Surat Al ‘Ankabut

Bacaan surat al ‘ankabut dan arti terjemahannya lengkap mp3 full surat per ayat untuk panduan belajar makhrojul huruf, hukum tajwid. Selain itu khasiat atau manfaat dari mp3 murottal surat ini bisa sobat gunakan untuk panduan membaca al quran dengan nada merdu.

dan sama seperti tema sebelumnya yang membahas surat ibrahim, yakni disini sobat bisa sedikit mempelajari sedikir informasi terkait surah al ankabut.

adapaun arti ataupun makna surat ini dalam bahasa indonesia adalah “laba-laba”, asbabub nuzul penamaan surat al ‘ankabut sendiri terdapat di ayat 41 yang mana dalam ayat tersebut Allah ta’ala mengumpamakan kaum penyembah patung atau berhala.

dan bagi sobat yang ingin mengetahui fadhilah keutamaan surat ini silahkan belajar kepada ustadz ahli tafsir supata sobat tidak salah dalam pemahaman dan pengamalan isi kandungan surat al ‘ankabut ini.

kemudian sobat semuanya jangan sampai berhenti belajar di satu surat saja, pelajari juga suratsurat lain misalnya surat al hijr atau yang lainnya supaya keilmuan kita semakin bertambah.

selain bacaan surat al ‘ankabut arab latin dan artinya, sobat bisa memiliki mp3 surat ini melalui link download yang ada di bawah.

dan untuk sobat yang ingin mengetahui informasi dari surat ini, berikut tabel keterangan surah al ankabut yang bisa sobat pelajari.

informasi surat al ankabut
arti namalaba laba
golongan suratmakkiyah
nomor suratsurat ke 29
letak juzjuz ke 20 (diayat ke 1-44)
juz ke 21 (diayat ke 45-69)
total ayat69 ayat
total ruku’7 ruku
surat sebelumnyasurat al qasas
surat setelahnyasurat ar rum

Bacaan Surat Al ‘Ankabut Dan Terjemahannya

Murottal Surah Al Ankabut Full


Basmalah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim


QS. Al ‘Ankabut ayat 1

 ۗ الۤمّۤ

alif lam mīm
Arti Terjemahan : Alif Lam Mim.


QS. Al ‘Ankabut ayat 2

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ

a ḥasiban-nasu ay yutrakū ay yaqulū amanna wa hum la yuftanun
Arti Terjemahan : Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?


QS. Al ‘Ankabut ayat 3

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ

wa laqad fatannallażīna ming qablihim fa laya’lamannallahullażīna ṣadaqu walaya’lamannal-każibīn
Arti Terjemahan : Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.


QS. Al ‘Ankabut ayat 4

اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

am ḥasiballażīna ya’malunas-sayyi`ati ay yasbiquna, sa`a ma yaḥkumun
Arti Terjemahan : Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!


QS. Al ‘Ankabut ayat 5

مَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ اللّٰهِ فَاِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ لَاٰتٍ ۗوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

mang kana yarju liqa`allahi fa inna ajalallahi la`at, wa huwas-samī’ul-‘alīm
Arti Terjemahan : Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


QS. Al ‘Ankabut ayat 6

وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

wa man jahada fa innama yujahidu linafsih, innallaha laganiyyun ‘anil-‘alamīn
Arti Terjemahan : Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.


QS. Al ‘Ankabut ayat 7

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

wallażīna amanu wa ‘amiluṣ-ṣaliḥati lanukaffiranna ‘an-hum sayyi`atihim wa lanajziyannahum aḥsanallażī kanu ya’malun
Arti Terjemahan : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 8

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۗوَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۗاِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

wa waṣṣainal-insana biwalidaihi ḥusna, wa in jahadaka litusyrika bī ma laisa laka bihī ‘ilmun fa la tuṭi’huma, ilayya marji’ukum fa unabbi`ukum bima kuntum ta’malun
Arti Terjemahan : Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 9

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِى الصّٰلِحِيْنَ

wallażīna amanu wa ‘amiluṣ-ṣaliḥati lanudkhilannahum fiṣ-ṣaliḥīn
Arti Terjemahan : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan mereka pasti akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang yang saleh.


QS. Al ‘Ankabut ayat 10

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ فَاِذَآ اُوْذِيَ فِى اللّٰهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللّٰهِ ۗوَلَىِٕنْ جَاۤءَ نَصْرٌ مِّنْ رَّبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّا كُنَّا مَعَكُمْۗ اَوَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَعْلَمَ بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعٰلَمِيْنَ

wa minan-nasi may yaqulu amanna billahi fa iża użiya fillahi ja’ala fitnatan-nasi ka’ażabillah, wa la`in ja`a naṣrum mir rabbika layaqulunna inna kunna ma’akum, a wa laisallahu bi`a’lama bima fī ṣuduril-‘alamīn
Arti Terjemahan : Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, “Kami beriman kepada Allah,” tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?


QS. Al ‘Ankabut ayat 11

وَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ

wa laya’lamannallahullażīna amanu wa laya’lamannal-munafiqīn
Arti Terjemahan : Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik.


QS. Al ‘Ankabut ayat 12

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّبِعُوْا سَبِيْلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطٰيٰكُمْۗ وَمَا هُمْ بِحَامِلِيْنَ مِنْ خَطٰيٰهُمْ مِّنْ شَيْءٍۗ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ

wa qalallażīna kafaru lillażīna amanuttabi’u sabīlana walnaḥmil khaṭayakum, wa ma hum biḥamilīna min khaṭayahum min syaī`, innahum lakażibun
Arti Terjemahan : Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosamu,” padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.


QS. Al ‘Ankabut ayat 13

وَلَيَحْمِلُنَّ اَثْقَالَهُمْ وَاَثْقَالًا مَّعَ اَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْـَٔلُنَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَمَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ

wa layaḥmilunna aṡqalahum wa aṡqalam ma’a aṡqalihim wa layus`alunna yaumal-qiyamati ‘amma kanu yaftarun
Arti Terjemahan : Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 14

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ

wa laqad arsalna nuḥan ila qaumihī fa labiṡa fīhim alfa sanatin illa khamsīna ‘ama, fa akhażahumuṭ-ṭufanu wa hum ẓalimun
Arti Terjemahan : Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.


QS. Al ‘Ankabut ayat 15

فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ وَجَعَلْنٰهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

fa anjainahu wa aṣ-habas-safīnati wa ja’alnaha ayatal lil-‘alamīn
Arti Terjemahan : Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia.


QS. Al ‘Ankabut ayat 16

وَاِبْرٰهِيْمَ اِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاتَّقُوْهُ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

wa ibrahīma iż qala liqaumihi’budullaha wattaquh, żalikum khairul lakum ing kuntum ta’lamun
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.


QS. Al ‘Ankabut ayat 17

اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

innama ta’buduna min dunillahi auṡanaw wa takhluquna ifka, innallażīna ta’buduna min dunillahi la yamlikuna lakum rizqan fabtagu ‘indallahir-rizqa wa’buduhu wasykuru lah, ilaihi turja’un
Arti Terjemahan : Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 18

وَاِنْ تُكَذِّبُوْا فَقَدْ كَذَّبَ اُمَمٌ مِّنْ قَبْلِكُمْ ۗوَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

wa in tukażżibu fa qad każżaba umamum ming qablikum, wa ma ‘alar-rasuli illal-balagul-mubīn
Arti Terjemahan : Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan jelas.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 19

اَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللّٰهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

a wa lam yarau kaifa yubdi`ullahul-khalqa ṡumma yu’īduh, inna żalika ‘alallahi yasīr
Arti Terjemahan : Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.


QS. Al ‘Ankabut ayat 20

ۚ قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

qul sīru fil-arḍi fanẓuru kaifa bada`al-khalqa ṡummallahu yunsyi`un-nasy`atal-akhirah, innallaha ‘ala kulli syai`ing qadīr
Arti Terjemahan : Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.


QS. Al ‘Ankabut ayat 21

يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ

yu’ażżibu may yasya`u wa yar-ḥamu may yasya`, wa ilaihi tuqlabun
Arti Terjemahan : Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 22

وَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ ۖوَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

wa ma antum bimu’jizīna fil-arḍi wa la fis-sama`i wa ma lakum min dunillahi miw waliyyiw wa la naṣīr
Arti Terjemahan : Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.


QS. Al ‘Ankabut ayat 23

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَلِقَاۤىِٕهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ يَىِٕسُوْا مِنْ رَّحْمَتِيْ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

wallażīna kafaru bi`ayatillahi wa liqa`ihī ula`ika ya`isu mir raḥmatī wa ula`ika lahum ‘ażabun alīm
Arti Terjemahan : Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.


QS. Al ‘Ankabut ayat 24

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوا اقْتُلُوْهُ اَوْ حَرِّقُوْهُ فَاَنْجٰىهُ اللّٰهُ مِنَ النَّارِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

fa ma kana jawaba qaumihī illa ang qaluqtuluhu au ḥarriquhu fa anjahullahu minan-nar, inna fī żalika la`ayatil liqaumiy yu`minun
Arti Terjemahan : Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia,” lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman.


QS. Al ‘Ankabut ayat 25

وَقَالَ اِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًاۙ مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَّيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۖوَّمَأْوٰىكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَۖ

wa qala innamattakhażtum min dunillahi auṡanam mawaddata bainikum fil-ḥayatid-dun-ya, ṡumma yaumal-qiyamati yakfuru ba’ḍukum biba’ḍiw wa yal’anu ba’ḍukum ba’ḍaw wa ma`wakumun-naru wa ma lakum min naṣirīn
Arti Terjemahan : Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 26

 فَاٰمَنَ لَهٗ لُوْطٌۘ وَقَالَ اِنِّيْ مُهَاجِرٌ اِلٰى رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۞

fa amana lahu luṭ, wa qala innī muhajirun ila rabbī, innahu huwal-‘azīzul-ḥakīm
Arti Terjemahan : Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 27

وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَجَعَلْنَا فِيْ ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتٰبَ وَاٰتَيْنٰهُ اَجْرَهٗ فِى الدُّنْيَا ۚوَاِنَّهٗ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ

wa wahabna lahū is-ḥaqa wa ya’quba wa ja’alna fī żurriyyatihin-nubuwwata wal-kitaba wa atainahu ajrahu fid-dun-ya, wa innahu fil-akhirati laminaṣ-ṣaliḥīn
Arti Terjemahan : Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh.


QS. Al ‘Ankabut ayat 28

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ ۖمَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ

wa luṭan iż qala liqaumihī innakum lata`tunal-faḥisyata ma sabaqakum biha min aḥadim minal-‘alamīn
Arti Terjemahan : Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.


QS. Al ‘Ankabut ayat 29

اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُوْنَ السَّبِيْلَ ەۙ وَتَأْتُوْنَ فِيْ نَادِيْكُمُ الْمُنْكَرَ ۗفَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهٖٓ اِلَّآ اَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ

a innakum lata`tunar-rijala wa taqṭa’unas-sabīla wa ta`tuna fī nadīkumul-mungkar, fa ma kana jawaba qaumihī illa ang qalu`tina bi’ażabillahi ing kunta minaṣ-ṣadiqīn
Arti Terjemahan : Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 30

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِيْ عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ

qala rabbinṣurnī ‘alal-qaumil-mufsidīn
Arti Terjemahan : Dia (Lut) berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 31

ۚوَلَمَّا جَاۤءَتْ رُسُلُنَآ اِبْرٰهِيْمَ بِالْبُشْرٰىۙ قَالُوْٓا اِنَّا مُهْلِكُوْٓا اَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۚاِنَّ اَهْلَهَا كَانُوْا ظٰلِمِيْنَ

wa lamma ja`at rusuluna ibrahīma bil-busyra qalū inna muhlikū ahli hażihil-qaryah, inna ahlaha kanu ẓalimīn
Arti Terjemahan : Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, “Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 32

قَالَ اِنَّ فِيْهَا لُوْطًا ۗقَالُوْا نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَنْ فِيْهَا ۖ لَنُنَجِّيَنَّهٗ وَاَهْلَهٗٓ اِلَّا امْرَاَتَهٗ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ

qala inna fīha luṭa, qalu naḥnu a’lamu biman fīha lanunajjiyannahu wa ahlahū illamra`atahu kanat minal-gabirīn
Arti Terjemahan : Ibrahim berkata, “Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Mereka (para malaikat) berkata, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”


QS. Al ‘Ankabut ayat 33

وَلَمَّآ اَنْ جَاۤءَتْ رُسُلُنَا لُوْطًا سِيْۤءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَّقَالُوْا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۗاِنَّا مُنَجُّوْكَ وَاَهْلَكَ اِلَّا امْرَاَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغٰبِرِيْنَ

wa lamma an ja`at rusuluna luṭan sī`a bihim wa ḍaqa bihim żar’aw wa qalu la takhaf wa la taḥzan, inna munajjuka wa ahlaka illamra`ataka kanat minal-gabirīn
Arti Terjemahan : Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, “Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan).”


QS. Al ‘Ankabut ayat 34

اِنَّا مُنْزِلُوْنَ عَلٰٓى اَهْلِ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ السَّمَاۤءِ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ

inna munziluna ‘ala ahli hażihil-qaryati rijzam minas-sama`i bima kanu yafsuqun
Arti Terjemahan : Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.


QS. Al ‘Ankabut ayat 35

وَلَقَدْ تَّرَكْنَا مِنْهَآ اٰيَةً ۢ بَيِّنَةً لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

wa laqat tarakna min-ha ayatam bayyinatal liqaumiy ya’qilun
Arti Terjemahan : Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti.


QS. Al ‘Ankabut ayat 36

ۖ وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًاۙ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ

wa ila madyana akhahum syu’aiban fa qala ya qaumi’budullaha warjul-yaumal-akhira wa la ta’ṡau fil-arḍi mufsidīn
Arti Terjemahan : Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syuaib, dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 37

ۙفَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ

fa każżabuhu fa akhażat-humur-rajfatu fa aṣbaḥu fī darihim jaṡimīn
Arti Terjemahan : Mereka mendustakannya (Syuaib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.


QS. Al ‘Ankabut ayat 38

 ۙوَعَادًا وَّثَمُوْدَا۟ وَقَدْ تَّبَيَّنَ لَكُمْ مِّنْ مَّسٰكِنِهِمْۗ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَكَانُوْا مُسْتَبْصِرِيْنَ

wa ‘adaw wa ṡamuda wa qat tabayyana lakum mim masakinihim, wa zayyana lahumusy-syaiṭanu a’malahum fa ṣaddahum ‘anis-sabīli wa kanu mustabṣirīn
Arti Terjemahan : Juga (ingatlah) kaum ’Ad dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam,


QS. Al ‘Ankabut ayat 39

ۚوَقَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامٰنَۗ وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مُّوْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ وَمَا كَانُوْا سَابِقِيْنَ

wa qaruna wa fir’auna wa haman, wa laqad ja`ahum musa bil-bayyinati fastakbaru fil-arḍi wa ma kanu sabiqīn
Arti Terjemahan : dan (juga) Karun, Fir‘aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).


QS. Al ‘Ankabut ayat 40

فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖۙ فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَاۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

fa kullan akhażna biżambihī fa min-hum man arsalna ‘alaihi ḥaṣiba, wa min-hum man akhażat-huṣ-ṣaiḥah, wa min-hum man khasafna bihil-arḍ, wa min-hum man agraqna, wa ma kanallahu liyaẓlimahum wa laking kanū anfusahum yaẓlimun
Arti Terjemahan : Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.


QS. Al ‘Ankabut ayat 41

مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَاۤءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًاۗ وَاِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

maṡalullażīnattakhażu min dunillahi auliya`a kamaṡalil-‘angkabut, ittakhażat baita, wa inna auhanal-buyuti labaitul-‘angkabut, lau kanu ya’lamun
Arti Terjemahan : Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.


QS. Al ‘Ankabut ayat 42

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ مِنْ شَيْءٍۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

innallaha ya’lamu ma yad’una min dunihī min syaī`, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm
Arti Terjemahan : Sungguh, Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.


QS. Al ‘Ankabut ayat 43

وَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِۚ وَمَا يَعْقِلُهَآ اِلَّا الْعَالِمُوْنَ

wa tilkal-amṡalu naḍribuha lin-nas, wa ma ya’qiluha illal-‘alimun
Arti Terjemahan : Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu.


QS. Al ‘Ankabut ayat 44

خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ۔

khalaqallahus-samawati wal-arḍa bil-ḥaqq, inna fī żalika la`ayatal lil-mu`minīn
Arti Terjemahan : Allah menciptakan langit dan bumi dengan haq. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.


QS. Al ‘Ankabut ayat 45

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

utlu ma uḥiya ilaika minal-kitabi wa aqimiṣ-ṣalah, innaṣ-ṣalata tan-ha ‘anil-faḥsya`i wal-mungkar, walażikrullahi akbar, wallahu ya’lamu ma taṣna’un
Arti Terjemahan : Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 46

وَلَا تُجَادِلُوْٓا اَهْلَ الْكِتٰبِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۖ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ وَقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا بِالَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْنَا وَاُنْزِلَ اِلَيْكُمْ۞

وَاِلٰهُنَا وَاِلٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَّنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ

wa la tujadilū ahlal-kitabi illa billatī hiya aḥsanu illallażīna ẓalamu min-hum wa qulū amanna billażī unzila ilaina wa unzila ilaikum wa ilahuna wa ilahukum waḥiduw wa naḥnu lahu muslimun
Arti Terjemahan : Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, ”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 47

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَۗ فَالَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖۚ وَمِنْ هٰٓؤُلَاۤءِ مَنْ يُّؤْمِنُ بِهٖۗ وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَآ اِلَّا الْكٰفِرُوْنَ

wa każalika anzalna ilaikal-kitab, fallażīna atainahumul-kitaba yu`minuna bih, wa min ha`ula`i may yu`minu bih, wa ma yaj-ḥadu bi`ayatina illal-kafirun
Arti Terjemahan : Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.


QS. Al ‘Ankabut ayat 48

وَمَا كُنْتَ تَتْلُوْا مِنْ قَبْلِهٖ مِنْ كِتٰبٍ وَّلَا تَخُطُّهٗ بِيَمِيْنِكَ اِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ

wa ma kunta tatlu ming qablihī ming kitabiw wa la takhuṭṭuhu biyamīnika iżal lartabal-mubṭilun
Arti Terjemahan : Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Qur’an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.


QS. Al ‘Ankabut ayat 49

بَلْ هُوَ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ فِيْ صُدُوْرِ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَۗ وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَآ اِلَّا الظّٰلِمُوْنَ

bal huwa ayatum bayyinatun fī ṣudurillażīna utul-‘ilm, wa ma yaj-ḥadu bi`ayatina illaẓ-ẓalimun
Arti Terjemahan : Sebenarnya, (Al-Qur’an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.


QS. Al ‘Ankabut ayat 50

وَقَالُوْا لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيٰتٌ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ قُلْ اِنَّمَا الْاٰيٰتُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ

wa qalu lau la unzila ‘alaihi ayatum mir rabbih, qul innamal-ayatu ‘indallah, wa innama ana nażīrum mubīn
Arti Terjemahan : Dan mereka (orang-orang kafir Mekah) berkata, ”Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), ”Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 51

اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

a wa lam yakfihim anna anzalna ‘alaikal-kitaba yutla ‘alaihim, inna fī żalika laraḥmataw wa żikra liqaumiy yu`minun
Arti Terjemahan : Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.


QS. Al ‘Ankabut ayat 52

قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ شَهِيْدًاۚ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوْا بِاللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

qul kafa billahi bainī wa bainakum syahīda, ya’lamu ma fis-samawati wal-arḍ, wallażīna amanu bil-baṭili wa kafaru billahi ula`ika humul-khasirun
Arti Terjemahan : Katakanlah (Muhammad), ”Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.”


QS. Al ‘Ankabut ayat 53

وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِۗ وَلَوْلَآ اَجَلٌ مُّسَمًّى لَّجَاۤءَهُمُ الْعَذَابُۗ وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

wa yasta’jilunaka bil-‘ażab, walau la ajalum musammal laja`ahumul-‘ażab, wa laya`tiyannahum bagtataw wa hum la yasy’urun
Arti Terjemahan : Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.


QS. Al ‘Ankabut ayat 54

يَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَۙ

yasta’jilunaka bil-‘ażab, wa inna jahannama lamuḥīṭatum bil-kafirīn
Arti Terjemahan : Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir,


QS. Al ‘Ankabut ayat 55

يَوْمَ يَغْشٰىهُمُ الْعَذَابُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ وَيَقُوْلُ ذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

yauma yagsyahumul-‘ażabu min fauqihim wa min taḥti arjulihim wa yaqulu żuqu ma kuntum ta’malun
Arti Terjemahan : pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka), ”Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!”


QS. Al ‘Ankabut ayat 56

يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ اَرْضِيْ وَاسِعَةٌ فَاِيَّايَ فَاعْبُدُوْنِ

ya ‘ibadiyallażīna amanū inna arḍī wasi’atun fa iyyaya fa’budun
Arti Terjemahan : Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja).


QS. Al ‘Ankabut ayat 5 7

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

kullu nafsin ża`iqatul-maut, ṡumma ilaina turja’un
Arti Terjemahan : Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.


QS. Al ‘Ankabut ayat 58

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِّنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ نِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۖ

wallażīna amanu wa ‘amiluṣ-ṣaliḥati lanubawwi`annahum minal-jannati gurafan tajrī min taḥtihal-an-haru khalidīna fīha, ni’ma ajrul-‘amilīn
Arti Terjemahan : Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,


QS. Al ‘Ankabut ayat 59

الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

allażīna ṣabaru wa ‘ala rabbihim yatawakkalun
Arti Terjemahan : (yaitu) orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.


QS. Al ‘Ankabut ayat 60

وَكَاَيِّنْ مِّنْ دَاۤبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَاۖ اللّٰهُ يَرْزُقُهَا وَاِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

wa ka`ayyim min dabbatil la taḥmilu rizqahallahu yarzuquha wa iyyakum wa huwas-samī’ul-‘alīm
Arti Terjemahan : Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


QS. Al ‘Ankabut ayat 61

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗفَاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

wa la`in sa`altahum man khalaqas-samawati wal-arḍa wa sakhkharasy-syamsa wal-qamara layaqulunnallah, fa anna yu`fakun
Arti Terjemahan : Dan jika engkau bertanya kepada mereka, ”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Pasti mereka akan menjawab, ”Allah.” Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).


QS. Al ‘Ankabut ayat 62

اَللّٰهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

allahu yabsuṭur-rizqa limay yasya`u min ‘ibadihī wa yaqdiru lah, innallaha bikulli syai`in ‘alīm
Arti Terjemahan : Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


QS. Al ‘Ankabut ayat 63

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ نَّزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ مِنْۢ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۙقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ۗبَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ

wa la`in sa`altahum man nazzala minas-sama`i ma`an fa aḥya bihil-arḍa mim ba’di mautiha layaqulunnallahu qulil-ḥamdu lillah, bal akṡaruhum la ya’qilun
Arti Terjemahan : Dan jika kamu bertanya kepada mereka, ”Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?” Pasti mereka akan menjawab, ”Allah.” Katakanlah, ”Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.


QS. Al ‘Ankabut ayat 64

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

wa ma hażihil-ḥayatud-dun-ya illa lahwuw wa la’ib, wa innad-daral-akhirata lahiyal-ḥayawan, lau kanu ya’lamun
Arti Terjemahan : Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.


QS. Al ‘Ankabut ayat 65

فَاِذَا رَكِبُوْا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۚ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ اِلَى الْبَرِّ اِذَا هُمْ يُشْرِكُوْنَۙ

fa iża rakibu fil-fulki da’awullaha mukhliṣīna lahud-dīn, fa lamma najjahum ilal-barri iża hum yusyrikun
Arti Terjemahan : Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),


QS. Al ‘Ankabut ayat 66

لِيَكْفُرُوْا بِمَآ اٰتَيْنٰهُمْۙ وَلِيَتَمَتَّعُوْاۗ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ

liyakfuru bima atainahum wa liyatamatta’u, fa saufa ya’lamun
Arti Terjemahan : biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silakan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).


QS. Al ‘Ankabut ayat 67

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا اٰمِنًا وَّيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَكْفُرُوْنَ

a wa lam yarau anna ja’alna ḥaraman aminaw wa yutakhaṭṭafun-nasu min ḥaulihim, a fa bil-baṭili yu`minuna wa bini’matillahi yakfurun
Arti Terjemahan : Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?


QS. Al ‘Ankabut ayat 68

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهٗ ۗ اَلَيْسَ فِيْ جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكٰفِرِيْنَ

wa man aẓlamu mim maniftara ‘alallahi każiban au każżaba bil-ḥaqqi lamma ja`ah, a laisa fī jahannama maṡwal lil-kafirīn
Arti Terjemahan : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?


QS. Al ‘Ankabut ayat 69

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

wallażīna jahadu fīna lanahdiyannahum subulana, wa innallaha lama’al-muḥsinīn
Arti Terjemahan : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.

Surah Sebelumnya:
Surat Al qasas
Al-Qur’anSurah Berikutnya:
Surat ar rum
Surah 029