lahụ ‘indanā lazulfā wa husna ma`āb
Arti Terjemahannya : Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.


QS. Sad : 26

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢبِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِ

yā dāwụdu innā ja’alnāka khalīfatan fil-arḍi fahkum bainan-nāsi bil-haqqi wa lā tattabi’il-hawā fa yuḍillaka ‘an sabīlillāh, innallazīna yaḍillụna ‘an sabīlillāhi lahum ‘azābun syadīdum bimā nasụ yaumal-hisāb
Arti Terjemahannya : (Allah berfirman), “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”


QS. Sad : 27

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۗذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّارِۗ

wa mā khalaqnas-samā`a wal-arḍa wa mā bainahumā bāṭilā, zālika ẓannullazīna kafarụ fa wailul lillazīna kafarụ minan-nār
Arti Terjemahannya : Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.


QS. Sad : 28

اَمْ نَجْعَلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَالْمُفْسِدِيْنَ فِى الْاَرْضِۖ اَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِيْنَ كَالْفُجَّارِ

am naj’alullazīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣālihāti kal-mufsidīna fil-arḍi am naj’alul-muttaqīna kal-fujjār
Arti Terjemahannya : Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?


QS. Sad : 29

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatazakkara ulul-albāb
Arti Terjemahannya : Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.


QS. Sad : 30

وَوَهَبْنَا لِدَاوٗدَ سُلَيْمٰنَۗ نِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌۗ

wa wahabnā lidāwụda sulaimān, ni’mal-‘abd, innahū awwāb
Arti Terjemahannya : Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).


QS. Sad : 31

اِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصّٰفِنٰتُ الْجِيَادُۙ

iz ‘uriḍa ‘alaihi bil-‘asyiyyiṣ-ṣāfinātul-jiyād
Arti Terjemahannya : (Ingatlah) ketika pada suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya,


QS. Sad : 32

فَقَالَ اِنِّيْٓ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِۗ

fa qāla innī ahbabtu hubbal-khairi ‘an zikri rabbī, hattā tawārat bil-hijāb
Arti Terjemahannya : maka dia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai matahari terbenam.”


QS. Sad : 33

رُدُّوْهَا عَلَيَّ ۚفَطَفِقَ مَسْحًا ۢبِالسُّوْقِ وَالْاَعْنَاقِ

ruddụhā ‘alayy, fa ṭafiqa mas-ham bis-sụqi wal-a’nāq
Arti Terjemahannya : ”Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu.


QS. Sad : 34

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمٰنَ وَاَلْقَيْنَا عَلٰى كُرْسِيِّهٖ جَسَدًا ثُمَّ اَنَابَ

wa laqad fatannā sulaimāna wa alqainā ‘alā kursiyyihī jasadan ṡumma anāb
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.


QS. Sad : 35

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`ahadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb
Arti Terjemahannya : Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”


QS. Sad : 36

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيْحَ تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖ رُخَاۤءً حَيْثُ اَصَابَۙ

fa sakhkharnā lahur-rīha tajrī bi`amrihī rukhā`an haiṡu aṣāb
Arti Terjemahannya : Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,


QS. Sad : 37

وَالشَّيٰطِيْنَ كُلَّ بَنَّاۤءٍ وَّغَوَّاصٍۙ

wasy-syayāṭīna kulla bannā`iw wa gawwāṣ
Arti Terjemahannya : dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,


QS. Sad : 38

وَّاٰخَرِيْنَ مُقَرَّنِيْنَ فِى الْاَصْفَادِ

wa ākharīna muqarranīna fil-aṣfād
Arti Terjemahannya : dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu.


QS. Sad : 39

هٰذَا عَطَاۤؤُنَا فَامْنُنْ اَوْ اَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

hāzā ‘aṭā`unā famnun au amsik bigairi hisāb
Arti Terjemahannya : Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan.


QS. Sad : 40

وَاِنَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰبٍ

wa inna lahụ ‘indanā lazulfā wa husna ma`āb
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.


QS. Sad : 41

وَاذْكُرْ عَبْدَنَآ اَيُّوْبَۘ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الشَّيْطٰنُ بِنُصْبٍ وَّعَذَابٍۗ

wazkur ‘abdanā ayyụb, iz nādā rabbahū annī massaniyasy-syaiṭānu binuṣbiw wa ‘azāb
Arti Terjemahannya : Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.”


QS. Sad : 42

اُرْكُضْ بِرِجْلِكَۚ هٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَّشَرَابٌ

urkuḍ birijlik, hāzā mugtasalum bāriduw wa syarāb
Arti Terjemahannya : (Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”


QS. Sad : 43

وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلْبَابِ

wa wahabnā lahū ahlahụ wa miṡlahum ma’ahum rahmatam minnā wa zikrā li`ulil-albāb
Arti Terjemahannya : Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.


QS. Sad : 44

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗاِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۗنِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌ

wa khuz biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā tahnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā, ni’mal-‘abd, innahū awwāb
Arti Terjemahannya : Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).


QS. Sad : 45

وَاذْكُرْ عِبٰدَنَآ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ اُولِى الْاَيْدِيْ وَالْاَبْصَارِ

wazkur ‘ibādanā ibrāhīma wa is-hāqa wa ya’qụba ulil-aidī wal-abṣār
Arti Terjemahannya : Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi).


QS. Sad : 46

اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ

innā akhlaṣnāhum bikhāliṣatin zikrad-dār
Arti Terjemahannya : Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.


QS. Sad : 47

وَاِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْاَخْيَارِۗ

wa innahum ‘indanā laminal-muṣṭafainal-akhyār
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.


QS. Sad : 48

وَاذْكُرْ اِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ ۗوَكُلٌّ مِّنَ الْاَخْيَارِۗ

wazkur ismā’īla walyasa’a wa zal-kifl, wa kullum minal-akhyār
Arti Terjemahannya : Dan ingatlah Ismail, Ilyasa‘ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.


QS. Sad : 49

هٰذَا ذِكْرٌ ۗوَاِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ لَحُسْنَ مَاٰبٍۙ

hāzā zikr, wa inna lil-muttaqīna lahusna ma`āb
Arti Terjemahannya : Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,


QS. Sad : 50

جَنّٰتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ الْاَبْوَابُۚ

jannāti ‘adnim mufattahatal lahumul-abwāb
Arti Terjemahannya : (yaitu) surga ’Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,


QS. Sad : 51

مُتَّكِـِٕيْنَ فِيْهَا يَدْعُوْنَ فِيْهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍ وَّشَرَابٍ

muttaki`īna fīhā yad’ụna fīhā bifākihating kaṡīratiw wa syarāb
Arti Terjemahannya : di dalamnya mereka bersandar (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman (di surga itu).


QS. Sad : 52

وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ اَتْرَابٌ

wa ‘indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi atrāb
Arti Terjemahannya : dan di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya umurnya.


QS. Sad : 53

هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ

hāzā mā tụ’adụna liyaumil-hisāb
Arti Terjemahannya : Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan.


QS. Sad : 54

اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّفَادٍۚ

inna hāzā larizqunā mā lahụ min nafād
Arti Terjemahannya : Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.


QS. Sad : 55

هٰذَا ۗوَاِنَّ لِلطّٰغِيْنَ لَشَرَّ مَاٰبٍۙ

hāzā, wa inna liṭ-ṭāgīna lasyarra ma`āb
Arti Terjemahannya : Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk,


QS. Sad : 56

جَهَنَّمَۚ يَصْلَوْنَهَاۚ فَبِئْسَ الْمِهَادُ

jahannam, yaṣlaunahā, fa bi`sal-mihād
Arti Terjemahannya : (yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal.


QS. Sad : 57

هٰذَاۙ فَلْيَذُوْقُوْهُ حَمِيْمٌ وَّغَسَّاقٌۙ

hāzā falyazụqụhu hamīmuw wa gassāq
Arti Terjemahannya : Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin,


QS. Sad : 58

وَّاٰخَرُ مِنْ شَكْلِهٖٓ اَزْوَاجٌۗ

wa ākharu min syaklihī azwāj
Arti Terjemahannya : dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu.


QS. Sad : 59

هٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْۚ لَا مَرْحَبًا ۢبِهِمْ ۗ اِنَّهُمْ صَالُوا النَّارِ

hāzā faujum muqtahimum ma’akum, lā mar-habam bihim, innahum ṣālun-nār
Arti Terjemahannya : (Dikatakan kepada mereka), “Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).


QS. Sad : 60

قَالُوْا بَلْ اَنْتُمْ لَا مَرْحَبًاۢ بِكُمْ ۗ اَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوْهُ لَنَاۚ فَبِئْسَ الْقَرَارُ

qālụ bal antum lā mar-habam bikum, antum qaddamtumụhu lanā, fa bi`sal-qarār
Arti Terjemahannya : (Para pengikut mereka menjawab), “Sebenarnya kamulah yang (lebih pan-tas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.”


QS. Sad : 61

قَالُوْا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِى النَّارِ

qālụ rabbanā mang qaddama lanā hāzā fa zid-hu ‘azāban ḍi’fan fin-nār
Arti Terjemahannya : Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.”


QS. Sad : 62

وَقَالُوْا مَا لَنَا لَا نَرٰى رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِّنَ الْاَشْرَارِ

wa qālụ mā lanā lā narā rijālang kunnā na’udduhum minal-asyrār
Arti Terjemahannya : Dan (orang-orang durhaka) berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).


QS. Sad : 63

اَتَّخَذْنٰهُمْ سِخْرِيًّا اَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْاَبْصَارُ

attakhaznāhum sikhriyyan am zāgat ‘an-humul-abṣār
Arti Terjemahannya : Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?”


QS. Sad : 64

اِنَّ ذٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ اَهْلِ النَّارِ

inna zālika lahaqqun takhāṣumu ahlin-nār
Arti Terjemahannya : Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka.


QS. Sad : 65

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ مُنْذِرٌ ۖوَّمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

qul innamā ana munziruw wa mā min ilāhin illallāhul-wāhidul-qahhār
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa,


QS. Sad : 66

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumal-‘azīzul-gaffār
Arti Terjemahannya : (yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun.”


QS. Sad : 67

قُلْ هُوَ نَبَؤٌا عَظِيْمٌۙ

qul huwa naba`un ‘aẓīm
Arti Terjemahannya : Katakanlah, “Itu (Al-Qur’an) adalah berita besar,


QS. Sad : 68

اَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُوْنَ

antum ‘an-hu mu’riḍụn
Arti Terjemahannya : yang kamu berpaling darinya.


QS. Sad : 69

مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍۢ بِالْمَلَاِ الْاَعْلٰٓى اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ

mā kāna liya min ‘ilmim bil-mala`il-a’lā iz yakhtaṣimụn
Arti Terjemahannya : Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala’ul a’la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.


QS. Sad : 70

اِنْ يُّوْحٰىٓ اِلَيَّ اِلَّآ اَنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ

iy yụhā ilayya illā annamā ana nazīrum mubīn
Arti Terjemahannya : Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.”


QS. Sad : 71

اِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ طِيْنٍ

iz qāla rabbuka lil-malā`ikati innī khāliqum basyaram min ṭīn
Arti Terjemahannya : (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.


QS. Sad : 72

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

fa izā sawwaituhụ wa nafakhtu fīhi mir rụhī faqa’ụ lahụ sājidīn
Arti Terjemahannya : Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”


QS. Sad : 73

فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙ

fa sajadal-malā`ikatu kulluhum ajma’ụn
Arti Terjemahannya : Lalu para malaikat itu bersujud semuanya,


QS. Sad : 74

اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اِسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ

illā iblīs, istakbara wa kāna minal-kāfirīn
Arti Terjemahannya : kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.


QS. Sad : 75

قَالَ يٰٓاِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ اَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۗ اَسْتَكْبَرْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِيْنَ

qāla yā iblīsu mā mana’aka an tasjuda limā khalaqtu biyadayy, astakbarta am kunta minal-‘ālīn
Arti Terjemahannya : (Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”


QS. Sad : 76

قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

qāla ana khairum min-hu khalaqtanī min nāriw wa khalaqtahụ min ṭīn
Arti Terjemahannya : (Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”


QS. Sad : 77

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَاِنَّكَ رَجِيْمٌۖ

qāla fakhruj min-hā fa innaka rajīm
Arti Terjemahannya : (Allah) berfirman, “Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.


QS. Sad : 78

وَّاِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِيْٓ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

wa inna ‘alaika la’natī ilā yaumid-dīn
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”


QS. Sad : 79

قَالَ رَبِّ فَاَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

qāla rabbi fa anẓirnī ilā yaumi yub’aṡụn
Arti Terjemahannya : (Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan.”


QS. Sad : 80

قَالَ فَاِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَۙ

qāla fa innaka minal-munẓarīn
Arti Terjemahannya : (Allah) berfirman, “Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan,


QS. Sad : 81

اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ

ilā yaumil-waqtil-ma’lụm
Arti Terjemahannya : sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).”


QS. Sad : 82

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ

qāla fa bi’izzatika la`ugwiyannahum ajma’īn
Arti Terjemahannya : (Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,


QS. Sad : 83

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ

illā ‘ibādaka min-humul-mukhlaṣīn
Arti Terjemahannya : kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”


QS. Sad : 84

قَالَ فَالْحَقُّۖ وَالْحَقَّ اَقُوْلُۚ

qāla fal-haqqu wal-haqqa aqụl
Arti Terjemahannya : (Allah) berfirman, “Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.


QS. Sad : 85

لَاَمْلَئَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ اَجْمَعِيْنَ

la`amla`anna jahannama mingka wa mim man tabi’aka min-hum ajma’īn
Arti Terjemahannya : Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”


QS. Sad : 86

قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ

qul mā as`alukum ‘alaihi min ajriw wa mā ana minal-mutakallifīn
Arti Terjemahannya : Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.


QS. Sad : 87

اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ

in huwa illā zikrul lil-‘ālamīn
Arti Terjemahannya : (Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.


QS. Sad : 88

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَاَهٗ بَعْدَ حِيْنٍ

wa lata’lamunna naba`ahụ ba’da hīn
Arti Terjemahannya : Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur’an) setelah beberapa waktu lagi.”

Surah Sebelumnya:
Surat As Saffat
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat Az zumar
Surah 038