Surat Ad Duha

Bacaan surat ad duha arab, latin dan terjemahannya lengkap dengan audio murottal perayat untuk media pembelajaran cara pengucapan huruf (makhrojul huruf), hukum tajwid serta maqam Al Quran (nada baca Quran).

dalam mushaf Al Quran, surat Ad Dhuha menempati urutan ke 93.

adapun arti atau makna dari Ad Dhuha sendiri adalah “waktu dhuha” dalam bahasa indonesia, dan surat ini masuk dalam kategori surat Makkiyah serta merupakan jenis surat pendek seperti surat al insyirahsurat al qadr dan lain sebagainya.

untuk sobat yang ingin mempelajari tafsir surat ini silahkan sobat belajar kepada para ustadz agar benar dalam pemahaman, kemudian jangan berhenti di satu surat saja silahkan pelajari juga tafsir surat lainnya seperti surat al balad agar keilmuan semakin bertambah.

selain bacaan quran surat ad dhuha arab latin dan arti terjemahan, sobat bisa download mp3 surat ini, kemudian jika ingin mendapatkan audio surat lain misalnya surat al ghasyiyah silahkan cari di kolom pencarian dengan judul nama surat tersebut.

Dan dalam pengelompokan juz Al Quran, surat Ad Dhuha sendiri masuk dalam golongan Juz 30 atau Juz amma.

surat ini terdiri dari 11 ayat dan 1 ruku, agar sobat lebih mudah dalam mempelajari keterangan surat ini, berikut tabel keterangan surat yang sudah islambl persiapkan untuk sobat semuanya.

InformasiKeterangan
Nama SuratAd duha
Arti SuratWaktu duha
PenggolonganMakkiyah
Nomor Surat93
Nomor JuzJuz 30
Total Ruku’1 Ruku’
Total Ayat11 Ayat
Ayat Sajdah_
Surat SebelumnyaAl Lail
Surat SetelahnyaAl Insyirah

Baik, itu tadi sedikit keterangan dari surat Ad-Dhuha yang bisa kami bagikan kepada sobat semuanya sebagai tambahan keilmuan pada kesempatan kali ini.

Untuk selanjutnya mari kita menuju bacaan surat Ad Dhuha dan artinya yang dilengkapi audio murottal perayat dengan suara merdu untuk memandu sobat yang ingin memperindah bacaan Al Qurannya atau untuk sobat yang belum lancar membaca Al Quran.

Bacaan Surat Ad Duha Arab, Latin dan Artinya

> Murottal Surah Ad Duha Full


Basmalah 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Ad Duha : 1 

وَالضُّحٰىۙ

Wadh-Dhuhaa

Terjemahan : Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),


QS. Ad Duha : 2

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Wallaili idzaa sajaa

Terjemahan : dan demi malam apabila telah sunyi,


QS. Ad Duha : 3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

Maa wadda’aka rabbuka wamaa qalaa

Terjemahan : Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,


QS. Ad Duha : 4

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

Walal-aakhiratu khairun laka minal uulaa

Terjemahan : dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.


QS. Ad Duha : 5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

Walasaufa yu’thiika rabbuka fatardhaa

Terjemahan : Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.


QS. Ad Duha : 6

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

Alam yajidka yatiiman fa-aawa

Terjemahan : Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),


QS. Ad Duha : 7

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ

Wawajadaka dhaaalan fahadaa

Terjemahan : dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,


QS. Ad Duha : 8

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ

Wawajadaka ‘aa-ilaa fa-aghnaa

Terjemahan : dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.


QS. Ad Duha : 9

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

Fa-ammaal yatiima falaa taqhar

Terjemahan : Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.


QS. Ad Duha : 10

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ

Wa-ammaassaa-ila falaa tanhar

Terjemahan : Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).


QS. Ad Duha : 11

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Wa-ammaa bini’mati rabbika fahaddits

Terjemahan : Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Surah Sebelumnya:
Surah Al Lail
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surah Al Insyirah
Surah 093

Keutamaan dan Isi kandungan Surat Ad Dhuha

Keutamaan dan Isi kandungan Surat Ad Dhuha

Banyak dari kita yang tahu surat ad-duha dan mungkin telah membaca maknanya berkali-kali, yang tampaknya cukup mudah untuk dibaca dan dimaknai. Namun, berapa banyak dari kita yang benar-benar dan memperoleh pelajaran dan implikasi dari surah ini dalam hidup kita? Surah ini diturunkan di Mekah dan memiliki 11 ayat. Diriwayatkan dari Nabi Suci (SAW) bahwa Allah (SAW) senang dengan orang yang membaca Surat ini.

Jika dibacakan bersama dengan nama orang yang hilang, ia akan pulang dengan selamat. Jika sesuatu dilupakan di suatu tempat karena kesalahan, pembacaan Surat ini tetap aman sampai kita  mendapatkannya kembali. Berikut ini adalah kandungan mengenai surat ad dhuha dan penjelasan mengenai keutamaan surat ad dhuha.

Arti Kandungan Ad Dhuha

Arti Kandungan Surat Ad Dhuha

Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada saat ia belum menerima wahyu apa pun selama enam bulan, bahkan dalam bentuk mimpi! Nabi berada dalam kondisi pikiran yang sangat terganggu, merasa negatif dan tertekan dan percaya bahwa Allah tidak senang dengannya, telah melupakannya, dan tidak menginginkannya sebagai seorang Nabi lagi.

Tidakkah kita memiliki perasaan yang serupa dalam hidup kita? Saat-saat ketika tingkat iman kita rendah, dan kita merasakan penurunan dalam hubungan kita dengan Allah? Kita merasa seperti doa kita tidak dijawab, salat kita tidak berdampak positif pada hati kita, dan yang terburuk dari semua perasaan bahwa kita adalah manusia yang mengerikan, bahwa Allah tidak mencintai kita atau tidak peduli dengan kita lagi.

Surah Ad-Duha diwahyukan kepada Nabi SAW untuk membebaskannya dari perasaan-perasaan negatif ini dan untuk memberinya harapan dan kepastian bahwa Allah ada bersamanya apa pun yang terjadi. Dari sana kita juga dapat menemukan kedamaian, harapan, dan keyakinan baru kepada Allah ketika kita mengalami keadaan yang sama seperti depresi, kesedihan, dan keputusasaan.

Surat ini diturunkan untuk menghibur Nabi (saw) di tengah-tengah tanggung jawab besar yang dihadapinya dalam menyampaikan pesan Allah, dan terlebih lagi, ia harus menghadapi pertentangan terus-menerus dari anggota keluarga dan sukunya sendiri.

“Suatu ketika Nabi jatuh sakit dan tidak melakukan sholat malam (doa Tahajjud) untuk satu atau dua malam. Seorang wanita (istri Abu Lahab) datang kepadanya dan berkata, ‘O Muhammad! Saya tidak melihat bahwa Setan Anda telah meninggalkan Anda. ‘Kemudian Allah mewahyukan (Surat-Ad-Duha): ‘Menjelang siang, dan pada malam ketika gelap (atau masih); Tuhanmu tidak meninggalkanmu, atau membencimu. ‘(93) “(Bukhari 4983)

Jelas dari Surah Duha bahwa hal itu diungkapkan pada bagian dari periode Mekah di mana Nabi (saw) menghadapi oposisi yang kuat; begitu kuat sehingga ia menjadi sedih karena tidak melihat ruang untuk kemajuan misinya.

Waktu Terbaik untuk Membaca Surat Ad Duha

Waktu Terbaik untuk Membaca Surat Ad Dhuha

Surat ini dimulai dengan dua sumpah dan kemudian memberi tahu Nabi Muhammad tentang kabar baik bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya  sendirian. Kemudian  dalam ayat-ayat terakhir dari surat ad dhuha, Allah mengingatkan Nabi Muhammad tentang kehidupan masa lalunya untuk mengilustrasikan bagaimana Allah selalu menganugerahkan perhatian penuh kepadanya. Di saat-saat paling sulit Allah telah mendukungnya baik di masa lalu hingga masa depannya. Oleh sebab itu sebuah hadis berbicara :

“Barangsiapa membaca surat ad dhuha ini, termasuk di antara orang-orang yang disenangi Allah; dan mungkin saja Muhammad juga menyukainya, dan orang yang membaca doa ini akan diberi hadiah sepuluh ‘amal baik’ untuk setiap anak yatim atau orang yang membutuhkan”

Semua kebaikan ini diberikan untuk orang beriman. Adapun waktu terbaik untuk membaca surat ini adalah saat pagi hari.

Keutamaan Surah Ad duha untuk Umat Islam

Keutamaan Surat Ad dhuha untuk Umat Islam

Ada beberapa keutamaan membaca surat ad dhuha di antaranya adalah :

  1. Surat yang menghindarkan seseorang dari depresi

Surat ad dhuha adalah hal pertama yang perlu Anda dengar ketika Anda mengalami depresi sebagaimana ayat pertamanya, “Bangun, lihat matahari! Segala sesuatu dalam hidup ini bukan malapetaka dan kesuraman – Engkau hanya harus melihat ke atas!”.

  1. Meringankan kesusahan yang kita miliki

Ayat kedua, Wal laili iza sajaa dengan arti “Dan malam ketika itu tertutup dengan kegelapan”. Mengapa ayat ini  berbicara tentang kegelapan? Sebagai pengingat bagi kita bahwa malam itu dimaksudkan untuk menutupi dan memberi kita kenyamanan dan istirahat.

Umumnya ketika kita mengalami depresi, kita cenderung masuk ke dalam pola tidur yang sangat buruk dengan begadang di malam hari dan tidur sepanjang hari, sehingga memperburuk keadaan pikiran kita. Ayat ini mengingatkan kita untuk menggunakan malam sebagai kenyamanan untuk meringankan kesusahan kita.

  1. Pengingat bahwa dunia adalah sementara

Sering kali ketika kita mengalami depresi kita berpikir: Apakah hanya ini yang akan terjadi dalam hidupku? Apakah tidak akan pernah menjadi lebih baik?

Surat ad dhuha ini berfungsi sebagai jawaban sempurna untuk pertanyaan-pertanyaan itu, mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara dan bahwa Aakhira jelas merupakan tempat yang lebih baik, lebih permanen bagi kita daripada dunia ini.

Ayat ini membuat kita berharap untuk mendapatkan tempat kita di surga dan membantu kita melihat masalah dalam hidup kita sebagai ujian sementara dari iman kita dari Allah.

  1. Mengingatkan untuk senantiasa bersyukur

Surat ad dhuha ini mengingatkan kita untuk melihat orang-orang yang berada dalam situasi yang jauh lebih buruk daripada diri kita sendiri ketika kita merasa putus asa dan tertekan. Lihatlah anak-anak yatim piatu, yang tidak memiliki keluarga atau orang yang dicintai dan tidak ada yang peduli terhadap mereka.

Tapi kita memiliki keluarga dan orang tua yang mencintai kita, memiliki rumah, dicukupi oleh makanan di atas meja dan kita masih berpikir kita hidup dalam situasi yang buruk?  Mengapa tidak untuk bersyukur.

  1. Cermin diri untuk ingat rezeki yang Allah berikan

Contoh lain adalah pengemisuntuk sekali lagi mengingatkan kita tentang banyak berkah materi yang telah Allah berikan kepada kita yang kita terima begitu saja – makanan, pakaian dan tempat tinggal. Berapa banyak dari kita yang pernah tidur dengan lapar? Berapa banyak dari kita yang tidak memiliki pakaian untuk dipakai? Atau tidak punya rumah untuk dikunjungi?

Contoh-contoh anak yatim dan pengemis dalam surat ad dhuha ini adalah contoh yang harus kita selalu ingatkan diri kita untuk bersyukur atas banyak berkah yang Allah berikan kepada kita. Atasi semua rasa tertekan kita untuk selalu ingat dengan Allah lagi.

  1. Merenungkan keagungan Allah

Siapapun yang membaca surat ad dhuha dan memperdalam maknanya maka orang itu  akan semakin tebal kadar keimanannya. Karena ayat ini penuh dengan renungan, kemuliaan dan berbicara tentang berkah Allah!

Dzikir, membaca quran dan mendengarkan ceramah juga merupakan cara yang bagus untuk menjaga ingatan Allah dekat dengan hati kita.

Sebegitu besar bukan keutamaan surat ad dhuha ?Mengajarkan kita untuk tetap bersyukur dan selalu ingat akan kehadiran Allah SWT.