Surat Al Mumtahanah

Bacaan surat al mumtahanah dan terjemahannya atau artinya dilengkapi dengan bacaan latin serta audio mp3 murottal perayat sebagai media untuk membantu sobat islambl.com dalam memperbaiki cara membaca Al Quran yang masih kurang tepat seperti makhrojul huruf, hukum bacaan Quran atau tajwidnya. Dan qiroah perayat dari surat Al Mumtahanah ini bisa sobat jadikan panduan ketika ingin memperindah bacaan Al Qurannya.

Teman teman islambl, sebelum kita menuju bacaan surat ini alangkah baiknya jika kita pelajari terlebih dahulu informasi seputar surat Al Mumtahanah.

Surat Al Mumtahanah jika kita mengartikannya kedalam bahasa Indonesia maka memiliki arti “Perempuan Yang Diuji“.

Dalam surat ini terdapat 13 ayat dan 2 ruku’ yang sangat mudah untuk kita hafalkan, karena Allah Ta’ala memang menciptakan Al Quran agar mudah untuk dipelajari.

Kemudian jika kita lihat pada nomor juz surat ini, maka surat Al Mumtahanah merupakan bagian dari surat surat yang ada di Juz ke-28.

Dalam penomoran surat yang ada di dalam Mushaf Al Quran, surah Al Mumtahanah menempati urutan surat yang ke-60 tepatnya diantara surat Al Hasyr dan surat As Saff.

Lalu berdasarkan penggolongan surat, surat ini termasuk kedalam jajaran surat dari golongan Madaniyah.

Apa itu golongan surat Madaniyah ?

Surat Madaniyah dapat diartikan dengan surat-surat Al Quran yang di turunkan di kawasan Madinah.

Agar teman teman lebih mudah dalam mempelajari informasi terkait surat ini, berikut ini rangkuman informasi surat Al Mumtahanah yang sudah kami masukan kedalam tabel informasi surat.

Informasi Surat Al Mumtahanah
Arti NamaPerempuan Yang Diuji
Total Ayat13 ayat
Jumlah Ruku’2 ruku’
Nomor JuzJuz Ke-28
Nomor SuratSurat Ke-60
Golongan SuratMadaniyah
Surat SebelumnyaSurat Al Hasyr
Surat BerikutnyaSurat As Saff

Baik, itu tadi sekilas ulasan tentang keterangan atau informasi seputar surat Al Mumtahanah yang bisa teman teman jadikan tambahan ilmu pada kesempatan kali ini.

Untuk selanjutnya mari kita menuju daftar bacaan surah Al Mumtahanah dan terjemahannya serta dilengkapi dengan tulisan latin beserta mp3 perayat untuk panduan membaca Al Quran dengan baik dan benar.

Berikut ulasan selengkapnya.

Bacaan Surat Al Mumtahanah Dan Artinya

Tilawah Surat Al Mumtahanah Syaikh Mishary Rashid


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirahmaanirrahim (i)


QS. Al Mumtahanah : 1

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَاۤءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَاۤءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْۗ اِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَاَنَا۠ اَعْلَمُ بِمَآ اَخْفَيْتُمْ وَمَآ اَعْلَنْتُمْۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ

ya ayyuhallazina amanụ la tattakhizụ ‘aduwwi wa ‘aduwwakum auliya`a tulqụna ilaihim bil-mawaddati wa qad kafarụ bima ja`akum minal-ḥaqq, yukhrijụnar-rasụla wa iyyakum an tu`minụ billahi rabbikum, ing kuntum kharajtum jihadan fi sabili wabtiga`a marḍati tusirrụna ilaihim bil-mawaddati wa ana a’lamu bima akhfaitum wa ma a’lantum, wa may yaf’al-hu mingkum fa qad ḍalla sawa`as-sabil
Arti Terjemahannya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.


QS. Al Mumtahanah : 2

اِنْ يَّثْقَفُوْكُمْ يَكُوْنُوْا لَكُمْ اَعْدَاۤءً وَّيَبْسُطُوْٓا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ وَاَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوْۤءِ وَوَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَۗ

iy yaṡqafụkum yakụnụ lakum a’da`aw wa yabsuṭū ilaikum aidiyahum wa alsinatahum bis-sū`i wa waddụ lau takfurụn
Arti Terjemahannya : Jika mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir.


QS. Al Mumtahanah : 3

لَنْ تَنْفَعَكُمْ اَرْحَامُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ ۛيَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۛيَفْصِلُ بَيْنَكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

lan tanfa’akum ar-ḥamukum wa la auladukum, yaumal-qiyamati yafṣilu bainakum, wallahu bima ta’malụna baṣir
Arti Terjemahannya : Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


QS. Al Mumtahanah : 4

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

qad kanat lakum uswatun ḥasanatun fi ibrahima wallazina ma’ah, iz qalụ liqaumihim inna bura`a`u mingkum wa mimma ta’budụna min dụnillahi kafarna bikum wa bada bainana wa bainakumul-‘adawatu wal-bagḍa`u abadan ḥatta tu`minụ billahi waḥdahū illa qaula ibrahima li`abihi la`astagfiranna laka wa ma amliku laka minallahi min syai`, rabbana ‘alaika tawakkalna wa ilaika anabna wa ilaikal-maṣir
Arti Terjemahannya : Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, ”Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata), “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,


QS. Al Mumtahanah : 5

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

rabbana la taj’alna fitnatal lillazina kafarụ wagfir lana rabbana, innaka antal-‘azizul-ḥakim
Arti Terjemahannya : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”


QS. Al Mumtahanah : 6

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْهِمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُو اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

laqad kana lakum fihim uswatun ḥasanatul limang kana yarjullaha wal-yaumal-akhir, wa may yatawalla fa innallaha huwal-ganiyyul-ḥamid
Arti Terjemahannya : Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian, dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji.


QS. Al Mumtahanah : 7

۞ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَادَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةًۗ وَاللّٰهُ قَدِيْرٌۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

‘asallahu ay yaj’ala bainakum wa bainallazina ‘adaitum min-hum mawaddah, wallahu qadirun, wallahu gafụrur raḥim
Arti Terjemahannya : Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.


QS. Al Mumtahanah : 8

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

la yan-hakumullahu ‘anillazina lam yuqatilụkum fid-dini wa lam yukhrijụkum min diyarikum an tabarrụhum wa tuqsiṭū ilaihim, innallaha yuḥibbul-muqsiṭin
Arti Terjemahannya : Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.


QS. Al Mumtahanah : 9

اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

innama yan-hakumullahu ‘anillazina qatalụkum fid-dini wa akhrajụkum min diyarikum wa ẓaharụ ‘ala ikhrajikum an tawallauhum, wa may yatawallahum fa ula`ika humuẓ-ẓalimụn
Arti Terjemahannya : Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.


QS. Al Mumtahanah : 10

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا جَاۤءَكُمُ الْمُؤْمِنٰتُ مُهٰجِرٰتٍ فَامْتَحِنُوْهُنَّۗ اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِهِنَّ فَاِنْ عَلِمْتُمُوْهُنَّ مُؤْمِنٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوْهُنَّ اِلَى الْكُفَّارِۗ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّوْنَ لَهُنَّۗ وَاٰتُوْهُمْ مَّآ اَنْفَقُوْاۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اَنْ تَنْكِحُوْهُنَّ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّۗ وَلَا تُمْسِكُوْا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْـَٔلُوْا مَآ اَنْفَقُوْاۗ ذٰلِكُمْ حُكْمُ اللّٰهِ ۗيَحْكُمُ بَيْنَكُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

ya ayyuhallazina amanū iza ja`akumul-mu`minatu muhajiratin famtaḥinụhunn, allahu a’lamu bi`imanihinna fa in ‘alimtumụhunna mu`minatin fa la tarji’ụhunna ilal-kuffar, la hunna ḥillul lahum wa la hum yaḥillụna lahunn, wa atụhum ma anfaqụ, wa la junaḥa ‘alaikum an tangkiḥụhunna iza ataitumụhunna ujụrahunn, wa la tumsikụ bi’iṣamil-kawafiri was`alụ ma anfaqtum walyas`alụ ma anfaqụ, zalikum ḥukmullah, yaḥkumu bainakum, wallahu ‘alimun ḥakim
Arti Terjemahannya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.


QS. Al Mumtahanah : 11

وَاِنْ فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ اِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَاٰتُوا الَّذِيْنَ ذَهَبَتْ اَزْوَاجُهُمْ مِّثْلَ مَآ اَنْفَقُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ

wa in fatakum syai`um min azwajikum ilal-kuffari fa aqabtum fa atullazina zahabat azwajuhum miṡla ma anfaqụ, wattaqullahallazi antum bihi mu`minụn
Arti Terjemahannya : Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman.


QS. Al Mumtahanah : 12

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

ya ayyuhan-nabiyyu iza ja`akal-mu`minatu yubayi’naka ‘ala al la yusyrikna billahi syai`aw wa la yasriqna wa la yaznina wa la yaqtulna auladahunna wa la ya`tina bibuhtaniy yaftarinahụ baina aidihinna wa arjulihinna wa la ya’ṣinaka fi ma’rụfin fa bayi’hunna wastagfir lahunnallah, innallaha gafụrur raḥim
Arti Terjemahannya : Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan yang mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai‘at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.


QS. Al Mumtahanah : 13

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَىِٕسُوْا مِنَ الْاٰخِرَةِ كَمَا يَىِٕسَ الْكُفَّارُ مِنْ اَصْحٰبِ الْقُبُوْرِ

ya ayyuhallazina amanụ la tatawallau qauman gaḍiballahu ‘alaihim qad ya`isụ minal-akhirati kama ya`isal-kuffaru min aṣ-ḥabil-qubụr
Arti Terjemahannya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.

Surah Sebelumnya:
Surat Al Hasyr
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat As Saff
Surah 060