Surat Taha

bacaan quran surat taha dan arti terjemahannya lengkap mp3 surah per ayat/perkata yang memiliki manfaat atau khasiat untuk panduan tajwid, cara baca huruf arab (makhrojul) atau bisa juga sobat gunakan untuk panduan ketika ingin ngaji dengan nada merdu seperti para syaikh arab.

dan seperti pada tema pembahasan yang lalu contohnya pada pembahasan surat al kahfi yang mana kami memberikan sedikit informasi terkait keterangan surat.

pada kali ini islambl akan berbagi sedikit informasi terkait surat taha kepada sobat semuanya.

dalam bahasa indonesia makna atau arti surat taha adalah “Ta ha”.

Berdasarkan tempat turunnya, surat ini termasuk dalam golongan surat makkiyah.

adapun asbabun nuzul penamaan surat ini diambil dari bunyi ayat pertama yakni “ta ha”.

bagi sobat yang ingin mempelajari keutamaan atau fadhilah dari surat taha silahkan belajar tafsir surat kepada ustadz yang ahli tafsir dan bisa jelaskan maksud serta isi kandungan surat ini kepada anda.

tujuannya agar sobat nanti tidak salah dalam penafsiran makna dan pengamalan kandungan surat taha.

selain itu sobat jangan berhenti belajar di satu surat, pelajari juga tafsir surat lain seperti surat al hajj yang membahas tentang ibadah haji agar keilmuan kita dalam beragama semakin luas dan mampu menundukan diri serta mempertebal keimanan kepada Allah Ta’ala.

dan untuk sobat semuanya, berikut ini tabel keterangan atau informasi dari surat taha yang sudah kami rangkumkan dan bisa dengan mudah sobat pelajari.

informasi surat al anbiya’
arti namata ha
golongan suratmakkiyah
nomor suratsurat ke 20
letak juzjuz ke 16
total ayat135 ayat
surat sebelumnyasurat maryam
surat setelahnyasurat al anbiya’

Bacaan Surat Taha Dan Artinya

Murottal Surah Taha Full


Basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Taha ayat 1 

 ۚ طٰهٰ

ṭa ha
Arti Terjemahan : Thaha


QS. Taha ayat 2

 ۙمَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى

ma anzalna ‘alaikal-qur`ana litasyqa
Arti Terjemahan : Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;


QS. Taha ayat 3

ۙاِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى

illa tażkiratal limay yakhsya
Arti Terjemahan : melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),


QS. Taha ayat 4

 ۗتَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى

tanzīlam mim man khalaqal-arḍa was-samawatil-‘ula
Arti Terjemahan : diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,


QS. Taha ayat 5

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

ar-raḥmanu ‘alal-‘arsyistawa
Arti Terjemahan : (yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.


QS. Taha ayat 6

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرٰى

lahụ ma fis-samawati wa ma fil-arḍi wa ma bainahuma wa ma taḥtaṡ-ṡara
Arti Terjemahan : Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.


QS. Taha ayat 7

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى

wa in taj-har bil-qauli fa innahụ ya’lamus-sirra wa akhfa
Arti Terjemahan : Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.


QS. Taha ayat 8

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى

allahu la ilaha illa huw, lahul-asma`ul-ḥusna
Arti Terjemahan : (Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.


QS. Taha ayat 9

 ۘوَهَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى

wa hal ataka ḥadīṡu mụsa
Arti Terjemahan : Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?


QS. Taha ayat 10

اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

iż ra`a naran fa qala li`ahlihimkuṡū innī anastu naral la’allī atīkum min-ha biqabasin au ajidu ‘alan-nari huda
Arti Terjemahan : Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”


QS. Taha ayat 11

 ۙفَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓى

fa lamma ataha nụdiya ya mụsa
Arti Terjemahan : Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, “Wahai Musa!


QS. Taha ayat 12

 ۗاِنِّيْٓ اَنَا۠ رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَۚ اِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

innī ana rabbuka fakhla’ na’laīk, innaka bil-wadil-muqaddasi ṭuwa
Arti Terjemahan : Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa.


QS. Taha ayat 13

وَاَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى

wa anakhtartuka fastami’ lima yụḥa
Arti Terjemahan : Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).


QS. Taha ayat 14

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

innanī anallahu la ilaha illa ana fa’budnī wa aqimiṣ-ṣalata liżikrī
Arti Terjemahan : Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.


QS. Taha ayat 15

اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى

innas-sa’ata atiyatun akadu ukhfīha litujza kullu nafsim bima tas’a
Arti Terjemahan : Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.


QS. Taha ayat 16

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَتَرْدٰى

fa la yaṣuddannaka ‘an-ha mal la yu`minu biha wattaba’a hawahu fa tarda
Arti Terjemahan : Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa.”


QS. Taha ayat 17

وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى

wa ma tilka biyamīnika ya mụsa
Arti Terjemahan : ”Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa? ”


QS. Taha ayat 18

قَالَ هِيَ عَصَايَۚ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى

qala hiya ‘aṣay, atawakka`u ‘alaiha wa ahusysyu biha ‘ala ganamī wa liya fīha ma`aribu ukhra
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”


QS. Taha ayat 19

قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى

qala alqiha ya mụsa
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Lemparkanlah ia, wahai Musa!”


QS. Taha ayat 20

فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى

fa alqaha fa iża hiya ḥayyatun tas’a
Arti Terjemahan : Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.


QS. Taha ayat 21

قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى

qala khuż-ha wa la takhaf, sanu’īduha sīratahal-ụla
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,


QS. Taha ayat 22

وَاضْمُمْ يَدَكَ اِلٰى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍ اٰيَةً اُخْرٰىۙ

waḍmum yadaka ila janaḥika takhruj baiḍa`a min gairi sū`in ayatan ukhra
Arti Terjemahan : dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,


QS. Taha ayat 23

 ۚلِنُرِيَكَ مِنْ اٰيٰتِنَا الْكُبْرٰى

linuriyaka min ayatinal-kubra
Arti Terjemahan : untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar,


QS. Taha ayat 24

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى

iż-hab ila fir’auna innahụ ṭaga
Arti Terjemahan : Pergilah kepada Fir‘aun; dia benar-benar telah melampaui batas.”


QS. Taha ayat 25

 ۙقَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ

qala rabbisyraḥ lī ṣadrī
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,


QS. Taha ayat 26

 ۙوَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ

wa yassir lī amrī
Arti Terjemahan : dan mudahkanlah untukku urusanku,


QS. Taha ayat 27

ۙوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ

waḥlul ‘uqdatam mil lisanī
Arti Terjemahan : dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,


QS. Taha ayat 28

 ۖيَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

yafqahụ qaulī
Arti Terjemahan : agar mereka mengerti perkataanku,


QS. Taha ayat 29

ۙوَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ

waj’al lī wazīram min ahlī
Arti Terjemahan : dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,


QS. Taha ayat 30

ۙهٰرُوْنَ اَخِى

harụna akhī
Arti Terjemahan : (yaitu) Harun, saudaraku,


QS. Taha ayat 31

ۙاشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْ

usydud bihī azrī
Arti Terjemahan : teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia,


QS. Taha ayat 32

ۙوَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْ

wa asyrik-hu fī amrī
Arti Terjemahan : dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,


QS. Taha ayat 33

ۙكَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا

kai nusabbiḥaka kaṡīra
Arti Terjemahan : agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,


QS. Taha ayat 34

 ۗوَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا

wa nażkuraka kaṡīra
Arti Terjemahan : dan banyak mengingat-Mu,


QS. Taha ayat 35

اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا

innaka kunta bina baṣīra
Arti Terjemahan : sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”


QS. Taha ayat 36

قَالَ قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يٰمُوْسٰى

qala qad ụtīta su`laka ya mụsa
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!


QS. Taha ayat 37

ۙوَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً اُخْرٰىٓ

wa laqad mananna ‘alaika marratan ukhra
Arti Terjemahan : Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),


QS. Taha ayat 38

 ۙاِذْ اَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّكَ مَا يُوْحٰىٓ

iż auḥaina ila ummika ma yụḥa
Arti Terjemahan : (yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,


QS. Taha ayat 39

اَنِ اقْذِفِيْهِ فِى التَّابُوْتِ فَاقْذِفِيْهِ فِى الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗ ۗوَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ ەۚ

 ۘوَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ

aniqżi fīhi fit-tabụti faqżi fīhi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-saḥili ya`khuż-hu ‘aduwwul lī wa ‘aduwwul lah, wa alqaitu ‘alaika maḥabbatam minnī, wa lituṣna’a ‘ala ‘ainī
Arti Terjemahan : (yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir‘aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.


QS. Taha ayat 40

اِذْ تَمْشِيْٓ اُخْتُكَ فَتَقُوْلُ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى مَنْ يَّكْفُلُهٗ ۗفَرَجَعْنٰكَ اِلٰٓى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ەۗ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا ەۗ فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ ەۙ ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى

iż tamsyī ukhtuka fa taqụlu hal adullukum ‘ala may yakfuluh, fa raja’naka ila ummika kai taqarra ‘ainuha wa la taḥzan, wa qatalta nafsan fa najjainaka minal-gammi wa fatannaka futụna, fa labiṡta sinīna fī ahli madyana ṡumma ji`ta ‘ala qadariy ya mụsa
Arti Terjemahan : (Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,


QS. Taha ayat 41

وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِيْۚ

waṣṭana’tuka linafsī
Arti Terjemahan : dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.


QS. Taha ayat 42

اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِيْۚ

iż-hab anta wa akhụka bi`ayatī wa la taniya fī żikrī
Arti Terjemahan : Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;


QS. Taha ayat 43

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ

iż-haba ila fir’auna innahụ ṭaga
Arti Terjemahan : pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;


QS. Taha ayat 44

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى

fa qụla lahụ qaulal layyinal la’allahụ yatażakkaru au yakhsya
Arti Terjemahan : maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.


QS. Taha ayat 45

قَالَا رَبَّنَآ اِنَّنَا نَخَافُ اَنْ يَّفْرُطَ عَلَيْنَآ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى

qala rabbana innana nakhafu ay yafruṭa ‘alaina au ay yaṭga
Arti Terjemahan : Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,”


QS. Taha ayat 46

قَالَ لَا تَخَافَآ اِنَّنِيْ مَعَكُمَآ اَسْمَعُ وَاَرٰى

qala la takhafa innanī ma’akuma asma’u wa ara
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.


QS. Taha ayat 47

فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗوَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى

fa`tiyahu fa qụla inna rasụla rabbika fa arsil ma’ana banī isra`īla wa la tu’ażżib-hum, qad ji`naka bi`ayatim mir rabbik, was-salamu ‘ala manittaba’al-huda
Arti Terjemahan : Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.


QS. Taha ayat 48

اِنَّا قَدْ اُوْحِيَ اِلَيْنَآ اَنَّ الْعَذَابَ عَلٰى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى

inna qad ụḥiya ilaina annal-‘ażaba ‘ala mang każżaba wa tawalla
Arti Terjemahan : Sungguh, telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak mempedulikannya).”


QS. Taha ayat 49

قَالَ فَمَنْ رَّبُّكُمَا يٰمُوْسٰى

qala fa mar rabbukuma ya mụsa
Arti Terjemahan : Dia (Fir‘aun) berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?”


QS. Taha ayat 50

قَالَ رَبُّنَا الَّذِيْٓ اَعْطٰى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهٗ ثُمَّ هَدٰى

qala rabbunallażī a’ṭa kulla syai`in khalqahụ ṡumma hada
Arti Terjemahan : Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”


QS. Taha ayat 51

قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُوْنِ الْاُوْلٰى

qala fa ma balul-qurụnil-ụla
Arti Terjemahan : Dia (Fir‘aun) berkata, “Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?”


QS. Taha ayat 52

قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْ فِيْ كِتٰبٍۚ لَا يَضِلُّ رَبِّيْ وَلَا يَنْسَىۖ

qala ‘ilmuha ‘inda rabbī fī kitab, la yaḍillu rabbī wa la yansa
Arti Terjemahan : Dia (Musa) menjawab, “Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;


QS. Taha ayat 53

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى

allażī ja’ala lakumul-arḍa mahdaw wa salaka lakum fīha subulaw wa anzala minas-sama`i ma`a, fa akhrajna bihī azwajam min nabatin syatta
Arti Terjemahan : (Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.


QS. Taha ayat 54

كُلُوْا وَارْعَوْا اَنْعَامَكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى النُّهٰى

kulụ war’au an’amakum, inna fī żalika la`ayatil li`ulin-nuha
Arti Terjemahan : Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.


QS. Taha ayat 55

۞ مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى

min-ha khalaqnakum wa fīha nu’īdukum wa min-ha nukhrijukum taratan ukhra
Arti Terjemahan : Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.


QS. Taha ayat 56

وَلَقَدْ اَرَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَاَبٰى

wa laqad arainahu ayatina kullaha fa każżaba wa aba
Arti Terjemahan : Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir‘aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).


QS. Taha ayat 57

قَالَ اَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ اَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يٰمُوْسٰى

qala a ji`tana litukhrijana min arḍina bisiḥrika ya mụsa
Arti Terjemahan : Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?


QS. Taha ayat 58

فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهٖ فَاجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهٗ نَحْنُ وَلَآ اَنْتَ مَكَانًا سُوًى

fa lana`tiyannaka bisiḥrim miṡlihī faj’al bainana wa bainaka mau’idal la nukhlifuhụ naḥnu wa la anta makanan suwa
Arti Terjemahan : Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka.”


QS. Taha ayat 59

قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّيْنَةِ وَاَنْ يُّحْشَرَ النَّاسُ ضُحًى

qala mau’idukum yaumuz-zīnati wa ay yuḥsyaran-nasu ḍuḥa
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha).”


QS. Taha ayat 60

فَتَوَلّٰى فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهٗ ثُمَّ اَتٰى

fa tawalla fir’aunu fa jama’a kaidahụ ṡumma ata
Arti Terjemahan : Maka Fir‘aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).


QS. Taha ayat 61

قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰى وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُوْا عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍۚ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرٰى

qala lahum mụsa wailakum la taftarụ ‘alallahi każiban fa yus-ḥitakum bi’ażab, wa qad khaba maniftara
Arti Terjemahan : Musa berkata kepada mereka (para pesihir), “Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab.” Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kedustaan.


QS. Taha ayat 62

فَتَنَازَعُوْٓا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ وَاَسَرُّوا النَّجْوٰى

fa tanaza’ū amrahum bainahum wa asarrun-najwa
Arti Terjemahan : Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).


QS. Taha ayat 63

قَالُوْٓا اِنْ هٰذٰنِ لَسٰحِرَانِ يُرِيْدَانِ اَنْ يُّخْرِجٰكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيْقَتِكُمُ الْمُثْلٰى

qalū in hażani lasaḥirani yurīdani ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrihima wa yaż-haba biṭarīqatikumul-muṡla
Arti Terjemahan : Mereka (para pesihir) berkata, “Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir‘aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua, dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.


QS. Taha ayat 64

فَاَجْمِعُوْا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوْا صَفًّاۚ وَقَدْ اَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنِ اسْتَعْلٰى

fa ajmi’ụ kaidakum ṡumma`tụ ṣaffa, wa qad aflaḥal-yauma manista’la
Arti Terjemahan : Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh, beruntung orang yang menang pada hari ini.”


QS. Taha ayat 65

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِمَّآ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّآ اَنْ نَّكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَلْقٰى

qalụ ya mụsa imma an tulqiya wa imma an nakụna awwala man alqa
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?”


QS. Taha ayat 66

قَالَ بَلْ اَلْقُوْاۚ فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى

qala bal alqụ, fa iża ḥibaluhum wa ‘iṣiyyuhum yukhayyalu ilaihi min siḥrihim annaha tas’a
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.


QS. Taha ayat 67

فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى

fa aujasa fī nafsihī khīfatam mụsa
Arti Terjemahan : Maka Musa merasa takut dalam hatinya.


QS. Taha ayat 68

قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى

qulna la takhaf innaka antal-a’la
Arti Terjemahan : Kami berfirman, “Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang).


QS. Taha ayat 69

وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْاۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍۗ وَلَا يُفْلِحُ السّٰحِرُ حَيْثُ اَتٰى

wa alqi ma fī yamīnika talqaf ma ṣana’ụ, innama ṣana’ụ kaidu saḥir, wa la yufliḥus-saḥiru ḥaiṡu ata
Arti Terjemahan : Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang.”


QS. Taha ayat 70

فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ هٰرُوْنَ وَمُوْسٰى

fa ulqiyas-saḥaratu sujjadang qalū amanna birabbi harụna wa mụsa
Arti Terjemahan : Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, “Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.”


QS. Taha ayat 71

قَالَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَكُمْۗ اِنَّهٗ لَكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَۚ فَلَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ وَّلَاُصَلِّبَنَّكُمْ فِيْ جُذُوْعِ النَّخْلِۖ وَلَتَعْلَمُنَّ اَيُّنَآ اَشَدُّ عَذَابًا وَّاَبْقٰى

qala amantum lahụ qabla an ażana lakum, innahụ lakabīrukumullażī ‘allamakumus-siḥr, fa la`uqaṭṭi’anna aidiyakum wa arjulakum min khilafiw wa la`uṣallibannakum fī jużụ’in-nakhli wa lata’lamunna ayyuna asyaddu ‘ażabaw wa abqa
Arti Terjemahan : Dia (Fir‘aun) berkata, “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.”


QS. Taha ayat 72

 ۗقَالُوْا لَنْ نُّؤْثِرَكَ عَلٰى مَا جَاۤءَنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالَّذِيْ فَطَرَنَا فَاقْضِ مَآ اَنْتَ قَاضٍۗ اِنَّمَا تَقْضِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا

qalụ lan nu`ṡiraka ‘ala ma ja`ana minal-bayyinati wallażī faṭarana faqḍi ma anta qaḍ, innama taqḍī hażihil-ḥayatad-dun-ya
Arti Terjemahan : Mereka (para pesihir) berkata, “Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.


QS. Taha ayat 73

اِنَّآ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطٰيٰنَا وَمَآ اَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِۗ وَاللّٰهُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

inna amanna birabbina liyagfira lana khaṭayana wa ma akrahtana ‘alaihi minas-siḥr, wallahu khairuw wa abqa
Arti Terjemahan : Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).”


QS. Taha ayat 74

اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِنَّ لَهٗ جَهَنَّمَ ۗ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى

innahụ may ya`ti rabbahụ mujriman fa inna lahụ jahannam, la yamụtu fīha wa la yaḥya
Arti Terjemahan : Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (tidak dapat bertobat).


QS. Taha ayat 75

 ۙوَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى

wa may ya`tihī mu`minang qad ‘amilaṣ-ṣaliḥati fa ula`ika lahumud-darajatul-‘ula
Arti Terjemahan : Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),


QS. Taha ayat 76

جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗوَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا مَنْ تَزَكّٰى

jannatu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-haru khalidīna fīha, wa żalika jaza`u man tazakka
Arti Terjemahan : (yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.


QS. Taha ayat 77

وَلَقَدْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْ فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيْقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًاۙ لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَّلَا تَخْشٰى

wa laqad auḥaina ila mụsa an asri bi’ibadī faḍrib lahum ṭarīqan fil-baḥri yabasal la takhafu darakaw wa la takhsya
Arti Terjemahan : Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).”


QS. Taha ayat 78

 ۗفَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ

fa atba’ahum fir’aunu bijunụdihī fa gasyiyahum minal-yammi ma gasyiyahum
Arti Terjemahan : Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.


QS. Taha ayat 79

وَاَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهٗ وَمَا هَدٰى

wa aḍalla fir’aunu qaumahụ wa ma hada
Arti Terjemahan : Dan Fir‘aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.


QS. Taha ayat 80

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى

ya banī isra`īla qad anjainakum min ‘aduwwikum wa wa’adnakum janibaṭ-ṭụril-aimana wa nazzalna ‘alaikumul-manna was-salwa
Arti Terjemahan : Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa.


QS. Taha ayat 81

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۙ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى

kulụ min ṭayyibati ma razaqnakum wa la taṭgau fīhi fa yaḥilla ‘alaikum gaḍabī, wa may yaḥlil ‘alaihi gaḍabī fa qad hawa
Arti Terjemahan : Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.


QS. Taha ayat 82

وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

wa innī lagaffarul liman taba wa amana wa ‘amila ṣaliḥan ṡummahtada
Arti Terjemahan : Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.


QS. Taha ayat 83

۞ وَمَآ اَعْجَلَكَ عَنْ قَوْمِكَ يٰمُوْسٰى

wa ma a’jalaka ‘ang qaumika ya mụsa
Arti Terjemahan : “Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?”


QS. Taha ayat 84

قَالَ هُمْ اُولَاۤءِ عَلٰٓى اَثَرِيْ وَعَجِلْتُ اِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضٰى

qala hum ula`i ‘ala aṡarī wa ‘ajiltu ilaika rabbi litarḍa
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku).”


QS. Taha ayat 85

قَالَ فَاِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْۢ بَعْدِكَ وَاَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ

qala fa inna qad fatanna qaumaka mim ba’dika wa aḍallahumus-samiriyy
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.”


QS. Taha ayat 86

فَرَجَعَ مُوْسٰٓى اِلٰى قَوْمِهٖ غَضْبَانَ اَسِفًا ەۚ قَالَ يٰقَوْمِ اَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا ەۗ اَفَطَالَ عَلَيْكُمُ الْعَهْدُ اَمْ اَرَدْتُّمْ اَنْ يَّحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَخْلَفْتُمْ مَّوْعِدِيْ

fa raja’a mụsa ila qaumihī gaḍbana asifa, qala ya qaumi a lam ya’idkum rabbukum wa’dan ḥasana, a fa ṭala ‘alaikumul-‘ahdu am arattum ay yaḥilla ‘alaikum gaḍabum mir rabbikum fa akhlaftum mau’idī
Arti Terjemahan : Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”


QS. Taha ayat 87

 ۙقَالُوْا مَآ اَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلٰكِنَّا حُمِّلْنَآ اَوْزَارًا مِّنْ زِيْنَةِ الْقَوْمِ فَقَذَفْنٰهَا فَكَذٰلِكَ اَلْقَى السَّامِرِيُّ

qalụ ma akhlafna mau’idaka bimalkina wa lakinna ḥummilna auzaram min zīnatil-qaumi fa qażafnaha fa każalika alqas-samiriyy
Arti Terjemahan : Mereka berkata, “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir‘aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,


QS. Taha ayat 88

ۗفَاَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ فَقَالُوْا هٰذَآ اِلٰهُكُمْ وَاِلٰهُ مُوْسٰى ەۙ فَنَسِيَ

fa akhraja lahum ‘ijlan jasadal lahụ khuwarun fa qalụ haża ilahukum wa ilahu mụsa fa nasiy
Arti Terjemahan : kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, “Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa.”


QS. Taha ayat 89

اَفَلَا يَرَوْنَ اَلَّا يَرْجِعُ اِلَيْهِمْ قَوْلًا ەۙ وَّلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا

a fa la yarauna alla yarji’u ilaihim qaulaw wa la yamliku lahum ḍarraw wa la naf’a
Arti Terjemahan : Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat mau-pun mendatangkan manfaat kepada mereka?


QS. Taha ayat 90

وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هٰرُوْنُ مِنْ قَبْلُ يٰقَوْمِ اِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهٖۚ وَاِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمٰنُ فَاتَّبِعُوْنِيْ وَاَطِيْعُوْٓا اَمْرِيْ

wa laqad qala lahum harụnu ming qablu ya qaumi innama futintum bih, wa inna rabbakumur-raḥmanu fattabi’ụnī wa aṭī’ū amrī
Arti Terjemahan : Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.”


QS. Taha ayat 91

قَالُوْا لَنْ نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عٰكِفِيْنَ حَتّٰى يَرْجِعَ اِلَيْنَا مُوْسٰى

qalụ lan nabraḥa ‘alaihi ‘akifīna ḥatta yarji’a ilaina mụsa
Arti Terjemahan : Mereka menjawab, “Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami.”


QS. Taha ayat 92

ۙقَالَ يٰهٰرُوْنُ مَا مَنَعَكَ اِذْ رَاَيْتَهُمْ ضَلُّوْٓا

qala ya harụnu ma mana’aka iż ra`aitahum ḍallū
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,


QS. Taha ayat 93

اَلَّا تَتَّبِعَنِۗ اَفَعَصَيْتَ اَمْرِيْ

alla tattabi’an, a fa ‘aṣaita amrī
Arti Terjemahan : (sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?”


QS. Taha ayat 94

قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِيْ وَلَا بِرَأْسِيْۚ اِنِّيْ خَشِيْتُ اَنْ تَقُوْلَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِيْ

qala yabna`umma la ta`khuż biliḥyatī wa la bira`sī, innī khasyītu an taqụla farraqta baina banī isra`īla wa lam tarqub qaulī
Arti Terjemahan : Dia (Harun) menjawab, “Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku.’”


QS. Taha ayat 95

قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يٰسَامِرِيُّ

qala fa ma khaṭbuka ya samiriyy
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?”


QS. Taha ayat 96

قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوْا بِهٖ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ اَثَرِ الرَّسُوْلِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذٰلِكَ سَوَّلَتْ لِيْ نَفْسِيْ

qala baṣurtu bima lam yabṣurụ bihī fa qabaḍtu qabḍatam min aṡarir-rasụli fa nabażtuha wa każalika sawwalat lī nafsī
Arti Terjemahan : Dia (Samiri) menjawab, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku.”


QS. Taha ayat 97

قَالَ فَاذْهَبْ فَاِنَّ لَكَ فِى الْحَيٰوةِ اَنْ تَقُوْلَ لَا مِسَاسَۖ وَاِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَّنْ تُخْلَفَهٗۚ وَانْظُرْ اِلٰٓى اِلٰهِكَ الَّذِيْ ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا ۗ لَنُحَرِّقَنَّهٗ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهٗ فِى الْيَمِّ نَسْفًا

qala faż-hab fa inna laka fil-ḥayati an taqụla la misasa wa inna laka mau’idal lan tukhlafah, wanẓur ila ilahikallażī ẓalta ‘alaihi ‘akifa, lanuḥarriqannahụ ṡumma lanansifannahụ fil-yammi nasfa
Arti Terjemahan : Dia (Musa) berkata, “Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku),’. Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak akan dapat engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).


QS. Taha ayat 98

اِنَّمَآ اِلٰهُكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا

innama ilahukumullahullażī la ilaha illa huw, wasi’a kulla syai`in ‘ilma
Arti Terjemahan : Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.”


QS. Taha ayat 99

 ۚكَذٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ مَا قَدْ سَبَقَۚ وَقَدْ اٰتَيْنٰكَ مِنْ لَّدُنَّا ذِكْرًا

każalika naquṣṣu ‘alaika min amba`i ma qad sabaq, wa qad atainaka mil ladunna żikra
Arti Terjemahan : Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur’an) dari sisi Kami.


QS. Taha ayat 100

مَنْ اَعْرَضَ عَنْهُ فَاِنَّهٗ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وِزْرًا

man a’raḍa ‘an-hu fa innahụ yaḥmilu yaumal-qiyamati wizra
Arti Terjemahan : Barangsiapa berpaling darinya (Al-Qur’an), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat,


QS. Taha ayat 101

خٰلِدِيْنَ فِيْهِ ۗوَسَاۤءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ حِمْلًاۙ

khalidīna fīh, wa sa`a lahum yaumal-qiyamati ḥimla
Arti Terjemahan : mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,


QS. Taha ayat 102

 ۖيَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِيْنَ يَوْمَىِٕذٍ زُرْقًا

yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri wa naḥsyurul-mujrimīna yauma`iżin zurqa
Arti Terjemahan : pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,


QS. Taha ayat 103

يَّتَخَافَتُوْنَ بَيْنَهُمْ اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا عَشْرًا

yatakhafatụna bainahum il labiṡtum illa ‘asyra
Arti Terjemahan : mereka saling berbisik satu sama lain, “Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari).”


QS. Taha ayat 104

نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ اِذْ يَقُوْلُ اَمْثَلُهُمْ طَرِيْقَةً اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا يَوْمًا

naḥnu a’lamu bima yaqụlụna iż yaqụlu amṡaluhum ṭarīqatan il labiṡtum illa yauma
Arti Terjemahan : Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, “Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja.”


QS. Taha ayat 105

 ۙوَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًا

wa yas`alụnaka ‘anil-jibali fa qul yansifuha rabbī nasfa
Arti Terjemahan : Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,


QS. Taha ayat 106

ۙفَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا

fa yażaruha qa’an ṣafṣafa
Arti Terjemahan : kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,


QS. Taha ayat 107

 ۗلَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًا

la tara fīha ‘iwajaw wa la amta
Arti Terjemahan : (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.”


QS. Taha ayat 108

يَوْمَىِٕذٍ يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهٗ ۚوَخَشَعَتِ الْاَصْوَاتُ لِلرَّحْمٰنِ فَلَا تَسْمَعُ اِلَّا هَمْسًا

yauma`iżiy yattabi’ụnad-da’iya la ‘iwaja lah, wa khasya’atil-aṣwatu lir-raḥmani fa la tasma’u illa hamsa
Arti Terjemahan : Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.


QS. Taha ayat 109

يَوْمَىِٕذٍ لَّا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَرَضِيَ لَهٗ قَوْلًا

yauma`iżil la tanfa’usy-syafa’atu illa man ażina lahur-raḥmanu wa raḍiya lahụ qaula
Arti Terjemahan : Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.


QS. Taha ayat 110

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِهٖ عِلْمًا

ya’lamu ma baina aidīhim wa ma khalfahum wa la yuḥīṭụna bihī ‘ilma
Arti Terjemahan : Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.


QS. Taha ayat 111

۞ وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِۗ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

wa ‘anatil-wujụhu lil-ḥayyil-qayyụm, wa qad khaba man ḥamala ẓulma
Arti Terjemahan : Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.


QS. Taha ayat 112

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخٰفُ ظُلْمًا وَّلَا هَضْمًا

wa may ya’mal minaṣ-ṣaliḥati wa huwa mu`minun fa la yakhafu ẓulmaw wa la haḍma
Arti Terjemahan : Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya.


QS. Taha ayat 113

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا وَّصَرَّفْنَا فِيْهِ مِنَ الْوَعِيْدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ اَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا

wa każalika anzalnahu qur`anan ‘arabiyyaw wa ṣarrafna fīhi minal-wa’īdi la’allahum yattaqụna au yuḥdiṡu lahum żikra
Arti Terjemahan : Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Al-Qur’an) itu memberi pengajaran bagi mereka.


QS. Taha ayat 114

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

fa ta’alallahul-malikul-ḥaqq, wa la ta’jal bil-qur`ani ming qabli ay yuqḍa ilaika waḥyuhụ wa qur rabbi zidnī ‘ilma
Arti Terjemahan : Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ”


QS. Taha ayat 115

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ اِلٰٓى اٰدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهٗ عَزْمًا

wa laqad ‘ahidna ila adama ming qablu fa nasiya wa lam najid lahụ ‘azma
Arti Terjemahan : Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.


QS. Taha ayat 116

 ۗوَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَ اَبٰى

wa iż qulna lil-mala`ikatisjudụ li`adama fa sajadū illa iblīsa aba
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.


QS. Taha ayat 117

فَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقٰى

fa qulna ya adamu inna haża ‘aduwwul laka wa lizaujika fa la yukhrijannakuma minal-jannati fa tasyqa
Arti Terjemahan : Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.


QS. Taha ayat 118

 ۙاِنَّ لَكَ اَلَّا تَجُوْعَ فِيْهَا وَلَا تَعْرٰى

inna laka alla tajụ’a fīha wa la ta’ra
Arti Terjemahan : Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang.


QS. Taha ayat 119

وَاَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا فِيْهَا وَلَا تَضْحٰى

wa annaka la taẓma`u fīha wa la taḍ-ḥa
Arti Terjemahan : Dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari.”


QS. Taha ayat 120

فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

fa waswasa ilaihisy-syaiṭanu qala ya adamu hal adulluka ‘ala syajaratil-khuldi wa mulkil la yabla
Arti Terjemahan : Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”


QS. Taha ayat 121

 ۖفَاَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْاٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفٰنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِۚ وَعَصٰٓى اٰدَمُ رَبَّهٗ فَغَوٰى

fa akala min-ha fa badat lahuma sau`atuhuma wa ṭafiqa yakhṣifani ‘alaihima miw waraqil jannah, wa ‘aṣa adamu rabbahụ fa gawa
Arti Terjemahan : Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya, dan sesatlah dia.


QS. Taha ayat 122

ثُمَّ اجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدٰى

ṡummajtabahu rabbuhụ fa taba ‘alaihi wa hada
Arti Terjemahan : Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.


QS. Taha ayat 123

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدٰيَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى

qalahbiṭa min-ha jamī’am ba’ḍukum liba’ḍin ‘aduww, fa imma ya`tiyannakum minnī hudan fa manittaba’a hudaya fa la yaḍillu wa la yasyqa
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.


QS. Taha ayat 124

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

wa man a’raḍa ‘an żikrī fa inna lahụ ma’īsyatan ḍangkaw wa naḥsyuruhụ yaumal-qiyamati a’ma
Arti Terjemahan : Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”


QS. Taha ayat 125

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا

qala rabbi lima ḥasyartanī a’ma wa qad kuntu baṣīra
Arti Terjemahan : Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”


QS. Taha ayat 126

قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى

qala każalika atatka ayatuna fa nasītaha, wa każalikal-yauma tunsa
Arti Terjemahan : Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”


QS. Taha ayat 127

وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ اَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْۢ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖۗ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَشَدُّ وَاَبْقٰى

wa każalika najzī man asrafa wa lam yu`mim bi`ayati rabbih, wa la’ażabul-akhirati asyaddu wa abqa
Arti Terjemahan : Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.


QS. Taha ayat 128

اَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ يَمْشُوْنَ فِيْ مَسٰكِنِهِمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى النُّهٰى

a fa lam yahdi lahum kam ahlakna qablahum minal-qurụni yamsyụna fī masakinihim, inna fī żalika la`ayatil li`ulin-nuha
Arti Terjemahan : Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.


QS. Taha ayat 129

 ۗوَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَّاَجَلٌ مُّسَمًّى

walau la kalimatun sabaqat mir rabbika lakana lizamaw wa ajalum musamma
Arti Terjemahan : Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka.


QS. Taha ayat 130

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى

faṣbir ‘ala ma yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qabla gurụbiha, wa min ana`il-laili fa sabbiḥ wa aṭrafan-nahari la’allaka tarḍa
Arti Terjemahan : Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.


QS. Taha ayat 131

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

wa la tamuddanna ‘ainaika ila ma matta’na bihī azwajam min-hum zahratal-ḥayatid-dun-ya linaftinahum fīh, wa rizqu rabbika khairuw wa abqa
Arti Terjemahan : Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.


QS. Taha ayat 132

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

wa`mur ahlaka biṣ-ṣalati waṣṭabir ‘alaiha, la nas`aluka rizqa, naḥnu narzuquk, wal-‘aqibatu lit-taqwa
Arti Terjemahan : Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.


QS. Taha ayat 133

وَقَالُوْا لَوْلَا يَأْتِيْنَا بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّهٖۗ اَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِى الصُّحُفِ الْاُولٰى

wa qalụ lau la ya`tīna bi`ayatim mir rabbih, a wa lam ta`tihim bayyinatu ma fiṣ-ṣuḥufil-ụla
Arti Terjemahan : Dan mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?


QS. Taha ayat 134

وَلَوْ اَنَّآ اَهْلَكْنٰهُمْ بِعَذَابٍ مِّنْ قَبْلِهٖ لَقَالُوْا رَبَّنَا لَوْلَآ اَرْسَلْتَ اِلَيْنَا رَسُوْلًا فَنَتَّبِعَ اٰيٰتِكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ نَّذِلَّ وَنَخْزٰى

walau anna ahlaknahum bi’ażabim ming qablihī laqalụ rabbana lau la arsalta ilaina rasụlan fa nattabi’a ayatika ming qabli an nażilla wa nakhza
Arti Terjemahan : Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Al-Qur’an itu diturunkan), tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”


QS. Taha ayat 135

قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوْاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ اَصْحٰبُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدٰى ۔

qul kullum mutarabbiṣun fa tarabbaṣụ, fa sata’lamụna man aṣ-ḥabuṣ-ṣiraṭis-sawiyyi wa manihtada
Arti Terjemahan : Katakanlah (Muhammad), “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”

Surah Sebelumnya:
Surat Maryam
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat al Anbiya’
Surah 020